UIN Raden Intan Lampung Lantik 98 PPPK Tahap II Optimalisasi dan Paruh Waktu. 

Jumat, 28 November 2025 | 17:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDARLAMPUNG – Sebanyak 98 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) resmi bergabung sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL). Mereka terdiri dari 17 PPPK Tahap II Optimalisasi dan 81 PPPK Paruh Waktu.

Pelantikan dan penyerahan SK digelar Kamis (27/11/2025) di Ruang Teater Lantai 2 UIN RIL, terhubung langsung secara daring dengan pelantikan nasional Kementerian Agama RI.

Secara keseluruhan, Kementerian Agama melantik 2.702 PPPK Tahap II Optimalisasi dan menyerahkan SK PPPK Paruh Waktu secara serentak di 138 titik satuan kerja di seluruh Indonesia.

Acara utama berlangsung di Auditorium H. M. Rasjidi, Kantor Kemenag Thamrin Jakarta, dan diikuti secara hybrid oleh seluruh satuan kerja, termasuk UIN Raden Intan Lampung.

Di UIN RIL, formasi PPPK yang diterima mencakup tenaga administrator perkantoran, dosen, dan tenaga pelaksana. Para pegawai hadir mengenakan seragam Korpri, tampak lega dan bahagia setelah memperoleh kepastian status yang telah lama dinanti.

Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi para pegawai yang sebelumnya berstatus Non-ASN atau pegawai Badan Layanan Umum. Setelah menerima SK, mereka kini resmi mengemban tugas sebagai ASN PPPK di UIN Raden Intan Lampung.

Baca Juga:  Velli Kembali Pimpin Percasi Way Kanan

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag, Prof. Kamaruddin Amin, dalam sambutannya secara nasional, menyampaikan selamat kepada para pegawai yang baru dilantik dan diambil sumpah jabatan. Ia mengingatkan bahwa proses panjang ini merupakan amanat PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK, sekaligus hasil ikhtiar banyak pihak dalam menyiapkan SDM terbaik untuk bangsa.

“Selepas acara ini, tugas pertama Saudara adalah bersyukur dan bekerja dengan baik. Hindari perilaku yang merugikan diri sendiri maupun keluarga. ASN Kementerian Agama memiliki tanggung jawab besar karena tersebar di 10.562 satuan kerja dengan mandat utama memberikan layanan keagamaan. Karena itu, para PPPK harus menjunjung tinggi integritas dan profesionalitas,” pesannya.

Kepala Biro SDM Kemenag, Wawan Djunaedi, menambahkan bahwa skema PPPK Paruh Waktu menjadi solusi untuk meminimalisasi potensi PHK massal. “Dengan skema ini, seluruh pelamar tetap dapat melanjutkan bekerja di instansi pemerintah sesuai prinsip penataan pegawai Non-ASN,” ujarnya.

Di UIN RIL, penyerahan SK secara simbolis dilakukan oleh Kepala Biro AUPKK, Dr. H. Juanda Naim, M.H. Ia menyampaikan selamat dan menegaskan bahwa kepastian status ini menandai babak baru dalam pengabdian sebagai ASN Kementerian Agama.

Baca Juga:  Kepuasan Publik terhadap Kinerja Mirza-Jihan Tembus 81 Persen

“Selamat kepada bapak dan ibu yang hari ini disumpah dan menerima SK. Dengan demikian, bapak ibu sudah memiliki kepastian sebagai ASN. Mulai hari ini, bapak ibu tercatat sebagai keluarga besar Kementerian Agama,” ujarnya.

Ia berharap momen ini menambah semangat pengabdian. “Kepastian ini bukan hanya menambah rasa bangga, tapi juga tanggung jawab. Tidak hanya kepada negara, tapi juga kepada Allah SWT. Kami berharap ini menjadi motivasi untuk mengabdi lebih baik di Kemenag, termasuk di UIN RIL,” harapnya.

Juanda juga menuturkan bahwa 17 PPPK optimalisasi yang berasal dari satu fakultas akan terus diperjuangkan penempatannya agar sesuai dengan lokasi pengabdian awal. Ia menekankan bahwa pemerintah terus berupaya memperhatikan kesejahteraan seluruh ASN, termasuk PPPK Paruh Waktu yang sebelumnya ditempatkan di berbagai daerah.

Ia menutup dengan pesan agar semangat pengabdian tetap dijaga. Kepastian status bukan akhir, tetapi awal dari amanah dan tanggung jawab baru sebagai ASN Kementerian Agama.


Penulis : Desty


Editor : Nara


Sumber Berita : UIN RIL

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Rusia Hancurkan 25% Fasilitas Internet dan Starlink Ukraina
Pertemuan Xi-Trump Suntik Kepercayaan dan Stabilitas Global
Menlu Iran: Lebih dari 5.000 Tewas dalam Serangan AS-Israel
Persenjataan Iran Aman, Ditempatkan di Bawah Tanah
Trump Tolak Usulan Iran: Hormuz Merana, Perang Jalan Terus
Lampung Perkuat Pembangunan SDM Berbasis Akhlak
Mirza Buka “Gubernur Lampung Badminton Open 2026”
Asian Games: Angkat Besi Pecahkan Enam Rekor Dunia

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 23:27 WIB

Rusia Hancurkan 25% Fasilitas Internet dan Starlink Ukraina

Minggu, 27 September 2026 - 23:17 WIB

Pertemuan Xi-Trump Suntik Kepercayaan dan Stabilitas Global

Minggu, 27 September 2026 - 21:22 WIB

Menlu Iran: Lebih dari 5.000 Tewas dalam Serangan AS-Israel

Minggu, 27 September 2026 - 21:21 WIB

Persenjataan Iran Aman, Ditempatkan di Bawah Tanah

Minggu, 27 September 2026 - 18:36 WIB

Trump Tolak Usulan Iran: Hormuz Merana, Perang Jalan Terus

Berita Terbaru

Foto yang diabadikan pada 15 Agustus 2024 ini memperlihatkan sebuah tank Ukraina yang hancur akibat serangan Rusia di Toretsk. (Xinhua)

Berita Utama

Rusia Hancurkan 25% Fasilitas Internet dan Starlink Ukraina

Minggu, 27 Sep 2026 - 23:27 WIB

Presiden Tiongkok Xi Jinping melakukan diskusi dalam kelompok kecil dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Ruang Oval setelah upacara penyambutan di Gedung Putih, Washington DC, AS, pada 24 September 2026. Trump menggelar upacara penyambutan bagi Xi, yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke AS, di Gedung Putih pada Kamis (24/9). (Xinhua)

Berita Utama

Pertemuan Xi-Trump Suntik Kepercayaan dan Stabilitas Global

Minggu, 27 Sep 2026 - 23:17 WIB


Foto yang diabadikan pada 23 Maret 2026 ini menunjukkan sebuah bangunan yang hancur di daerah permukiman usai serangan gabungan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran di Teheran, Iran. (Xinhua)

Berita Utama

Menlu Iran: Lebih dari 5.000 Tewas dalam Serangan AS-Israel

Minggu, 27 Sep 2026 - 21:22 WIB

Iran sangat siap Hadapi Perang, lawan Amerika sekalipun

Berita Utama

Persenjataan Iran Aman, Ditempatkan di Bawah Tanah

Minggu, 27 Sep 2026 - 21:21 WIB

Presiden AS Larangan Beberapa media liputan di Gedung Putih. Menurutnya larangan itu karena media tersebut sering membuat laporan palsu.[Xinhua]

Berita Utama

Trump Tolak Usulan Iran: Hormuz Merana, Perang Jalan Terus

Minggu, 27 Sep 2026 - 18:36 WIB