Bamsoet : Konsolidasi Internal Membangun Kekuatan Eksternal Golkar

Minggu, 9 Februari 2025 | 12:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Antar Lembaga Dewa Pimpinan Pusat Partai Golkar Bambang Soesatyo menegaskan konsolidasi baik secara internal maupun membangun kekuatan eksternal menjadi kebutuhan yang mendesak bagi Partai Golkar dalam menghadapi dinamika perpolitikan di tanah air.

Konsolidasi internal berfungsi untuk memperkuat struktur dan integrasi di dalam Partai Golkar. Sementara konsolidasi membangun kekuatan eksternal bertujuan untuk memperluas serta memperkuat jaringan dan aliansi dengan berbagai elemen politik, keagamaan, sosial, akademisi, kepemudaan serta kemasyarakatan seperti Forum Rektor, Forum Pemimpin Redaksi, insan pers dan lain-lain. Upaya yang sistematis dan terencana ini diharapkan dapat membawa Partai Golkar kembali ke jalur kemenangan dan pengaruh yang signifikan di kancah perpolitikan nasional.

“Mengapa Bidang Hubungan Antar Lembaga merekomendasikan kerja-kerja politik seperti Silahturahmi Kebangsaan atau Safari Politik ke berbagai kekuatan, baik internal seperti ke ormas yang mendirikan, didirikan dan organisasi sayap Partai Golkar maupun ke berbagai kekuatan di luar Partai Golkar lebih diintensifkan? Karena konsolidasi internal dan membangun kekuatan eksternal Partai Golkar bukan hanya sekadar pilihan, tetapi merupakan keharusan yang mendesak untuk memastikan agar partai ini tetap berjaya di tengah perubahan yang cepat dalam dunia perpolitikan Indonesia. Dengan memperkuat struktur di dalam dan menjalin aliansi yang strategis di luar, Partai Golkar dapat menciptakan stabilitas dan kepercayaan publik yang dibutuhkan untuk mengokohkan posisi tawar dalam perpolitikan tanah air,” ujar Bamsoet saat memaparkan program kerja bidang Hubungan Antar Lembaga di dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Golkar di Markas Besar Partai Golkar, Slipi Jakarta, Sabtu (8/2/25).

Baca Juga:  Komisi V DPR Kawal Modifikasi Cuaca Penanganan Karhutla Di Kalimantan Dan Sumatera

Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, konsolidasi internal Partai Golkar harus dilakukan dengan organisasi yang menjadi pendiri dan didirikan Partai Golkar. Organisasi pendiri Partai Golkar seperti Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), Koperasi Serbaguna Gotong Royong (KOSGORO), dan Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), memiliki peran penting dalam menyolidkan basis dukungan partai. Melalui kolaborasi yang erat dengan organisasi-organisasi tersebut, Partai Golkar dapat membangun kekuatan yang lebih terintegrasi dan solid.

Selain itu, Golkar juga perlu melakukan konsolidasi internal dengan organisasi yang didirikan serta organisasi sayap Partai Golkar. Seperti Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG), Satkar Ulama Indonesia, Al-Hidayah, Himpunan Wanita Karya serta Majelis Dakwah Indonesia. Dengan meningkatkan keterlibatan pemuda dan perempuan dalam proses pengambilan keputusan, Partai Golkar tidak hanya menunjukkan komitmen terhadap keberagaman, tetapi juga memperluas basis dukungan yang dapat menggerakkan mesin politik partai menuju kesuksesan.

“Hasil survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pada 2023 menunjukkan bahwa responden yang mengusulkan adanya peremajaan kepengurusan di internal partai mencapai 75%. Hal ini menunjukkan perlunya konsolidasi internal untuk membangun kepercayaan dan menghadirkan wajah baru yang lebih modern dan dinamis dalam kepemimpinan partai,” kata Bansoet yang juga Wakil Ketua Umum FKPPI dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila.

Baca Juga:  Pemprov-KPPU Komit Ciptakan Iklim Usaha Sehat dan Kompetitif

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini menambahkan, Partai Golkar juga harus melakukan konsolidasi eksternal dengan menjalin hubungan yang konstruktif dengan berbagai organisasi massa, organisasi keagamaan, partai politik lain, serta aktor-aktor penting lain di tatanan politik. Semisal, menjalin kerjasama dengan Muhammadiyah atau Nahdlatul Ulama dapat memberikan legitimasi politik yang lebih solid, serta menjangkau dukungan di basis pemilih yang lebih luas. Dalam Pemilu 2024, dukungan dari organisasi keagamaan ini terbukti sangat krusial, mengingat peran mereka dalam menggerakkan suara di kalangan masyarakat.

“Kerja sama dengan partai politik lain juga sangat penting. Partai Golkar perlu membuka ruang dialog dan kolaborasi dengan partai-partai yang memiliki visi dan misi sejalan. Termasuk kemungkinan merangkul partai-partai kecil untuk membentuk koalisi yang strategis. Konsolidasi eksternal yang dilakukan akan mampu meningkatkan daya tawar dan posisi Partai Golkar dalam tatanan politik Indonesia yang semakin kompleks,” pungkas Bamsoet. (*)


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Golkar

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Aktivitas GAK Menurun dari Siaga ke Waspada
BERITA FOTO: Kecelakaan di Kemiling Rajabasa
Konflik Houthi-Arab Saudi, Israel Happy
Tiongkok Juara Barongsai International Competition 2026
Indonesia Promosikan Peluang Investasi Hijau dan Digital
Program Perumahan Jadi Motor Pertumbuhan dan Lapangan Kerja
Gubernur Lampung: Film ‘Ageman’ Bukan Sekadar Hiburan, Tapi Edukasi Toleransi dan Budaya Lokal
Guru Ngaji Lampung Siap Sosialisasi Film Ageman 

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:18 WIB

Aktivitas GAK Menurun dari Siaga ke Waspada

Selasa, 22 September 2026 - 11:08 WIB

BERITA FOTO: Kecelakaan di Kemiling Rajabasa

Selasa, 22 September 2026 - 10:49 WIB

Konflik Houthi-Arab Saudi, Israel Happy

Selasa, 22 September 2026 - 10:27 WIB

Tiongkok Juara Barongsai International Competition 2026

Selasa, 22 September 2026 - 10:21 WIB

Indonesia Promosikan Peluang Investasi Hijau dan Digital

Berita Terbaru

Penurunan Status GAK

#indonesiaswasembada

Aktivitas GAK Menurun dari Siaga ke Waspada

Selasa, 22 Sep 2026 - 11:18 WIB

#indonesiaswasembada

BERITA FOTO: Kecelakaan di Kemiling Rajabasa

Selasa, 22 Sep 2026 - 11:08 WIB

Tangkapan layar yang bersumber dari Pusat Media Houthi ini menunjukkan para pejuang Houthi memeriksa jet tempur Arab Saudi yang ditembak jatuh di Provinsi Marib, Yaman, pada 16 September 2026. Kelompok Houthi Yaman pada Rabu (16/9) mengatakan bahwa mereka telah menembak jatuh jet tempur F-15 Arab Saudi di atas Provinsi Marib di Yaman timur laut, ketika konflik antara kedua pihak memasuki tahap baru operasi udara yang intensif dan serangan lintas perbatasan. [Xinhua]

#indonesiaswasembada

Konflik Houthi-Arab Saudi, Israel Happy

Selasa, 22 Sep 2026 - 10:49 WIB

Tim barongsai Guang Xi Xing Lion Troupe of Ting County dari Tiongkok berhasil menjuarai ajang Barongsai International Competition 2026 yang digelar di Mal Ciputra Jakarta pada 20 September 2026. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Tiongkok Juara Barongsai International Competition 2026

Selasa, 22 Sep 2026 - 10:27 WIB


Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun berbicara dalam Forum Peluang Investasi Strategis Indonesia-Tiongkok pada 18 September 2026. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Indonesia Promosikan Peluang Investasi Hijau dan Digital

Selasa, 22 Sep 2026 - 10:21 WIB