Basarah: Isra Mi’raj Ingatkan Manusia Hindarkan Fitnah

Sabtu, 18 Februari 2023 | 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA – Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah mengingatkan salah satu pesan moral dari peristiwa Isra dan Mi’raj Rasulullah Muhammad SAW adalah larangan keras menyebarkan hoaks dan fitnah, bahkan di saat terjadi perang ideologi sekalipun. Saat Nabi dituduh berbohong mendapatkan wahyu dari Jibril, lewat peristiwa Mi’raj Allah SWT membuktikan pertemuan fisik antara Nabi dengan Jibril di Shidratul Muntaha.

‘’Periode penyebaran Islam di Makkah bisa diibaratkan sebagai perang ideologi antara politeisme melawan monoteisme. Pada saat itu terjadilah kontestasi dan perang urat syaraf, tapi Nabi memberi teladan mulia bahwa beliau tidak pernah menyebarkan hoaks demi memenangkan pertempuran. Verifikasi data terjadi dalam peristiwa Isra dan Miraj, Nabi bertemu Jibril secara fisik seperti dijelaskan dalam surat Al-Najm ayat 13,’’ jelas Ahmad Basarah di Jakarta, Jumat (17/2).

Untuk itu, Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini mengajak semua pihak tidak menjadikan peristiwa Isra Mi’raj hanya sebagai seremoni tahunan belaka, tapi menjadikannya teladan berharga dalam berbangsa dan bernegara. Apalagi bangsa Indonesia segera menggelar pesta demokrasi lima tahunan pada 2024 mendatang.

‘’Setiap warga tentu ingin mengunggulkan pilihannya dalam pemilu mendatang. Mari, jangan menyebar hoak dan fitnah hanya untuk memenangkan kontestasi. Nabi Muhammad sudah mengajarkan akhlak yang baik, tidak pernah menyebarkan hoaks, bahkan saat kontestasi ideologi sedang berlangsung sekalipun,’’ tandas Ahmad Basarah.

Baca Juga:  PC IMM Lampung Utara Kecam Orgen Tunggal Malam Hari, Desak Polres dan Bupati Tegakkan Aturan

Selama Pemilu 2019, Kementerian Komunikasi dan Informatika menemukan 3.356 temuan sebaran hoaks di berbagai platform media sosial sejak Agustus 2018 hingga 30 September 2019. Dari jumlah itu, jumlah hoaks terbanyak ditemukan pada April 2019, bertepatan dengan momentum Pilpres dan Pileg. Pada April 2019, ditemukan 501 hoaks, disusul Maret 2019 ditemukan 453 hoaks dan pada Mei 2019 ditemukan 402 hoaks.

‘’Jika hoaks dan fitnah tetap tersebar dalam pilpres 2024 mendatang, itu artinya kita tidak banyak memungut pesan-pesan moral dari berbagai peristiwa keagamaan yang kita peringati setiap tahun. Mari kita belajar dari kesalahan masa lalu,’’ harap Ketua DPP PDI Perjuangan itu.

Ahmad Basarah menambahkan, pesan moral kedua dari peristiwa Isra dan Miraj yang relevan dengan bangsa Indonesia adalah ajaran tentang ketabahan dan optimisme. Sejarah Islam mencatat, Nabi Muhammad diajak bermi’raj ke Shidratul Muntaha saat mengalami kesedihan pasca wafatnya istri tercinta, Siti Khadijah, dan paman yang ia sayangi, Abu Thalib.

Baca Juga:  PT. BSA Kembali Adem

‘’Peristiwa itu dicatat sebagai tahun kesedihan. Tapi setelah bermi’raj, Nabi kembali optimis. Mari kita ambil pelajaran berharga ini. Sebagai bangsa kita tidak boleh terus berduka akibat pandemi Covid-19. Kesedihan bisa diganti kebahagiaan asalkan kita optimis, mau bekerja, seperti yang dialami Nabi usai bermi’raj,’’ tandas Wakil Sekretaris Dewan Penasihat PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) itu.

Pesan moral ketiga, Ahmad Basarah mengingatkan bahwa makna etimologis ‘’Shidratul Muntaha’’ dalam Al-Quran surat Al-Najm ayat 14 adalah ‘’Pohon Penghabisan’’. Kata pohon dalam Bahasa Arab juga disebut ‘’syajarah’’, yang dipakai untuk memaknai kata sejarah dalam makna histori.

‘’Itu artinya, setiapkali kita memperingati peristiwa Isra dan Miraj, kita diminta untuk merenungkan sejarah kita, sejarah bangsa kita, sebagaimana Rasulullah takjub melihat Shidratul Muntaha atau pohon kehidupan bangsa-bangsa sejak masa lalu sampai masa mendatang. Di sinilah kita menjadi paham mengapa Bung Karno pada pidato terakhir HUT Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1966 mengingatkan kita semua agar tidak melupakan sejarah bangsa kita sendiri, yang beliau sebut Jas Merah atau jangan sekali-kali meninggalkan sejarah,” jelas Ahmad Basarah. ##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Makam Berusia Lebih dari 4.000 Tahun Ditemukan di Saqqara, Mesir
Ternyata Rumput Laut Punya “Nilai Ganda”
Rombongan 5 Jurnalis Hilang Kontak Hendak Meliput Aktivitas GAK
Sisa Abu Anak Krakatau Masih Selimuti Sekolah, KBM Daring Lampung Selatan Diperpanjang hingga 10 September
Antisipasi Dampak Abu Vulkanik, Polres Mesuji Bersama Forkopimda Bagikan Masker Serentak di 16 Titik
DPRD dan Pemprov Lampung Sepakati Penarikan Raperda Perubahan Bentuk Hukum BPD
Peduli Dampak Kemarau Panjang, Polres Way Kanan Bantu Air Bersih kepada Warga
Pemprov Lampung Ajukan Perubahan APBD 2026, Anggaran Didorong Lebih Berdampak ke Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 23:05 WIB

Makam Berusia Lebih dari 4.000 Tahun Ditemukan di Saqqara, Mesir

Selasa, 8 September 2026 - 22:14 WIB

Ternyata Rumput Laut Punya “Nilai Ganda”

Selasa, 8 September 2026 - 20:19 WIB

Rombongan 5 Jurnalis Hilang Kontak Hendak Meliput Aktivitas GAK

Selasa, 8 September 2026 - 20:13 WIB

Sisa Abu Anak Krakatau Masih Selimuti Sekolah, KBM Daring Lampung Selatan Diperpanjang hingga 10 September

Selasa, 8 September 2026 - 20:00 WIB

Antisipasi Dampak Abu Vulkanik, Polres Mesuji Bersama Forkopimda Bagikan Masker Serentak di 16 Titik

Berita Terbaru

Ilustrasi Makam 4000 Tahun

#indonesiaswasembada

Makam Berusia Lebih dari 4.000 Tahun Ditemukan di Saqqara, Mesir

Selasa, 8 Sep 2026 - 23:05 WIB

#indonesiaswasembada

Ternyata Rumput Laut Punya “Nilai Ganda”

Selasa, 8 Sep 2026 - 22:14 WIB

#indonesiaswasembada

Rombongan 5 Jurnalis Hilang Kontak Hendak Meliput Aktivitas GAK

Selasa, 8 Sep 2026 - 20:19 WIB