Wamendagri Apresiasi Daerah Kendalikan Inflasi, Pemprov Lampung Siap Optimal

Senin, 24 November 2025 | 16:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan (Ekubang) Provinsi Lampung, Bani Ispriyanto mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 dirangkaikan dengan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah secara virtual bertempat di Ruang Command Center Lt. II Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (24/11/2025).

Wamendagri Akhmad Wiyagus dalam arahannya menekankan bahwa rakor ini merupakan agenda rutin yang menjadi instruksi langsung Presiden terkait pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi serta mendorong capaian agenda prioritas nasional.

“Rapat ini merupakan agenda rutin yang menjadi arahan langsung dari Bapak Presiden, yang menekankan pentingnya sinergi konsisten antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengendalian inflasi di daerah serta beberapa agenda prioritas nasional yang perlu dibahas bersama,” ucapnya.

Wamendagri juga menjelaskan bahwa Presiden secara khusus menegaskan bahwa pemerintah memiliki perangkat pengendali inflasi yang lengkap, sehingga kolaborasi seluruh elemen sangat dibutuhkan. Wamendagri kemudian memaparkan perkembangan inflasi terbaru.

Baca Juga:  Menhub-KaBasarnas Pantau Langsung Pencarian Penumpang KM Virgo

Secara nasional, Wamendagri menjelaskan bahwa inflasi pada Oktober 2025 tercatat 2,86% (year-on-year), berada dalam rentang target inflasi nasional yaitu 1,5%–3,5%. Komoditas penyumbang utama inflasi meliputi emas perhiasan, cabai, dan beras.

Adapun secara month-to-month, komoditas yang memberi andil terbesar juga relatif sama, yaitu emas perhiasan, cabai merah, telur ayam ras, dan daging ayam ras.

Wamendagri menyoroti tingginya harga emas internasional yang memicu lonjakan harga emas dalam negeri hingga mencapai Rp2.237.000,00 per gram.

“Harga emas yang melonjak cukup tinggi secara internasional akibat tingginya permintaan berdampak pada kenaikan harga dalam negeri. Laporan terbaru World Gold Council menunjukkan dua dari tiga orang Indonesia berinvestasi emas, dan tren ini diperkirakan berlanjut dalam 12 bulan ke depan,” jelasnya.

Menurut Wamendagri, emas kini menjadi instrumen pilihan masyarakat Indonesia untuk menjaga ketahanan finansial dan menyediakan dana darurat.

Baca Juga:  BERITA FOTO: GAK, Gubernur Lampung Putuskan KBM Daring

Lebih lanjut, Wamendagri juga mengapresiasi pemerintah daerah yang mampu menjaga inflasi dalam rentang target nasional. Meski demikian, ia memberikan atensi khusus kepada daerah yang masih mencatatkan inflasi relatif tinggi.

Berdasarkan data perkembangan harga pada minggu ketiga November 2025, tiga komoditas yang paling banyak mengalami kenaikan harga di berbagai daerah adalah bawang merah, telur ayam ras, dan cabai merah.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, turut memaparkan perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH) berdasarkan pencatatan SP2KP hingga 21 November 2025.

Amalia menyampaikan bahwa pada minggu ketiga (M3) November 2025, terdapat 6 provinsi mengalami kenaikan IPH, 31 provinsi mengalami penurunan, dan 1 provinsi tercatat stabil.

Adapun komoditas penyumbang utama kenaikan IPH di enam provinsi tersebut adalah cabai merah, yang sejak beberapa minggu terakhir terus mengalami tekanan harga.


Penulis : Desty


Editor : Nara


Sumber Berita : Pemprov Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Putin-Salman Sepakat Diplomasi Jalan Keluar dari Krisis Timur Tengah
Sinergi dan Kolaborasi GTRA Mesuji, Perkuat Komitmen Reforma Agraria
Jasad ABK Arupadhatu 1 Terindentifikasi, PFI Minta Pencarian Dibuka Lagi
Gubernur Lampung Dorong Unila Jadi Motor Hilirisasi
Kemdiktisaintek Kaji Biaya Pendidikan Gratis Hingga Perguruan Tinggi
BMKG Prediksi awal Musim Hujan Bulan November Lebih Lambat
Wamenaker Minta Peserta MagangHub Siap Hadapi Dunia Kerja
AS Pening, Rudal Iran Tiba 13′-15′ ke Israel dengan Jarak 1.700 Km

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 21:39 WIB

Putin-Salman Sepakat Diplomasi Jalan Keluar dari Krisis Timur Tengah

Rabu, 23 September 2026 - 18:22 WIB

Sinergi dan Kolaborasi GTRA Mesuji, Perkuat Komitmen Reforma Agraria

Rabu, 23 September 2026 - 16:14 WIB

Jasad ABK Arupadhatu 1 Terindentifikasi, PFI Minta Pencarian Dibuka Lagi

Rabu, 23 September 2026 - 14:39 WIB

Gubernur Lampung Dorong Unila Jadi Motor Hilirisasi

Rabu, 23 September 2026 - 12:56 WIB

Kemdiktisaintek Kaji Biaya Pendidikan Gratis Hingga Perguruan Tinggi

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Sinergi dan Kolaborasi GTRA Mesuji, Perkuat Komitmen Reforma Agraria

Rabu, 23 Sep 2026 - 18:22 WIB

#indonesiaswasembada

Jasad ABK Arupadhatu 1 Terindentifikasi, PFI Minta Pencarian Dibuka Lagi

Rabu, 23 Sep 2026 - 16:14 WIB

#indonesiaswasembada

Gubernur Lampung Dorong Unila Jadi Motor Hilirisasi

Rabu, 23 Sep 2026 - 14:39 WIB

#indonesiaswasembada

Kemdiktisaintek Kaji Biaya Pendidikan Gratis Hingga Perguruan Tinggi

Rabu, 23 Sep 2026 - 12:56 WIB