Akademisi Lampung Dilatih Membangun Personal Branding

Sabtu, 2 Juli 2022 | 13:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Yulizar

BANDAR LAMPUNG – Asosiasi Akademisi Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (ASASI) menggelar workshop Personal Branding dan Penulisan Opini di Media Massa di Hotel G Shariah, Bandar Lampung, Sabtu, (2/7). Kegiatan itu bertujuan mendorong para dosen untuk membangun citra diri kepada publik melalui tulisan di media massa.

Acara tersebut menghadirkan dua pemateri, yakni seorang penulis dan juga Dosen UIN Raden Intan Lampung, Fathul Muin, dan pemateri dari Jakarta, Fithra Faisal. Sedangkan peserta sebanyak 60 orang yang terdiri dari berbagai kampus di Provinsi Lampung.

Ketua Asasi Lampung, Ahmad Firzal, dalam sambutannya mengatakan, tujuan kegiatan tersebut adalah untuk membangun personal branding para akademisi. Menurutnya, akadmisi idealnya memiliki keterampilan dalam menulis. Sehingga, karya yang dihasilkan tidak hanya jurnal ilmiah melainkan juga karya ilmiah popular di media massa.

Baca Juga:  Ombudsman RI Mulai Penilaian Tahun 2026 di Lampung

“Harapan kita kedepan makin banyak akademisi di Lampung yang gemar menulis di media massa,” kata Irzal.

Pada sesi pertama dimoderatori Dr. Triono, dengan narasumber Fathul Muin. Dalam paparannya, Fathul Muin membangkitkan semangat peserta pelatihan untuk giat menulis. Sebab, setiap kebaikan, khususnya kerja-kerja akademisi harus diketahui publik. Menulis adalah kegiatan terhormat kaum intelektual. “Kalau akademisi tidak menulis maka orang tidak akan tahu gagasan kita. Menulis adalah pekerjaan untuk keabadian,” kata Muin yang juga mantan wartawan Lampung Post tersebut.

Baca Juga:  Mengintip Kemeriahan HUT RI di Lhokseumawe

Dalam sesi dua, bertindak sebagai narasumber, Dr. Fithra Faisal dengan moderator Dr. Yahya. Dalam pemaparannya, Fithra menjelaskan, masyarakat Indonesia memiliki kecendrungan membaca karya ilmiah popular, ketimbang jurnal (paper). Maka dari itu, para akdemisi harus memiliki skil dalam menulis. Hal ini agar tulisan kita bisa dimuat di media massa dan bisa dibaca oleh seluruh kalangan.

“Kalau menulis jurnal mungkin bisa dan biasa, nah menulis opini ini harus menjadi kebiasaan dosen. Kita bisa memulai dengan hal-hal yang biasa dan terjadi di sekitar kita, kemudian kita mengaitkan hal-hal tersebut dengan isu-isu yang sedang hangat,” kata Mantan Jubir Kementerian Perdagangan tersebut. (*)

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Israel Serang Pangkalan Udara Suriah, Ancam Turkiye
Gubernur Mirza Perkuat Infrastruktur Sekolah
Mahasiswa KKN Beri Edukasi Penggunaan Gadget Secara Bijak di SDN 2 Campang Raya
Israel Berlakukan Jam Malam bagi 40.000 Warga Palestina
Revolusi Raja dan Rakyat, dari Sahara ke Jakarta
Pengamat Dorong Pemerintah Bentuk Lembaga Ad Hoc Penanganan Bencana
HUT Ke-81; KCIC Gelar ‘Jabar Istimewa’
Pilrek Unila; Ada yang Belum Daftar, Sudah Mundur

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:45 WIB

Israel Serang Pangkalan Udara Suriah, Ancam Turkiye

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:00 WIB

Gubernur Mirza Perkuat Infrastruktur Sekolah

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:55 WIB

Mahasiswa KKN Beri Edukasi Penggunaan Gadget Secara Bijak di SDN 2 Campang Raya

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:42 WIB

Israel Berlakukan Jam Malam bagi 40.000 Warga Palestina

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:29 WIB

Revolusi Raja dan Rakyat, dari Sahara ke Jakarta

Berita Terbaru


Sejumlah ambulans terlihat di jalur masuk Kota Koayiah di Daraa, Suriah selatan, pada 25 Maret 2025. Enam warga sipil tewas dan beberapa lainnya luka-luka setelah pasukan Israel menggempur Kota Koayiah di Daraa pada Selasa (25/3), demikian menurut otoritas urusan luar negeri Suriah. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Israel Serang Pangkalan Udara Suriah, Ancam Turkiye

Kamis, 20 Agu 2026 - 23:45 WIB

GUbernur Mirza di Lampung Tengah bincang terkait infrastruktur sekolah [Na]

#indonesiaswasembada

Gubernur Mirza Perkuat Infrastruktur Sekolah

Kamis, 20 Agu 2026 - 22:00 WIB

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 13 Agustus 2026 ini memperlihatkan permukiman Ganim di Tepi Barat. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Israel Berlakukan Jam Malam bagi 40.000 Warga Palestina

Kamis, 20 Agu 2026 - 17:42 WIB

#indonesiaswasembada

Revolusi Raja dan Rakyat, dari Sahara ke Jakarta

Kamis, 20 Agu 2026 - 15:29 WIB