Akui Kesalahan Pembangunan Jalan Onderlagh, Mantan Kades Pekurun Madian Siap Benahi Pekerjaan

Rabu, 25 Oktober 2023 | 12:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Rudi Alfian

LAMPUNG UTARA – Terkait dugaan praktek korupsi pada pengerjaan pembangunan infrastruktur jalan usaha tani di desa Pekurun, mantan Kades Pekurun, Madian akhirnya angkat bicara.

Dirinya membenarkan pada pekerjaan jalan onderlagh yang dimaksud pada pemberitaan sebelumnya memang terjadi kesalahan pada teknis pengerjaan dilapangan. Mulai dari tidak adanya pasir dasar, hingga pembersihan badan jalan yang dilakukan seadanya oleh pekerja tanpa menggunakan alat berat.

“Iya lagi mau dirapihkan kembali. Soalnya saya ini lagi sibuk kesana-kemari. Kerjaan itu ada di dua titik, dengan panjang hampir 800 meter. Kerjaan itu belum saya cek karena sibuk, betul memang tidak ada pasir dasar, dan tunggul pohon memang belum dibuang karena alat berat tidak dianggarkan di APBDes, tapi lagi mau diolah dulu, nanti saya rapihkan kembali,” kata Madian, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon selulernya, Rabu, (25/10).

Dirinya juga mengatakan secepatnya akan dilakukan penggilingan batu oleh alat berat. Sebab pekerjaan tersebut masih dalam tahap pengerjaan.

“Lagi mau digiling, masih dalam pekerjaan. Siap dinda nanti saya cek, dan siap dibagusin pemasangannya. Pulang dari rumah sakit saya cek dulu” ujarnya.

Selang beberapa menit, awak media dihubungi seseorang yang mengaku sebagai kerabat mantan Kades, Madian. Dirinya meminta agar tidak lagi diberitakan pekerjaan jalan onderlagh tersebut.

Baca Juga:  Bupati Ela Hadiri Undangan Stadium General dan Rakor KONI Kabupaten Lampung Timur 

“Itu kakak saya, dimana kita bisa bertemu, nanti kita ngobrol empat mata. Itu bukan enggak ada pasir dasarnya, pasirnya masih dipesan. nanti kalau sudah sampai, akan disiram,” kata kerabat mantan kades.

Sebelumnya diberitakan, pembangunan Infrastruktur Jalan Usaha Tani onderlagh yang berada di desa Pekurun Kecamatan Abung Pekurun Kabupaten Lampung Utara (Lampura) sarat praktek korupsi yang dilakukan oleh oknum mantan Kades setempat.

Dugaan praktek korupsi yang dilakukan pada peningkatan infrastruktur jalan di desa tanpa pemasangan pasir dasar sepanjang pengerjaan jalan. Bahkan pada penghamparan batu, tidak dilakukan secara aturan teknik konstruksi, seperti yang ada dilapangan penghamparan batu ukuran 10-15 CM yang tidak berdiri dan sisi tidak berhimpitan serta tidak beraturan.

Selain itu, pada pekerjaan pemasangan batu kancing atau pengunci ukuran 4/7 CM diduga tidak dilaksanakan, terlihat secara kasat mata masih ditemukan banyak ruang tersisa pada konstruksi jalan onderlagh dimaksud. Termasuk pada pekerjaan batu tepi yang diduga dikerjakan tanpa dilakukan penggalian sepenuhnya, sehingga ditakutkan pemasangan batu tepi tidak akan kokoh konstruksinya.

Baca Juga:  HAJI 2026: Suhu 45-46’, Jamaah Merokok Jangan Egois

Pekerjaan itu diperparah lagi dengan tidak dilakukan pembersihan badan jalan. Diketahui dilokasi pekerjaan semua pangkal (tunggul) pohon dengan akar yang masih tertanam di tengah-tengah badan jalan yang langsung di timpa dengan susunan batu belah. Bahkan hingga kini, hamparan batu disana belum juga dilakukan penggilingan oleh alat berat.

Pekerjaan yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2023 tahap I menghabiskan anggaran hingga Rp193,040 juta itu hingga kini belum juga rampung, meski anggaran telah direalisasikan sepenuhnya dan dikantongi oleh mantan Kades Madian yang kini tengah sibuk mengikuti tahapan konstelasi politik di Bumi Ragem Tunas Lampung.

Menurut sumber terpercaya media ini, pekerjaan tersebut sudah dikerjakan sejak beberapa bulan lalu sebelum Pilkades serentak dimulai. Dalam pengerjaannya pun program padat karya tunai didesa tersebut diduga tidak berjalan maksimal.

Pekerjaan yang semestinya harus selesai sebelum Madian purna tugas itu, namun hingga kini pekerjaan itu dianggap terbengkalai begitu saja. Kades Paiman bersama warga setempat sangat menyayangkan sikap mantan Kades yang seolah menyepelekan program pembangunan di desa, bahkan pihak Pemdes setempat telah melayangkan surat teguran untuk segera menyelesaikan pekerjaan pembangunan infrastruktur jalan disana.##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Delapan Anggota TPNPB-OPM Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi
Salah Dua Peroleh PAD, gak Ambil Upah Pungut, APBD Rasional
Salah Satu Cara Genjot Perolehan PAD
WTP 12 Kali, Gubernur: Bukti Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel
Gubernur Mirza Beri Apresiasi atas Dedikasi dalam Mendukung Pembangunan Lampung
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Pimpin Rapat Pengembangan Ekonomi Daerah
Pemprov Lampung Dorong Optimalisasi PAD dan Penertiban Retribusi Infrastruktur Telekomunikasi
Fatikhatul Khoiriyah dan Agus Sulistio Dipercaya Pimpin DPC PKB Lampung Utara Periode 2026–2031

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:38 WIB

Delapan Anggota TPNPB-OPM Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:38 WIB

Salah Dua Peroleh PAD, gak Ambil Upah Pungut, APBD Rasional

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:07 WIB

Salah Satu Cara Genjot Perolehan PAD

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:28 WIB

WTP 12 Kali, Gubernur: Bukti Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:24 WIB

Gubernur Mirza Beri Apresiasi atas Dedikasi dalam Mendukung Pembangunan Lampung

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Delapan Anggota TPNPB-OPM Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

Sabtu, 13 Jun 2026 - 19:38 WIB

oplus_2

#indonesiaswasembada

Salah Dua Peroleh PAD, gak Ambil Upah Pungut, APBD Rasional

Sabtu, 13 Jun 2026 - 06:38 WIB

#indonesiaswasembada

Salah Satu Cara Genjot Perolehan PAD

Sabtu, 13 Jun 2026 - 06:07 WIB

#indonesiaswasembada

WTP 12 Kali, Gubernur: Bukti Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

Jumat, 12 Jun 2026 - 21:28 WIB