YERUSALEM-Lebih dari 100 pemukim Israel melakukan kerusuhan sepanjang malam di Desa Jalud, Tepi Barat yang diduduki, dengan membakar properti milik warga Palestina dan menghalangi sebuah keluarga Palestina, yang sebelumnya mengungsi akibat kekerasan yang dilakukan para pemukim, untuk kembali ke rumah mereka, demikian disampaikan militer Israel pada Selasa (29/9).
Kekerasan tersebut pecah saat pasukan keamanan Israel berupaya mengembalikan keluarga Tubasi ke rumah mereka, ungkap pihak militer dalam sebuah pernyataan. Sebuah pengumuman di media sosial yang beredar sebelumnya menyerukan kepada para pemukim untuk datang ke Jalud dan menentang kepulangan keluarga tersebut.
Para pemukim memblokir jalan, membakar ban, dan melemparkan batu ke arah pasukan keamanan, sehingga menyebabkan tiga petugas polisi perbatasan mengalami luka ringan, kata militer itu. Rumah keluarga Tubasi serta bangunan, kendaraan, dan properti lainnya dibakar.
Dua tersangka warga Israel Ditahan
Keluarga Tubasi meninggalkan rumahnya pada Juli setelah berulang kali mengalami pelecehan dan kekerasan dari para pemukim. Mahkamah Agung Israel telah memerintahkan militer dan kepolisian untuk memfasilitasi kembalinya keluarga tersebut dengan aman serta memberikan perlindungan, namun pihak militer menyatakan bahwa kekerasan pada Senin (28/9) malam waktu setempat menghalangi penyelesaian operasi tersebut.
Kekerasan yang dilakukan para pemukim terhadap warga Palestina telah melonjak di seluruh wilayah Tepi Barat yang diduduki, dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatatkan lebih dari 1.380 insiden terkait pemukim dalam tujuh bulan pertama 2026. Pemantau PBB juga telah mendokumentasikan serangan-serangan di mana pasukan Israel mendampingi para pemukim, ikut berpartisipasi dalam melakukan kekerasan, atau gagal melakukan intervensi.[]
Penulis : Heri Suroyo
Editor : Rudi Alfian
Sumber Berita : Jakarta
















