Airlangga Hartarto Mesti Cermat Sikapi Dinamika Internal KIB dan Golkar

Rabu, 3 Agustus 2022 | 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA – Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) masih belum sepenuhnya solid, karena cenderung masih menunggu dan melihat perkembangan kondisi politik ke depan. Begitu juga dengan dinamika di internal Partai Golkar masih sangat kuat, sehingga berpotensi mengancam masa depan kepemimpinan Ketua Umum Airlangga Hartarto.

Hal itu disampaikan oleh Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Cecep Hidayat dan Pengamat Politik Ahmad Khoirul Umam secara terpisah pada Rabu (3/8).

“Jadi KIB sendiri masih belum solid saya kira. Dia masih wait and see kecenderungan-kecenderungan politik yang terjadi ke depan,” ujar Cecep.

Golkar saat ini mengajukan nama Ketum Golkar Airlangga Hartarto sebagai calon presiden pada Pilpres 2024. Meski demikian, Cecep menduga Golkar bisa saja berubah jelang pendaftaran capres-cawapres pada Pilpres 2024. Di sisi lain, PAN menyebut semua ketum umum partai di KIB memiliki peluang sama sebagai capres.

Cecep menilai wajar jika Golkar akan mengambil banyak porsi dalam penentuan calon yang akan diusung KIB dalam Pilpres 2024, sebagai partai anggota koalisi dengan suara tertinggi pada Pileg 2019.

Baca Juga:  Habib Aboe di Forum AIPA Caucus: ASEAN Perlu Peringatan Dini Digital untuk Jaga Perdamaian Kawasan

“Jadi kalau pun sekarang muncul, dari tiga partai itu, peraih suara tertinggi kan Golkar. Mau tak mau, biasanya partai yang lebih banyak yang mengajukan sebagai calon,” tambahnya.

Sementara itu, Khoirul Umam mengatakan, dinamika di internal Partai Golkar masih sangat kuat, sehingga berpotensi mengancam masa depan kepemimpinan Ketua Umum Airlangga Hartarto termasuk juga konstelasi politik di KIB.

“Golkar merupakan partai politik yang dihuni oleh berbagai macam gerbong kekuatan politik yang tidak tunggal. Akibatnya, masing-masing kekuatan akan saling mengintai dan saling serang,“ tegas Umam hari ini.

Ia menyontohkan pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo menegaskan bahwa Airlangga adalah capres pilihan dari Partai Golkar. Namun menurut Umam, ucapannya ini bisa mengunci Airlangga.

“Dalam konteks ini, statemen Bamsoet tentang pencapresan Airlangga ini merupakan strategi untuk mengunci langkah Airlangga yang sebenarnya sedang menjalankan “time buying strategy” untuk menantikan dinamika hubungan Istana Presiden & PDIP dalam mencapreskan Ganjar Pranowo,” ungkap Umam.

Bamsoet, kata dia, melihat bahwa kubu Airlangga dan KIB yang mulai menarasikan pencapresan dan pencawapresan dari internal partai. Jika pencapresan Airlangga dipaksakan, hal itu akan berdampak pada soliditas KIB sendiri.

Baca Juga:  Kompolnas RI Lakukan Penilaian 'Kompolnas Awards 2026'

Sebab, lanjut Umam, partai papan tengah seperti PAN dan PPP cenderung tidak berani memainkan strategi politik yang spekulatif. Mereka cenderung akan berpihak pada koalisi yang memiliki kemungkinan menang lebih besar.

Dosen Universitas Paramadina Jakarta ini menambahkan, Jika tidak memiliki Capres – Cawapres yang kompetitif, partai-partai papan tengah itu tidak akan mendapatkan coat-tail effect yang optimal, dan berpotensi membuat mereka terdegradasi dari Parliamentary Threshold 4% yang menghantui mereka, khususnya PAN dan PPP.

“Jika akhirnya Airlangga salah langkah, hal itu akan menjadi celah bagi Bamsoet untuk mengkudeta kepemimpinan Airlangga. Karena itu kubu Airlangga harus mengantisipasi kondisi ini,” tegas Umam lagi.

Sekarang tinggal bagaimana Airlangga mempergunakan kepemimpinannya untuk menjaga stabilitas internal partainya. Di saat yang sama, Airlangga juga harus mematangkan strategi politiknya, agar tidak salah langkah. Jika sampai salah langkah, ada kekuatan lain yang sudah menunggu untuk menantang kepemimpinannya. ##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Gubernur Mirza Perkuat Infrastruktur Sekolah
Mahasiswa KKN Beri Edukasi Penggunaan Gadget Secara Bijak di SDN 2 Campang Raya
Israel Berlakukan Jam Malam bagi 40.000 Warga Palestina
Revolusi Raja dan Rakyat, dari Sahara ke Jakarta
Pengamat Dorong Pemerintah Bentuk Lembaga Ad Hoc Penanganan Bencana
HUT Ke-81; KCIC Gelar ‘Jabar Istimewa’
Pilrek Unila; Ada yang Belum Daftar, Sudah Mundur
DPR Mendesak Pemerintah Selamatkan 9 Anak Yang Disandera OPM

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:00 WIB

Gubernur Mirza Perkuat Infrastruktur Sekolah

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:55 WIB

Mahasiswa KKN Beri Edukasi Penggunaan Gadget Secara Bijak di SDN 2 Campang Raya

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:42 WIB

Israel Berlakukan Jam Malam bagi 40.000 Warga Palestina

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:29 WIB

Revolusi Raja dan Rakyat, dari Sahara ke Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Pengamat Dorong Pemerintah Bentuk Lembaga Ad Hoc Penanganan Bencana

Berita Terbaru

GUbernur Mirza di Lampung Tengah bincang terkait infrastruktur sekolah [Na]

#indonesiaswasembada

Gubernur Mirza Perkuat Infrastruktur Sekolah

Kamis, 20 Agu 2026 - 22:00 WIB

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 13 Agustus 2026 ini memperlihatkan permukiman Ganim di Tepi Barat. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Israel Berlakukan Jam Malam bagi 40.000 Warga Palestina

Kamis, 20 Agu 2026 - 17:42 WIB

#indonesiaswasembada

Revolusi Raja dan Rakyat, dari Sahara ke Jakarta

Kamis, 20 Agu 2026 - 15:29 WIB

#indonesiaswasembada

Pengamat Dorong Pemerintah Bentuk Lembaga Ad Hoc Penanganan Bencana

Kamis, 20 Agu 2026 - 15:27 WIB