Versi JMSI, Ini Penyebab Banjir

Jumat, 4 November 2022 | 19:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Vini

PESAWARAN – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Lampung tak hanya ikut menyalurkan bantuan bagi keluarga terdampak banjir, tapi sekaligus menggali penyebab terjadinya bencana tersebut di dua kabupaten dan satu kota

“Bantuan, apa lagi ala kadarnya, habis beberapa pekan saja sebagai pengantar warga kembali move on, tapi penyebabnya harus pula dipelajari dan diperjuangkan agar musibah tak terulang lagi,” kata Koordinator JMSI Lampung Peduli Syahroni Yusuf.

Dia mengatakan hal ini saat menyalurkan sembako buat warga Desa Beringin Raya, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (4/11). Di wilayah itu, ada hampir 184 KK terdampak banjir dan 2 nyawa melayang.

Baca Juga:  Pendidikan Dasar Gratis Tak Cukup Hapus Biaya, Ledia Hanifah Soroti Sekolah Rusak dan Ketimpangan 3T

Didampingi Penasehat JMSI Lampung H. Darussalam, SH dan Dewan Pakar Herman Batin Mangku, Syahroni Yusuf dari Bensor.co.id ikut menyelusuri penyebab banjir besar di kawasan tersebut, Kamis (27/10).

Hasilnya, ada tiga tanggul pembatas sungai dengan persawahan yang jebol, yakni Way Ketibung, Waysulan, dan Waypenangkis. Tanggul-tanggul tersebut masih berupa gundukan tanah sejak tahun ’70-an.

Lain lagi dengan penyebab banjir di Desa Padangcermin, Kecamatan Padangcermin, Kabupaten Pesawaran. Warga dan aparat terdampak banjir menitipkan harapan kepada JMSI di Koramil setempat, Rabu (2/11).

Mereka berharap Pemkab Pesawaran dan Pemprov Lampung membuatkan tanggul serta pengerukan Sungai (Way) Ratai untuk mengatasi banjir rutin yang setahunnya bisa sampai empat kali banjir.

Baca Juga:  Pesawaran Kaji Strategi Optimalisasi PAD dan Pelayanan Publik

Menurut warga setempat, sebelum tahun 2016, ketika masih bergabung dengan Kabupaten Lampung Selatan, tahun 2000-an, setelah dikeruk zaman Bupati Zulkifli Anwar tak ada banjir. Mungkin, sejak 2016, terjadi pendangkalan sungai.

“Sungai semakin melebar dan terjadi pendangkalan,” kata Kades Padangcermin Dra. Purwanti. Way Ratai dari Desa Sanggi hingga Bunut Wayratai. “Saat air laut pasang, air melimpah dari pegunungan,” kata seorang warga.##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Rusia Siap Berunding dengan AS dan Ukraina
Mesir Siap Bela Arab Saudi, Bukan Serang Yaman
Dua Tahun Prabowo, Andre Rosiade Minta Kritik Pemerintah Dilihat Secara Objektif
Renovasi Kantor Imigrasi Kotabumi Senilai Rp6,7 Miliar, Struktur Pondasi Hingga Puing Bangunan Tuai Sorotan!
Sinar Matahari Menjadi Listrik, Indonesia Dalam Transisi Hijau
Taekwondoin Indonesia Raih Emas Kategori Cadet U47 Putri di Qatar
SDN Nayu Barat 1 di Surakarta Kampanyekan Stop Karhutla
Fitria Khasanah Bawa ‘Garuda Shield’ Kompetisi di Kartika Cyber Hackathon 2026

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Rusia Siap Berunding dengan AS dan Ukraina

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Mesir Siap Bela Arab Saudi, Bukan Serang Yaman

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:56 WIB

Dua Tahun Prabowo, Andre Rosiade Minta Kritik Pemerintah Dilihat Secara Objektif

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:28 WIB

Renovasi Kantor Imigrasi Kotabumi Senilai Rp6,7 Miliar, Struktur Pondasi Hingga Puing Bangunan Tuai Sorotan!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Sinar Matahari Menjadi Listrik, Indonesia Dalam Transisi Hijau

Berita Terbaru

Foto yang diabadikan pada 15 Agustus 2024 ini menunjukkan sebuah tank Ukraina yang hancur pasca serangan Rusia di Toretsk. (Xinhua)

Berita Utama

Rusia Siap Berunding dengan AS dan Ukraina

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:14 WIB


Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Arab-Islam di Riyadh, Arab Saudi, pada 11 November 2024. (Xinhua)

Berita Utama

Mesir Siap Bela Arab Saudi, Bukan Serang Yaman

Kamis, 22 Okt 2026 - 19:07 WIB