Arinal Jemput Takdir Lewat PDIP, Golkar Bermasalah!?

Rabu, 28 Agustus 2024 | 08:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AKAN jadi masalah manakala Arinal Djunaidi, maju pilgub 2024.  Ketua Partai Golkar ini menjemput tadirnya. Akankan peristiwa Airin di Banten berulang di Lampung?.

Arinal bisa ikut, bisa tidak menghantarkan RMD-Jihan ke KPU besok. Kedua, Arinal berfikir berbanding terbalik dengan kebijakan partai dan Ketiga akan terjadi perubahan kepengurusan partai Golkar Provinsi Lampung.

Wakil Sekretaris DPD Golkar Lampung, Herwan Saleh menyatakan, tiga persoalan diatas tak dapat dihindari. Dan harus disikapi oleh partai dan Arinal.

Soal hadir atau tidak hadir pada saat pendaftaran RMD-Jihan; sudah diatur di KPU. Jika tidak hadir disertai keterangan ketidak hadiran, bisa di VC, bisa juga yang hadir dan menandatangani ketua sekretaris atau sebutan lain sepanjang mendapatkan mandat resmi dari DPP partai.

Baca Juga:  Gubernur Mirza Raih Grand BAZNAS Awards 2026

Soal apakah Arinal berbeda dengan partai? Herwan menegaskan, dalam berpartai semua berproses. Bisa saja kasus Airin di Banten berulang di Lampung.

Ketiga, bisa saja terjadi jika komunikasi politik deadlock. Partai Golkar, menurut mantan Ketua DPD Partai Golkar Tulangbawang ini matang menghadapi badai.

Terkait terjadinya perjodohan antara Arinal-Sutono, ini semua terjadi mengikuti takdir. Arinal masih berharap memimpin Lampung lima tahun mendatang.

Baca Juga:  Tujuh Negara Berminat jadi Tuan Rumah Olimpiade 2036

Lebihlanjut dijelaskan, selain diperbolehkan UU, Arinal memiliki semangat menjaga demokrasi pada koridornya. Kalau RMD-Jihan melawan kotak kosong, gak seru, ujar Ketua Organda Tulangbawang ini 28 Agustus 2024.

Diinfokan Herwan, pagi ini Arinal dan Sutono bersama kembali ke Lampung menggunakan pesawat pagi untuk mempersiapkan segalanya. ##

Notes: Judul dalam berita ini telah dilakukan perbaikan guna kenyamanan semua. Tabik


Penulis : Anis


Editor : Anis


Sumber Berita : Golkar

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok
Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?
782 Anak Terpapar Radikalisme: DPRD Lampung Ingatkan Bahaya Doktrinasi Muda
Mantan PM Malaysia Najib Razak Kembali ke Penjara
Trump Tunjuk Stephen Miller jadi Kepala Staf Gedung Putih
Raksasa Undustri Kertas Indonesia, Pamerkan Inovasi Hijau di CIIE
Netty Prasetyani Soroti Modus Narkotika di Cairan Vape
Siarkan Sidang Terbuka, Setjen DPR Sabet State Institution Award CNN 2026

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 22:55 WIB

Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok

Sabtu, 7 November 2026 - 22:03 WIB

Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?

Sabtu, 7 November 2026 - 21:45 WIB

782 Anak Terpapar Radikalisme: DPRD Lampung Ingatkan Bahaya Doktrinasi Muda

Sabtu, 7 November 2026 - 20:14 WIB

Mantan PM Malaysia Najib Razak Kembali ke Penjara

Sabtu, 7 November 2026 - 20:10 WIB

Trump Tunjuk Stephen Miller jadi Kepala Staf Gedung Putih

Berita Terbaru

Yustian Rovi Alfiansah menghadiri Forum Kerja Sama Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Internasional (International Science and Technology Innovation Cooperation Forum/ISTICF) dan Konferensi Inovasi Teknologi Laut Dalam (Deep-Sea Technology Innovation Conference/DSTIC) Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan 2026, yang merupakan edisi keempat, di Sanya, Provinsi Hainan, Tiongkok selatan, pada 4 November 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok

Sabtu, 7 Nov 2026 - 22:55 WIB

Infografis ini menampilkan ketersediaan psikiater dan psikolog klinis di Indonesia. Data nasional per 1 September 2026 bersumber dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI), sedangkan sebaran per provinsi bersumber dari kajian Info Singkat DPR RI (Oktober 2023). (Xinhua)

Berita Utama

Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?

Sabtu, 7 Nov 2026 - 22:03 WIB

Mantan perdana menteri (PM) Malaysia Najib Razak (pertama dari kiri) terlihat di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 22 Desember 2025. Mantan PM Malaysia Najib Razak gagal dalam upaya bandingnya untuk dipindahkan ke tahanan rumah setelah Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur menolak permohonannya pada hari itu. (Bernama/Xinhua)

Berita Utama

Mantan PM Malaysia Najib Razak Kembali ke Penjara

Sabtu, 7 Nov 2026 - 20:14 WIB

Berita Utama

Trump Tunjuk Stephen Miller jadi Kepala Staf Gedung Putih

Sabtu, 7 Nov 2026 - 20:10 WIB