Video Viral Pelajar ke Sekolah Nyeberang Pakai Perahu , Bupati Lamtim Mengaku Sudah Koordinasi dengan Pusat

Minggu, 1 Februari 2026 | 23:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG TIMUR- Menanggapi video viral pelajar naik perahu menyeberangi sungai Kali Pasir Way Bungur. Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menjelaskan sudah melakukan studi dan bicara dengan pemerintah pusat-soal rencana pembangunan jembatan.

Kata Ela, pemerintah daerah bahkan dirinya sudah berulang kali meninjau langsung lokasi setempat. Ia memastikan sudah melakukan serangkaian upaya dan langkah kongkret agar jembatan bisa segera dibangun.

“Jembatan di lokasi itu panjangnya kurang lebih 100 meter. Kalau dikerjakan sendiri oleh pemerintah kabupaten, kami belum mampu karena keterbatasan anggaran, saya juga sudah beberapa kali meninjau ke lokasi,” ujar Bupati Ela Siti Nuryamah saat di wawancarai,  (1/2).

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur telah mengajukan pembangunan jembatan permanen kepada pemerintah pusat sejak beberapa tahun lalu, melalui Kementerian Pekerjaan Umum, termasuk melalui skema bantuan presiden.

“Tapi kembali lagi, sampai saat ini pembangunan itu belum dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran,” katanya.

Jembatan Merah Putih

Di tengah meningkatnya perhatian publik akibat video yang viral, Bupati menyampaikan bahwa respons lintas instansi mulai bergerak cepat. Kodim, Kodam, serta Kementerian Pekerjaan Umum telah turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi penyeberangan sungai tersebut.

Baca Juga:  Pencopotan, Penggeledahan Kantor BGN tak Terlepas Banyaknya Proyek Janggal

“Sebagai bentuk afirmasi dan solusi sementara, sambil menunggu jembatan permanen, kami mengusulkan pembangunan jembatan gantung yang diberi nama Jembatan Merah Putih,” kata Ela.

Menurut rencana, Jembatan Merah Putih akan dibangun oleh pemerintah pusat pada triwulan pertama atau kedua tahun 2026. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) juga telah melakukan koordinasi dan dijadwalkan turun ke lapangan untuk melakukan pengukuran teknis sebagai tahap awal pelaksanaan.

“BPJN sudah berkoordinasi dan besok akan turun untuk mengukur lokasi. Ini agar masyarakat tidak lagi bergantung pada perahu kecil yang sangat berisiko,” ujarnya.

Minta Dukungan Pusat

Lebih lanjut untuk pembangunan jembatan permanen, dibutuhkan anggaran sekitar Rp80 miliar. Pemerintah Kabupaten Lampung Timur baru mampu mengalokasikan sekitar Rp18,99 miliar atau hampir Rp19 miliar, sehingga masih memerlukan dukungan penuh dari pemerintah pusat.

Baca Juga:  Mantan Pegawai PT Wahana Raharja dan LEB Adukan Nasib ke DPRD Lampung

Bupati Ela menegaskan bahwa penanganan di wilayah tersebut tidak bisa dilakukan secara parsial. Selain pembangunan jembatan, perbaikan tanggul sungai juga menjadi bagian penting dalam solusi jangka panjang.

“Masalahnya bukan hanya jembatan. Tanggul sungainya juga harus dibenahi karena selama ini pendek dan kurang kuat. Itu yang menyebabkan banjir di Kecamatan Purbolinggo dan Way Bungur saat hujan deras,” jelasnya.

Selain itu, derasnya arus sungai kerap menyebabkan tanggul longsor sehingga banjir berulang. Oleh karena itu, pembangunan jembatan permanen nantinya harus didahului dengan penyusunan feasibility study (FS) dan detailed engineering design (DED) agar konstruksi benar-benar aman dan berkelanjutan.

“Pemerintah Kabupaten Lampung Timur berharap pembangunan Jembatan Merah Putih dapat menjadi solusi sementara yang aman bagi warga dan pelajar, sekaligus menjadi langkah awal menuju penanganan infrastruktur dan pengendalian banjir secara komprehensif di wilayah tersebut,” tandasnya.[]


Penulis : Anis


Editor : Romi Agus


Sumber Berita : Lampung Timir

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Menggugat Tanggungjawab Bisnis Air Minum Kemasan
Dewan Pers-Kemendagri Sepakat Atasi Praktik Maladministrasi Media di Daerah
Sekdaprov Marindo Giliran di SE 2026
Perancis Kubur Mimpi Norwegia
Senegal Menang Besar atas Irak
Dede Yusuf Pertanyakan Soal Dana Desa yang Dipotong Habis di RAPBN 2027
Dave Laksono Pantau 4 ABK WNI yang di Sandera di Perairan Somalia
Di Bogor, 33 Perusahaan Gunakan Kawasan Hutan tak Berizin

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:15 WIB

Menggugat Tanggungjawab Bisnis Air Minum Kemasan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 07:59 WIB

Dewan Pers-Kemendagri Sepakat Atasi Praktik Maladministrasi Media di Daerah

Sabtu, 27 Juni 2026 - 06:36 WIB

Sekdaprov Marindo Giliran di SE 2026

Sabtu, 27 Juni 2026 - 06:30 WIB

Perancis Kubur Mimpi Norwegia

Sabtu, 27 Juni 2026 - 06:20 WIB

Senegal Menang Besar atas Irak

Berita Terbaru

BISNIS Air kemasan, Tanggungjawab lingkuangannya dilakukan? [Far/Ist]

#indonesiaswasembada

Menggugat Tanggungjawab Bisnis Air Minum Kemasan

Sabtu, 27 Jun 2026 - 12:15 WIB

DEWAN Pers-Kemendagri Bahas Pola Kerjasama Media di Daerah [DP/Ist]

#indonesiaswasembada

Dewan Pers-Kemendagri Sepakat Atasi Praktik Maladministrasi Media di Daerah

Sabtu, 27 Jun 2026 - 07:59 WIB

GILIRAN Sekdaprov Marindo K yang melakukan SE 2026 [De]

#indonesiaswasembada

Sekdaprov Marindo Giliran di SE 2026

Sabtu, 27 Jun 2026 - 06:36 WIB

PERANCIS hancurkan mimpi Norwegia

#indonesiaswasembada

Perancis Kubur Mimpi Norwegia

Sabtu, 27 Jun 2026 - 06:30 WIB

Iran Mimpi Buruk hadapi Senegal

#indonesiaswasembada

Senegal Menang Besar atas Irak

Sabtu, 27 Jun 2026 - 06:20 WIB