Ukur Ulang Lahan SGC tak ada Kaitan Angka Kerja dan Pengangguran; Cacat Mikir Namanya!

Minggu, 20 Juli 2025 | 07:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TOKOH Masyarakat Gedung Meneng, Sumardi mengingatkan pembela SGC untuk tidak cacat mikir. Tulangbawang salah satu daerah lebih dahulu maju dan mengenal peradaban ketimbang daerah lain yang ada di Peovinsi Lampung.

Sumardi menegaskan hal itu terkait ada oknum legislator Lampung dan orang berdasi lainnya seakan-akan kalau SGC ditutup akan muncul pengangguran baru. Itu fikiran sesat dan cacat.

“Pernah gak mereka berfikir kalau puluhan ribu kuli yang bekerja disana karena terpaksa, karena tanahnya diserobot. Tanahnya diambil perusahaan? Berfikir gak? Pajaknya dikemplang lagi,” kata Sumardi via telepon, Minggu (20/7).

Baca Juga:  KPK Beri Penghargaan untuk Lampung atas Penguatan Pendidikan Antikorupsi

“Kami masih sangat mempertimbangkan penutupan SGC. Karena kami bagian dari NKRl.  Tapi pernah gak para penikmat uang perusahaan (SGC-red) membayangkan kalau perusahaan dan warga hidup berdampingan dengan baik dan damai? Caranya? Perusahaan bekerja dengan lahan yang diberikan sebagai penyangga, warga berusaha dibawah pembinaan perusahaan?” urai Sumardi.

Ia mengingatkan Perlawanan rakyat di Prancis, terutama selama Revolusi Prancis (1789-1799), merupakan gerakan besar untuk mengubah struktur sosial dan politik negara. Rakyat menuntut hak-hak dasar dan persamaan.

Baca Juga:  Pemprov-DPRD Sepakat Awas Ketat BBM Subsidi, Antrean Masih Panjang

“Dan di Indonesia pernah terjadi di era 98, meski hasilnya tidak memuaskan.  Bukan malah membaik, negara makin gak baik-baik saja. Kami berharap, dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Indonesia lebih maju. Rakyat sejahtera. Jadi ukur ulang SGC bukan bertujuan menambah angka pengangguran. Rakyat menuntut haknya yang selama ini di rampas!”pungkas Sumardi.[]


Penulis : Anis


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Tulangbawang, Gedung Meneng

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

SANY Indonesia Finance Bidik Pembiayaan Rp1,5 Triliun
Empat Warga Palestina Tewas dalam Serangan Israel di Jalur Gaza
Pertempuran Sengit, Serangan Udara Hantam Yaman
Kemenpar Ajak Agen Perjalanan Tiongkok Garap Labuan Bajo
Elfianah: KLA Mesuji Kejar Predikat Nindya
Besok, Galang Dilantik jadi Wabup Way Kanan 
Antrean dan Higienitas Jadi Kendala Minor Prasmanan MBG Lampung Utara
Velli Buka Konkerkab II PGRI Way Kanan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:56 WIB

SANY Indonesia Finance Bidik Pembiayaan Rp1,5 Triliun

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Empat Warga Palestina Tewas dalam Serangan Israel di Jalur Gaza

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Pertempuran Sengit, Serangan Udara Hantam Yaman

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:36 WIB

Kemenpar Ajak Agen Perjalanan Tiongkok Garap Labuan Bajo

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Elfianah: KLA Mesuji Kejar Predikat Nindya

Berita Terbaru

CEO PT SANY Indonesia Finance Bryan Kasenda (tengah) berbicara dalam konferensi pers acara Official Inauguration & Commercial Market Launch di Park Hyatt, Jakarta Pusat, pada 29 Oktober 2026. (Istimewa)

Beijing

SANY Indonesia Finance Bidik Pembiayaan Rp1,5 Triliun

Kamis, 29 Okt 2026 - 20:56 WIB

Seorang pria Palestina memeriksa sebuah gedung apartemen yang hancur setelah serangan udara Israel di Gaza City pada 24 April 2025. (Xinhua)

Berita Utama

Empat Warga Palestina Tewas dalam Serangan Israel di Jalur Gaza

Kamis, 29 Okt 2026 - 20:43 WIB


Foto tangkapan layar yang disediakan oleh Pusat Media Houthi ini menunjukkan sejumlah warga sedang mencari penyintas di antara reruntuhan pascaserangan udara Arab Saudi yang menargetkan sebuah stasiun pengisian bahan bakar di Provinsi Al-Jawf, Yaman, pada 28 Oktober 2026. (Pusat Media Houthi/Xinhua)

Berita Utama

Pertempuran Sengit, Serangan Udara Hantam Yaman

Kamis, 29 Okt 2026 - 20:39 WIB

Suasana sesi business matching antara agen perjalanan Tiongkok dan pelaku industri pariwisata Indonesia dalam rangkaian Famtrip di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. (Kementerian Pariwisata Republik Indonesia/Xinhua)

Berita Utama

Kemenpar Ajak Agen Perjalanan Tiongkok Garap Labuan Bajo

Kamis, 29 Okt 2026 - 20:36 WIB

Berita Utama

Elfianah: KLA Mesuji Kejar Predikat Nindya

Kamis, 29 Okt 2026 - 16:02 WIB