LAMPUNG UTARA – Suasana Lebaran yang seharusnya penuh suka-cita di Lampung Utara harus diwarnai dengan perjuangan ekstra. Bukannya disambut aspal mulus, warga dan pemudik justru harus berjibaku dengan kondisi jalan rusak tergenang air yang kian parah akibat guyuran hujan semalam.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah titik jalan di Lampung Utara kini berubah menjadi kubangan air. Hujan yang turun di sebagian wilayah meninggalkan genangan di lubang-lubang jalan, menciptakan jebakan bagi para pengendara, khususnya pengguna sepeda motor.
Kondisi ini dikeluhkan oleh warga yang hendak bersilaturahmi ke rumah kerabat. Selain becek, risiko terperosok ke dalam lubang yang tertutup air menjadi ancaman nyata bagi keselamatan warga.
“Ampun lah kalau sudah hujan gini. Motor sudah di cuci karena mau keliling lebaran, keluar rumah kotor lagi, jadi keliatan jorok,” ucap Deka, pengendara yang melintas di Jalan KS. Tubun, Minggu, 22 Maret 2026.
Tak hanya warga lokal, Adi, pemudik yang pulang dari perantauan di tahun 2026 ini pun mengaku terkejut. Mereka menilai, meski narasi pemerataan pembangunan infrastruktur ramai digaungkan di media sosial, kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik.
Jalan-jalan di pelosok desa hingga area perkotaan masih banyak yang terbengkalai dan dipenuhi ranjau lubang.
“Untung gak numbur trotoar mobil saya tadi gara-gara ngakalin lewat lubang yang dalam samping Islamic center itu,” keluh Adi.
Dirinya berharap momen Idul Fitri tahun ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk benar-benar melakukan perbaikan nyata. Ia mewakili warga lainnya menuntut aksi konkret, bukan sekadar konten di media sosial, agar akses mobilitas masyarakat dari desa ke kota bisa kembali lancar dan aman.
“Mudah-mudahan tahun depan pas pulang kampung, pemerintah sudah kerja perbaiki jalan. Jadi kami mudik tahun depan sudah banyak jalan yang mulus,” tuturnya.
Penulis : Rudi alfian
Editor : Desty
Sumber Berita : Lampung Utara
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
















