Baiknya Hubungan Tiongkok-AS Bagus Buat Perdagangan Global

Selasa, 29 September 2026 | 22:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggelar upacara penyambutan bagi Presiden Tiongkok Xi Jinping, yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke AS, di Gedung Putih, Washington DC, AS, pada 24 September 2026. (Xinhua)

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggelar upacara penyambutan bagi Presiden Tiongkok Xi Jinping, yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke AS, di Gedung Putih, Washington DC, AS, pada 24 September 2026. (Xinhua)

BEIJING-Para pengamat di seluruh dunia mengatakan bahwa hubungan Tiongkok-Amerika Serikat (AS) yang stabil tidak hanya bermanfaat bagi kepentingan kedua negara, tetapi juga kepentingan dunia, dengan memberikan kepastian yang lebih besar bagi perdagangan global.

Kunjungan kenegaraan Presiden Tiongkok Xi Jinping ke AS yang baru saja berakhir telah menghasilkan kemajuan baru dalam upaya membangun hubungan Tiongkok-AS dengan stabilitas strategis yang konstruktif, yang didasarkan pada rasa hormat, keadilan, dan timbal balik.

Dalam pertemuannya dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih pada Kamis (24/9), Xi juga menyerukan agar visi baru untuk membangun hubungan Tiongkok-AS dengan stabilitas strategis yang konstruktif diwujudkan dalam tindakan nyata, serta agar kedua negara besar tersebut menemukan cara yang tepat untuk hidup berdampingan secara harmonis.

“Hal ini sejalan dengan aspirasi bersama komunitas internasional yang mendambakan stabilitas, karena hubungan Tiongkok-AS yang stabil akan membantu menopang perdamaian dan stabilitas global. Hal ini juga akan membantah anggapan bahwa ‘Perangkap Thucydides’ merupakan sesuatu yang tak terhindarkan dalam pengelolaan hubungan Tiongkok-AS,” kata Ong Tee Keat, Presiden Kaukus Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra untuk Asia-Pasifik.

Seiring dengan semakin disadarinya oleh kedua negara besar dunia tersebut, dari waktu ke waktu, bahwa mereka harus saling mengakomodasi dalam dinamika saat ini, koeksistensi damai menjadi titik temu bersama yang perlu mereka junjung tinggi, ujar akademisi Malaysia tersebut.

Baca Juga:  Iran Sebut Supertanker Meledak Usai Hantam Ranjau Laut di Hormuz

Azmi Hassan, peneliti senior di wadah pemikir (think tank) Malaysia, Nusantara Academy for Strategic Research, sependapat dengan hal tersebut. Dia mengatakan bahwa hubungan yang baik antara Tiongkok dan AS tidak hanya akan menguntungkan kedua negara besar tersebut, tetapi juga dunia.

“Hal ini tidak hanya berlaku dalam bidang perdagangan, tetapi juga dalam konteks geopolitik, yang memungkinkan kedua belah pihak dan seluruh dunia memperoleh manfaat,” imbuhnya.

“Saya yakin sangat penting bagi AS dan Tiongkok untuk bergerak ke arah yang positif sebagai mitra, bukan bergerak ke arah yang menjadikan mereka sebagai pihak yang saling bermusuhan,” ujar Kenneth Quinn, presiden emeritus World Food Prize Foundation sekaligus mantan duta besar AS untuk Kamboja.

Quinn (84), yang telah memimpin pertukaran antara Negara Bagian Iowa di AS dan Tiongkok selama beberapa dekade, mengatakan bahwa “tujuan nomor satu” adalah agar hubungan Tiongkok-AS terus mempertahankan “stabilitas strategis yang konstruktif” dan “tidak mengalami volatilitas, naik turun, serta lonjakan besar dalam tarif dan rencana pengenaan tarif.”

Baca Juga:  Bimtek Review SAKIP, Dorong Kinerja Perangkat Daerah

“Presiden Xi benar sekali bahwa menstabilkan hubungan Tiongkok-AS sangatlah penting. Membangun hubungan yang konstruktif akan lebih baik lagi,” tutur Bruce McLaughlin, CEO Sinogie Consulting Group di Australia.

“Kedua belah pihak memperoleh manfaat dari hubungan yang konstruktif, stabil, dan dikelola dengan baik, yang mendorong peningkatan perdagangan dan investasi,” kata McLaughlin.

“Hal yang sangat penting di sini adalah pemerintah AS berhenti memandang perdagangan sebagai persaingan yang bermentalitas menang-kalah (zero-sum), serta mulai menyadari bahwa upaya untuk mencapai manfaat bersama itu mungkin dilakukan,” imbuhnya.

Pertemuan dan pembicaraan langsung antara para pemimpin dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia merupakan kabar baik bagi dunia usaha di mana pun, kata Rhys Roberts, presiden nasional Dewan Bisnis Australia-Tiongkok (Australia China Business Council). “Hal yang paling dihargai oleh dunia usaha adalah prediktabilitas.”

“Komitmen yang dibuat di tingkat pemimpin menjadi sangat berarti ketika diwujudkan dengan pengaturan yang konsisten dan praktis, yang dapat menjadi dasar perencanaan perusahaan. Hal itulah yang akan menjadi perhatian dunia usaha,” tambahnya. []


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Jasper Lance: ‘Ageman’ Membedah Luka Psikologis Intoleransi dan Bullying
Sultan Dorong Model Baru Pembangunan Daerah
Pemukim Israel Rusuh, Halangi Kepulangan Keluarga Palestina
Karhutla, Tim Evakuasi Orang Utan di Palangka
Karang Taruna Got Talent 2026, Saatnya Bakat Lokal Unjuk Prestasi
FKUB Lampung Dukung Film Ageman, Sebut Intoleransi Embrio Radikalisme
Pesawaran Kaji Strategi Optimalisasi PAD dan Pelayanan Publik
Lampung Terus Perkuat Infrastruktur Jalan

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 22:27 WIB

Jasper Lance: ‘Ageman’ Membedah Luka Psikologis Intoleransi dan Bullying

Selasa, 29 September 2026 - 22:10 WIB

Baiknya Hubungan Tiongkok-AS Bagus Buat Perdagangan Global

Selasa, 29 September 2026 - 22:07 WIB

Sultan Dorong Model Baru Pembangunan Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 19:27 WIB

Pemukim Israel Rusuh, Halangi Kepulangan Keluarga Palestina

Selasa, 29 September 2026 - 19:22 WIB

Karhutla, Tim Evakuasi Orang Utan di Palangka

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggelar upacara penyambutan bagi Presiden Tiongkok Xi Jinping, yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke AS, di Gedung Putih, Washington DC, AS, pada 24 September 2026. (Xinhua)

Beijing

Baiknya Hubungan Tiongkok-AS Bagus Buat Perdagangan Global

Selasa, 29 Sep 2026 - 22:10 WIB

Berita TNI

Sultan Dorong Model Baru Pembangunan Daerah

Selasa, 29 Sep 2026 - 22:07 WIB

Warga Palestina memeriksa kerusakan yang disebabkan oleh para pemukim Israel di Masjid Nur al-Din Zanki di Kota Nablus, Tepi Barat, pada 1 September 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Pemukim Israel Rusuh, Halangi Kepulangan Keluarga Palestina

Selasa, 29 Sep 2026 - 19:27 WIB

Foto yang diabadikan menggunakan drone dan disediakan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah (BKSDA Kalteng) dan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Nyaru Menteng dari rangkaian evakuasi pada 25 dan 26 September 2026 ini memperlihatkan seekor orang utan betina yang terjebak asap dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah Katune, Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. (BKSDA Kalteng/BOSF/Xinhua)

Berita Utama

Karhutla, Tim Evakuasi Orang Utan di Palangka

Selasa, 29 Sep 2026 - 19:22 WIB