Trump Takut Kalah Saing di Antariksa, Paksa Perusahaan AS Tarik Diri dari KTT Paris

Sabtu, 12 September 2026 | 04:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perusahaan Antariksa AS Dipaksa Tarik Diri, Takut Kalah Saing

Perusahaan Antariksa AS Dipaksa Tarik Diri, Takut Kalah Saing

PARIS-Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Antariksa Internasional (International Space Summit) pertama dibuka pada Rabu (9/9), dengan hampir 120 delegasi asing membahas masa depan luar angkasa, mulai dari keamanan dan regulasi hingga pengembangan komersial. Namun, beberapa perusahaan luar angkasa besar Amerika Serikat (AS) tidak hadir setelah dilaporkan mendapat tekanan dari pemerintah AS. Trump takut kalah saing di antariksa.

Penarikan diri perusahaan-perusahaan tersebut mencerminkan persaingan yang semakin besar dalam industri antariksa, di mana Washington berupaya mempertahankan superioritas AS di luar angkasa, sementara Eropa berupaya memperoleh otonomi yang lebih besar.

Penarikan Diri dan Dibawah Tekanan

SpaceX, Blue Origin, produsen roket Stoke Space, dan perusahaan rintisan (startup) pusat data antariksa Starcloud telah memberi tahu otoritas Prancis terkait pembatalan partisipasi mereka dalam KTT tersebut, kata seorang pejabat dari kementerian antariksa Prancis.

Politico sebelumnya melaporkan bahwa Kantor Kebijakan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Office of Science and Technology Policy/OSTP) Gedung Putih telah mendesak beberapa perusahaan antariksa AS untuk tidak menghadiri acara tersebut, seraya memperingatkan bahwa partisipasi itu dapat dipandang sebagai dukungan terhadap posisi kebijakan Eropa.

Pejabat OSTP mengatakan kepada para perwakilan industri bahwa Prancis tidak berkoordinasi dengan AS terkait KTT itu, menuduh Prancis melakukan “praktik antipersaingan,” dan menyampaikan bahwa panel-panel diskusi dalam acara itu tidak dirancang untuk memasukkan perspektif Amerika serta dapat melemahkan upaya industri AS, demikian menurut sumber-sumber Politico.

Seorang juru bicara Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Antariksa Prancis berkata, “Kami tentu saja ingin terus bekerja sama dengan mitra dan sekutu kami di AS, meskipun perubahan arah strategis dan tekanan politik terkadang membuat tugas ini menjadi rumit tanpa alasan yang perlu.”

Baca Juga:  Benahi Tata Niaga Beras, Gubernur Mirza Dorong KDMP Terintegrasi dengan Perpadi dan Perbankan

“Amerika tidak hanya disambut baik, kami ingin kalian hadir di sana,” kata Philippe Baptiste, menteri antariksa Prancis, di platform X. “Jangan takut terhadap multilateralisme,” lanjutnya.

Xavier Pasco, direktur Foundation for Strategic Research, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan lembaga penyiaran publik Belgia, RTBF, pada Rabu bahwa ketidakhadiran perusahaan-perusahaan besar AS dipengaruhi oleh faktor politik, karena Uni Eropa (UE) sedang mempersiapkan Undang-Undang Antariksa (Space Act).

Undang-undang baru itu akan menetapkan kerangka kerja untuk tata kelola kegiatan antariksa, dan AS juga ingin memiliki andil dalam penetapan aturan baru tersebut. “Oleh karena itu, terdapat aspek konfrontasi simbolis,” ujar Pasco.

“Antariksa terdampak oleh pergolakan geopolitik,” tutur Thomas Pesquet, astronaut Prancis yang menjadi utusan khusus Macron untuk KTT tersebut, dalam wawancara dengan saluran televisi Prancis TF1 pada Selasa (8/9).

Persaingan Antariksa

Penarikan diri tersebut terjadi tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengunggah sebuah gambar di platform Truth Social yang bertuliskan “The Moon is Ours” (Bulan Adalah milik Kita) di samping bendera AS.

Pada Desember 2025, Trump menandatangani perintah eksekutif bertajuk “Memastikan Superioritas Amerika di Antariksa” (Ensuring American Space Superiority) yang menyerukan agar AS kembali mengirimkan warganya ke Bulan pada 2028, meletakkan landasan bagi pengembangan ekonomi di Bulan dan mempersiapkan perjalanan menuju Mars.

Eric Berger, editor senior bidang antariksa di Ars Technica, mengatakan bahwa salah satu motivasi penarikan diri perusahaan-perusahaan AS tersebut adalah karena para pejabat kebijakan AS memandang industri antariksa komersial sebagai salah satu kekuatan utama Amerika yang harus dilindungi.

Seorang pejabat perusahaan antariksa yang menghadiri KTT tersebut mengaitkan penarikan diri itu dengan sikap Trump terhadap Eropa dan Macron. “Ini sangat khas Trump,” ungkap pejabat tersebut. “Trump suka meremehkan orang-orang Eropa … dan terlebih lagi Macron, yang entah bagaimana mewakili ‘kepemimpinan’ Eropa.”

Baca Juga:  Korban Tewas Gempa Bumi Kolombia Jadi 287 Orang

Pada saat yang sama, Prancis dan negara-negara Eropa lainnya sedang berupaya memperkuat kemampuan antariksa Eropa sendiri dan mengurangi ketergantungan pada AS.

“Sisi positifnya adalah kami sedang mendiversifikasi kemitraan kami di seluruh dunia, berinvestasi dalam industri antariksa kami. Ini bukan soal memisahkan diri, melainkan melihat apa yang bisa kami lakukan bersama mitra lain,” tutur seorang pejabat antariksa.

Christophe Grudler, seorang anggota Parlemen Eropa asal Prancis yang turut menyusun Undang-Undang Antariksa UE, mengatakan bahwa jika para pemain lain di sektor antariksa menunjukkan “sikap yang lebih kooperatif,” mereka “tentu saja akan mendapat nilai plus.”

Salah satu bidang yang menjadi sumber ketegangan adalah komunikasi satelit. Edward Northmore menulis di Tech Times bahwa program satelit IRIS² UE merupakan salah satu alasan mengapa OSTP menuduh Prancis melakukan “praktik antipersaingan.” Dia mengatakan bahwa upaya Eropa untuk memperkuat kedaulatan di bidang satelit dapat menjadi tantangan komersial bagi posisi SpaceX di pasar layanan pita lebar (broadband) berbasis satelit.

Seorang CEO perusahaan satelit mengatakan kepada Politico bahwa “dua isu utama yang dipertaruhkan memang berkaitan dengan akses terhadap dua sumber daya yang terbatas, yakni orbit dan spektrum, dalam konteks di mana SpaceX memiliki kebijakan dominasi penuh atas keduanya.”

“Oleh karena itu, tidak mengherankan jika Eropa ingin fokus pada bidang ini, dan tidak mengherankan pula jika pemerintah AS meresponsnya dengan melakukan aksi boikot,” tambah CEO tersebut.


Penulis : Nara J Afkar


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping Dorong Kerja Sama Global South
IRGC Iran Sebut Hantam Drone Laut AS di Selat Hormuz
Israel Mengaku Hancurkan Infrastruktur Hizbullah
Gubernur Mirza Dorong FKLPID Jadi Penghubung Tenaga Kerja dan Dunia Industri
GAK Tak Terdeteksi Erupsi, Hujan Turun, Pemprov Lampung Perkuat Kesiapsiagaan
Lampung Dorong Hilirisasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Zulhas : Pemerintah Siapkan Bantuan Pangan Dan Beras Subsidi Hadapi Kemarau
Hujan Perdana Setelah Kemarau, Bandar Lampung Diselimuti Kesejukan

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 04:19 WIB

Trump Takut Kalah Saing di Antariksa, Paksa Perusahaan AS Tarik Diri dari KTT Paris

Jumat, 11 September 2026 - 18:54 WIB

Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping Dorong Kerja Sama Global South

Jumat, 11 September 2026 - 18:43 WIB

IRGC Iran Sebut Hantam Drone Laut AS di Selat Hormuz

Jumat, 11 September 2026 - 18:40 WIB

Israel Mengaku Hancurkan Infrastruktur Hizbullah

Jumat, 11 September 2026 - 16:12 WIB

Gubernur Mirza Dorong FKLPID Jadi Penghubung Tenaga Kerja dan Dunia Industri

Berita Terbaru

Xi Jinping

#indonesiaswasembada

Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping Dorong Kerja Sama Global South

Jumat, 11 Sep 2026 - 18:54 WIB

Orang-orang menghadiri upacara pemakaman seorang komandan Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC), yang tewas akibat serangan AS-Israel, di Teheran, Iran, pada 1 April 2026. (Xin)

#indonesiaswasembada

IRGC Iran Sebut Hantam Drone Laut AS di Selat Hormuz

Jumat, 11 Sep 2026 - 18:43 WIB

Warga Israel Tinggalkan Israel Capai 270.000 Orang [Xin]

#indonesiaswasembada

Israel Mengaku Hancurkan Infrastruktur Hizbullah

Jumat, 11 Sep 2026 - 18:40 WIB

#indonesiaswasembada

Gubernur Mirza Dorong FKLPID Jadi Penghubung Tenaga Kerja dan Dunia Industri

Jumat, 11 Sep 2026 - 16:12 WIB