Warga Tanjung Alam Permai Bersihkan Lingkungan

Minggu, 23 Januari 2022 | 22:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Rudi Alfian
LAMPUNG UTARA – Memasuki musim penghujan, warga lingkungan Kavling Tanjung Alam Permai Kelurahan Kota Alam Kecamatan Kotabumi Selatan gotong-royong bersama membersihkan lingkungan sekitar untuk mengantisipasi wabah DBD dan penyakit lainnya yang tengah mengintai saat musim penghujan tiba.

Ketua RT 014 Kelurahan Kota Alam, Santori, mengatakan Ia dan warga selama ini selalu rutin untuk membersihkan lingkungan pada momen tertentu ketika warga lainnya tidak memiliki kesibukan dihari libur. Semua warganya kompak untuk swadaya mengerjakan seluruh kepentingan lingkungan, seperti membersihkan bahu jalan, Siring (drainase), dan tempat ibadah yang ada disana.

“Alhamdulillah kita selalu rutin bersih-bersih lingkungan hampir setiap bulannya, setiap mau gotong-royong, baik itu pembersihan jalan, Siring atau masjid, woro-woro lewat pesan Grup Whatsapp, kemudian juga kita umumkan lewat pengeras suara masjid maupun mushola, jadi kawan-kawan disini sudah paham, dan langsung bergerak kelokasi,” beber Santori disela-sela kegiatan gotong-royong pagi ini, Minggu, (23/01).

Baca Juga:  Film Ageman Merestrukturisasi Logika dengan Mistika

Walaupun belum ramai warga, lanjutnya, tetapi hampir semua warga memiliki jiwa sosial yang tinggi, sehingga setiap ada kegiatan, baik kegiatan lingkungan, maupun acara lainnya, semua bergerak satu komando. Dan hal itu sudah diterapkan sejak awal berdirinya pedukuhan Tanjung Alam Permai hingga saat ini.

“Semoga kekompakan warga disini semakin solid, karena lingkungan kita jika ingin maju, kekompakan wargalah yang menentukan itu semua. Karena TAP ini merupakan anak bungsu di kelurahan Kota Alam, sehingga masih banyak proses yang akan dilalui menuju gerbang pembangunan,” tandasnya.

Baca Juga:  GMBI Lampura Apresiasi Kinerja Polres Lampung Utara

Sementara itu, salah satu warga TAP, Supriyadi, sangat antusias mengikuti kegiatan rutin dilingkungan tempat tinggalnya. Menurutnya, dimomen seperti inilah warga semakin dekat dan akrab satu sama lain, begitu juga dengan warga baru, disinilah tempat mereka berbaur dengan lingkungan dan mengenal satu sama lain.

“Jadi momen silaturahmi gotong-royong ini, bersenda gurau dengan tetangga, karena kalau hari kerja kan banyak yang susah ketemu, nah pas momen inilah kita bisa kumpul bareng, kerja bakti sambil bersilaturahmi dengan yang lain,” selorohnya. Pantauan dilokasi, warga tengah sibuk membersihkan badan jalan 2 meter yang rencananya dalam waktu dekat akan dipasang paving block disana.##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Pemukim Israel Rusuh, Halangi Kepulangan Keluarga Palestina
Karhutla, Tim Evakuasi Orang Utan di Palangka
Karang Taruna Got Talent 2026, Saatnya Bakat Lokal Unjuk Prestasi
FKUB Lampung Dukung Film Ageman, Sebut Intoleransi Embrio Radikalisme
Pesawaran Kaji Strategi Optimalisasi PAD dan Pelayanan Publik
Lampung Terus Perkuat Infrastruktur Jalan
Wagub Jihan: Mahasiswa Lampung Bangun Mindset Adaptif
Bapemperda DPRD Rancang Propemperda 28 Raperda di 2027

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 19:27 WIB

Pemukim Israel Rusuh, Halangi Kepulangan Keluarga Palestina

Selasa, 29 September 2026 - 19:22 WIB

Karhutla, Tim Evakuasi Orang Utan di Palangka

Selasa, 29 September 2026 - 19:07 WIB

Karang Taruna Got Talent 2026, Saatnya Bakat Lokal Unjuk Prestasi

Selasa, 29 September 2026 - 10:17 WIB

FKUB Lampung Dukung Film Ageman, Sebut Intoleransi Embrio Radikalisme

Selasa, 29 September 2026 - 10:11 WIB

Pesawaran Kaji Strategi Optimalisasi PAD dan Pelayanan Publik

Berita Terbaru

Warga Palestina memeriksa kerusakan yang disebabkan oleh para pemukim Israel di Masjid Nur al-Din Zanki di Kota Nablus, Tepi Barat, pada 1 September 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Pemukim Israel Rusuh, Halangi Kepulangan Keluarga Palestina

Selasa, 29 Sep 2026 - 19:27 WIB

Foto yang diabadikan menggunakan drone dan disediakan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah (BKSDA Kalteng) dan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Nyaru Menteng dari rangkaian evakuasi pada 25 dan 26 September 2026 ini memperlihatkan seekor orang utan betina yang terjebak asap dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah Katune, Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. (BKSDA Kalteng/BOSF/Xinhua)

Berita Utama

Karhutla, Tim Evakuasi Orang Utan di Palangka

Selasa, 29 Sep 2026 - 19:22 WIB

Berita Utama

Karang Taruna Got Talent 2026, Saatnya Bakat Lokal Unjuk Prestasi

Selasa, 29 Sep 2026 - 19:07 WIB

Berita Utama

Pesawaran Kaji Strategi Optimalisasi PAD dan Pelayanan Publik

Selasa, 29 Sep 2026 - 10:11 WIB