Laporan: Anis
BANDARLAMPUNG – DPP Aspirasi Rakyat (Aspira) Provinsi Lampung menuding ada korupsi dibeberapa penyedia pekerjaan di pemerintah. Tudingan Aspira dialamatkan satu diantarnya kepada Kanwil Kementrian Agama Provinsi Lampung.
Aspira dalam rilisnya teah melakukan
Survei dan Monitoring pada kegiatan Infrastruktur yang bersumber dari APBN, PEN, dan APBD wilayah Provinsi Lampung.
Ketua Aspira, Ashari Hermansyah mencatat pekerjaan Infrastruktur dilingkungan Kementerian Agama Wilayah Provinsi Lampung, sumber APBN 2022 diantaranya : Survei dan monitoring, Fisik Pagar, Lokasi Kabupaten Pringsewu, Nilai proyek Rp 737.277.392,Pelaksana CV.TP.
Survei dan monitoring, Pembangunan Gd.balai nikah dan manasik haji KUA. Kec. Pagelaran, Kabupaten Pringsewu dengan nilai : 770.746.568, Pelaksana : PGM.
Survei dan monitoring, Pembangunan Gd.Balai Nikah dan Manasik Haji Lokasi Kecamatan Metro Kibang Kabupaten Timur dengan Nilai : 799.805.599, Pelaksana : CV.BMS. Survei dan monitoring di Pembangunan KUA SBSN Kecamatan Kedondong kabupaten Pesawaran dengan nilai : 871.944.849, Pelaksana : BNJ.
Survei dan monitoring , Pembangunan Gedung Kelas Baru Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kabupaten Pesawaran dengan anggaran 1.875.746.366, Pelaksana : BAJ. Survei dan monitoring , Pembangunan Gedung Kelas Baru Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Tanggamus Kabupaten Tanggamus dengan nilai proyek 1.979.444.673. Pelaksana : CV.FAM.
Survei dan monitoring, Pembangunan Gedung Asrama Siswa Tipe 1 MAN IC Lampung di Kabupaten Timur, Deng nilai : 2.582.342.906, Pelaksana : CV.AKP. Survei dan monitoring, Pembangunan Gedung Mess Guru MAN IC Lampung Timur, Lokasi Kabupaten lampung Timur degan nilai : 782.474.312, Pelaksana : CV.GK.
Dari sejumlah pekerjaan di atas, Ashari, Ketu Aspira menyimpulkan, patutu diduga terjadi penyimpangan pada pekerjaan di lingkungan Kemenag diantaranya pada pasangan tulangan pembesian yang tidak sesuai spesifikasi; tebal selimut beton , foot plat, plat lantai, kolom beton, sloof beton dan balok beton dan lainnya.
Oleh karenanya Ashari meminta berbagai pihak untuk melakukan pengawasan, mengingat angaran yang digunakan berasal dari rakyat, dan menyangkut keselamatan banyak pihak.
Terkait catatan yang dimunculkan Aspira, Kakanwil Kemenag, Puji Raharjo terkait tudingan ini menyatakan, terimakasih atas evaluasi yang dilakukan. Hanya, mekanisme dan prosedur pekerjaan menurutnya masih sesuai dengan aturan yang dipedomani.
Ditambahkan Puji, pihaknya menerima masukan dari masyarakat, bagaimanapun situasinya. Yang penting dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tidak mengada-ngada.##
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.