UIN Raden Intan Lampung Tuan Rumah Halaqah Penguatan Kelembagaan Pendirian Direktorat Jenderal Pesantren

Minggu, 16 November 2025 | 20:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAR LAMPUNG – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung menjadi salah satu dari 14 UIN di Indonesia yang dipercaya menjadi tuan rumah Halaqah Penguatan Kelembagaan Pendirian Direktorat Jenderal Pesantren.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren, yang tengah digagas Kementerian Agama RI sebagai upaya memperkuat tata kelola lembaga pesantren secara nasional.

Kasubdit Pendidikan Salafiyah dan Kajian Kitab Kuning, Dr. Hj. Yusi Damayanti, SE., Ak., M.M., hadir mewakili Direktur Jenderal Pendidikan Islam. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada UIN Raden Intan Lampung yang telah menjadi tuan rumah dan membantu menyukseskan penyelenggaraan halaqah.

“Alhamdulillah, kegiatan penguatan kelembagaan dalam rangka pendirian Direktorat Jenderal Pesantren ini sudah berjalan di berbagai UIN. Hari ini berlangsung di dua kampus sekaligus, termasuk UIN Raden Intan Lampung. Rangkaian halaqah akan ditutup pada 27 November 2025 di Jakarta,” ujarnya.

Yusi menyebut bahwa agenda nasional ini menjadi perhatian besar masyarakat Indonesia, bahkan dunia internasional, karena menyangkut masa depan lembaga pendidikan Islam tertua di Nusantara.

“Insya Allah ini menjadi berkah bagi pesantren,” tambahnya.

Acara dibuka oleh Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D yang berlangsung di Ballroom UIN RIL, Sabtu (15/11/2025).

Ia menyampaikan terima kasih kepada Dirjen Pendis yang telah mempercayakan UIN RIL menjadi tuan rumah kegiatan yang dinilai sebagai fase penting dalam sejarah kelembagaan pesantren. Ia menyebut kegiatan ini sebagai bentuk glorifikasi dan ungkapan tasyakur atas hadiah besar yang diberikan negara kepada dunia pesantren dengan dibentuknya Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama RI.

Baca Juga:  Mahasiswa KKN UIN RIL Bersama PMI dan Warga Panjang Utara Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Donor Darah

“Kehadiran kita saat ini merupakan salah satu tanggung jawab besar untuk merawat tradisi, memperkuat kelembagaan, dan memastikan keberlanjutan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan berkeadaban bagi generasi mendatang. Halaqah ini momentum bersejarah, tidak setiap generasi diberi kesempatan menyaksikan fase penting seperti ini,” ujarnya.

Rektor juga menegaskan bahwa sebagian besar pimpinan UIN RIL adalah alumni pesantren, mulai dari rektor, wakil rektor, dekan, hingga kepala biro. Hal ini, menurutnya, menjadi kekuatan tersendiri bagi kampus dalam menorehkan beragam prestasi.

“Maka wajar jika UIN Raden Intan Lampung menjadi kampus hijau, kampus lestari, dan kampus berkelanjutan. Semua itu didesain, dipikirkan, dan dijalankan oleh tangan-tangan santri yang kini menjadi guru besar, doktor, dan magister di kampus ini,” tambahnya.

Ketua Pelaksana, Prof. Dr. Safari, M.Sos.I, melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi akademik antara UIN RIL dan Kementerian Agama dalam memperkuat tata kelola pesantren di Indonesia. Kolaborasi tersebut melibatkan Dirjen Pendis dan Ditjen Pontren sebagai mitra strategis dalam peningkatan mutu pesantren.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini terselenggara berkat dukungan penuh dari Kementerian Agama RI. Total 200 peserta hadir dalam halaqah ini, terdiri dari pimpinan dan perwakilan pondok pesantren di Provinsi Lampung, Pimpinan UIN Raden Intan Lampung, serta santri Ma’had Al-Jami’ah UIN RIL. Acara juga dimeriahkan oleh penampilan shalawat dari Tim Hadroh Ma’had Al-Jami’ah.

Baca Juga:  Sekda Veli Lepas Peserta Jalan Sehat  

Menurut Prof Safari, halaqah ini bertujuan memperkuat pemahaman tentang arah kebijakan pengembangan pesantren, mulai dari tata kelola kelembagaan, manajemen kemandirian, penguatan ekonomi pesantren, hingga peluang kerja sama pendidikan antara pemerintah, pesantren, dan perguruan tinggi Islam.

“Melalui halaqah ini, diharapkan muncul sinergi konkret antara negara, pesantren, dan perguruan tinggi dalam membangun inovasi kelembagaan yang tetap berakar pada khazanah turats dan tradisi keilmuan Islam,” ujarnya.

Hadir sebagai narasumber kegiatan ini KH. Shodiqul Amin, yang merupakan Rois Syuriah PWNU Lampung dan Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ishlah Simpang 5 Tulang Bawang. KH. Shodiqul Amin menyampaikan materi tentang “Transformasi Keilmuan Pesantren: Penguatan Kitab Kuning pada Direktorat Jenderal Pesantren”.

Kemudian narasumber kedua yaitu KH. Ihya Ulumuddin, yang juga sebagai Wakil Rois Syuriah PWNU Lampung dan Pimpinan Pondok Pesantren Madarijul Ulum Bandar Lampung. KH. Ihya memaparkan materin bertema “Strategi Memperkuat Tri Fungsi Pesantren”. Diskusi panel ini dimoderatori oleh Dr. Wahyu Iryana, M.Ag, akademisi UIN Raden Intan Lampung.


Penulis : Desty


Editor : Nara


Sumber Berita : UIN RIL

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Makam Berusia Lebih dari 4.000 Tahun Ditemukan di Saqqara, Mesir
Ternyata Rumput Laut Punya “Nilai Ganda”
Rombongan 5 Jurnalis Hilang Kontak Hendak Meliput Aktivitas GAK
Sisa Abu Anak Krakatau Masih Selimuti Sekolah, KBM Daring Lampung Selatan Diperpanjang hingga 10 September
Antisipasi Dampak Abu Vulkanik, Polres Mesuji Bersama Forkopimda Bagikan Masker Serentak di 16 Titik
DPRD dan Pemprov Lampung Sepakati Penarikan Raperda Perubahan Bentuk Hukum BPD
Peduli Dampak Kemarau Panjang, Polres Way Kanan Bantu Air Bersih kepada Warga
Pemprov Lampung Ajukan Perubahan APBD 2026, Anggaran Didorong Lebih Berdampak ke Masyarakat
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 23:05 WIB

Makam Berusia Lebih dari 4.000 Tahun Ditemukan di Saqqara, Mesir

Selasa, 8 September 2026 - 22:14 WIB

Ternyata Rumput Laut Punya “Nilai Ganda”

Selasa, 8 September 2026 - 20:19 WIB

Rombongan 5 Jurnalis Hilang Kontak Hendak Meliput Aktivitas GAK

Selasa, 8 September 2026 - 20:13 WIB

Sisa Abu Anak Krakatau Masih Selimuti Sekolah, KBM Daring Lampung Selatan Diperpanjang hingga 10 September

Selasa, 8 September 2026 - 20:00 WIB

Antisipasi Dampak Abu Vulkanik, Polres Mesuji Bersama Forkopimda Bagikan Masker Serentak di 16 Titik

Berita Terbaru

Ilustrasi Makam 4000 Tahun

#indonesiaswasembada

Makam Berusia Lebih dari 4.000 Tahun Ditemukan di Saqqara, Mesir

Selasa, 8 Sep 2026 - 23:05 WIB

#indonesiaswasembada

Ternyata Rumput Laut Punya “Nilai Ganda”

Selasa, 8 Sep 2026 - 22:14 WIB

#indonesiaswasembada

Rombongan 5 Jurnalis Hilang Kontak Hendak Meliput Aktivitas GAK

Selasa, 8 Sep 2026 - 20:19 WIB