Bamsoet Dorong Kemandirian Pengadaan Alutsista Indonesia

Rabu, 9 Maret 2022 | 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo
SURABAYA – Ketua MPR RI menegaskan kebutuhan pertahanan dan keamanan nasional tidak boleh lagi bergantung pada industri dari luar negeri.

Bangsa Indonesia harus mampu mewujudkan kemandirian penyediaan alat utama sistem senjata (Alutsista). Karena, produsen lokal Alutsista terbukti sudah mampu menghasilkan produk berkualitas.

“Perkembangan industri pertahanan dalam negeri harus terus didukung oleh pemerintah. Berkembangnya industri pertahanan bisa memberikan nilai tambah bagi bangsa Indonesia. Baik dari segi tenaga kerja maupun perputaran ekonomi nasional,” ujar Bamsoet saat bertemu Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Nurchahyanto, di Surabaya, Rabu (9/3).

Baca Juga:  Komisi V DPR Desak Audit Kelaikan udara Pesawat ATR 42-500

Bamsoet menuturkan, berdasarkan Undang-Undang No. 16 tahun 2012 tentang Industri Pertahanan, ada dua pelaku utama industri pertahanan, yakni dari BUMN dan swasta. Saat ini setidaknya sudah ada 81 pelaku usaha swasta dalam negeri yang bergerak memproduksi Alutsista TNI. Mulai dari pabrik pembuat kapal, pembuat radio komunikasi, sistem manajemen perang, hingga bom untuk pesawat tempur.

“Harus diakui ketergantungan impor Alutsista Indonesia masih sangat tinggi. Impor bisa dilakukan jika bangsa Indonesia memang tidak mampu memproduksi Alutsista sendiri. Namun kenyataannya, industri pertahanan lokal mampu bersaing dengan produk Alutsista luar negeri,” kata Bamsoet.

Baca Juga:  Hari Desa Nasional 2026, Pemprov Lampung Perkuat Komitmen Membangun Kemandirian Desa

“Anggaran Kementerian Pertahanan naik terus setiap tahunnya. Pada tahun ini Kementerian Pertahanan mendapat alokasi anggaran terbesar dibanding kementerian lainnya, yaitu sebesar Rp 133,9 triliun. Atau naik 13,28 persen bila dibandingkan dengan Rp 118,2 triliun pada outlook APBN 2021. Besarnya anggaran tersebut jangan sampai justru dinikmati oleh produsen Alutsista luar negeri, tetapi harus digunakan mendukung kemandirian industri pertahanan dalam negeri,” pungkas Bamsoet. ##

Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

Berita Terkait

Bunda Literasi Buka Big Event “Out of the Boox” Gudang Buku Keliling 2026
Dukung Rencana Kota Baru, Delapan Desa Jati Agung Sepakat Bergabung ke Bandar Lampung
Kejari Way Kanan – KPKNL Metro Lakukan Penilaian Barang Rampasan Negara Inkracht
Indomaret Depan Gerbang Pemda WK Terbakar
PWI Pusat Anugerahkan Anggota Kehormatan kepada Sultan HB X
HKA dan BTB Bantu Normalisasi Irigasi Bantu Atasi Genangan Air di Jalan Kabupaten Lampung Tengah
Way Kambas Lampung Jadi Prioritas Kerja Sama Konservasi dalam Pertemuan Prabowo–Raja Charles III
Prajurit TNI Temukan Black Box ATR 42-500

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 21:19 WIB

Bunda Literasi Buka Big Event “Out of the Boox” Gudang Buku Keliling 2026

Jumat, 23 Januari 2026 - 21:15 WIB

Dukung Rencana Kota Baru, Delapan Desa Jati Agung Sepakat Bergabung ke Bandar Lampung

Jumat, 23 Januari 2026 - 21:10 WIB

Kejari Way Kanan – KPKNL Metro Lakukan Penilaian Barang Rampasan Negara Inkracht

Jumat, 23 Januari 2026 - 17:23 WIB

Indomaret Depan Gerbang Pemda WK Terbakar

Jumat, 23 Januari 2026 - 09:30 WIB

PWI Pusat Anugerahkan Anggota Kehormatan kepada Sultan HB X

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Indomaret Depan Gerbang Pemda WK Terbakar

Jumat, 23 Jan 2026 - 17:23 WIB

#indonesiaswasembada

PWI Pusat Anugerahkan Anggota Kehormatan kepada Sultan HB X

Jumat, 23 Jan 2026 - 09:30 WIB