AS Terus Lakukan Pengetatan Terhadap Produk China

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Jurnalis dan pemengaruh media sosial dari negara-negara ASEAN berinteraksi dengan robot anjing di zona robotika di Shenzhen, Provinsi Guangdong, China selatan, pada 29 Juli 2026. [Xin]

Jurnalis dan pemengaruh media sosial dari negara-negara ASEAN berinteraksi dengan robot anjing di zona robotika di Shenzhen, Provinsi Guangdong, China selatan, pada 29 Juli 2026. [Xin]

BEIJING- China pada Kamis (30/7) mengkritik keputusan Komisi Komunikasi Federal (Federal Communications Commission/FCC) Amerika Serikat (AS) untuk menambahkan inverter daya dan perangkat robotika canggih buatan luar negeri ke dalam “Covered List” (Daftar Terlarang) AS, seraya mengatakan bahwa langkah tersebut mendiskriminasi serta menekan perusahaan dan produk China.

Penambahan ke dalam daftar tersebut akan mencegah produk-produk baru terkait untuk memperoleh otorisasi FCC dan memasuki pasar AS. Pihak AS harus segera mencabut langkah-langkah ini dan mengakhiri praktik keliru yang diterapkannya, kata seorang juru bicara (jubir) Kementerian Perdagangan China.

Baca Juga:  AS Kembali Lancarkan Serangan, Iran Siap Balas

Jubir tersebut mengatakan bahwa meskipun China telah berulang kali menyampaikan keberatan dan menerapkan pendekatan yang menahan diri, FCC terus memperkenalkan dan meningkatkan langkah-langkah pembatasan, yang menimbulkan kerugian serius bagi kepentingan perdagangan China yang sah, merusak stabilitas hubungan ekonomi dan perdagangan China-AS, serta mengganggu stabilitas rantai industri dan rantai pasokan global.

AS terlalu memaksakan konsep keamanan nasional dan menggunakan langkah-langkah administratif untuk mencampuri transaksi komersial dan aktivitas perdagangan normal, mengabaikan seruan kuat dari industri di kedua negara, kata jubir tersebut.

Baca Juga:  Hari Harimau Internasional Dirayakan di Heiliongjing

Upaya “pemisahan (decoupling) dan gangguan rantai pasokan” merupakan contoh tipikal dari distorsi pasar dan intimidasi sepihak, menurut jubir itu.

Jika AS bersikeras untuk melanjutkan langkahnya, China akan mengambil tindakan balasan yang tegas untuk melindungi hak dan kepentingannya yang sah, kata jubir tersebut.


Penulis : Desty Efriyani


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Tantangan Ponpes Kian Berat, Berhadapan dengan Tekhnologi dan AI
Rahasia PBB Bocor, Ada Mata-mata Israel di UNICEF
Iran Siap Nego Damai, Kalau AS Gak Dustai MOU
Bahaya, Wabah Flu Burung Naik Lagi
Rial Kalbadi Pimpin Langit Biru Indonesia ASRI Way Kanan 
Sensus Ekonomi 2026 dan Pentingnya Data Akurat
Seluruh Bhabinkamtibmas Bagi Bendera ke Masyarakat
Lebanon Sebut Perundingan dengan Israel Ada Kemajuan, soal Tawanan dan Perbatasan

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:14 WIB

Tantangan Ponpes Kian Berat, Berhadapan dengan Tekhnologi dan AI

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:48 WIB

Rahasia PBB Bocor, Ada Mata-mata Israel di UNICEF

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:41 WIB

Iran Siap Nego Damai, Kalau AS Gak Dustai MOU

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Bahaya, Wabah Flu Burung Naik Lagi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Rial Kalbadi Pimpin Langit Biru Indonesia ASRI Way Kanan 

Berita Terbaru

Sekdaprov Dr Marindo Kurniawan Saat Membaca Sambutan Gubernur Lampung di FKPP di Lampung Selatan [Lin]

#indonesiaswasembada

Tantangan Ponpes Kian Berat, Berhadapan dengan Tekhnologi dan AI

Minggu, 9 Agu 2026 - 10:14 WIB

Ilustrasi Berita Mata-Mata

#indonesiaswasembada

Rahasia PBB Bocor, Ada Mata-mata Israel di UNICEF

Minggu, 9 Agu 2026 - 09:48 WIB

Presiden Iran Masoud Pezeshkian sedang menyampaikan pidato di Teheran, Iran [xin]

#indonesiaswasembada

Iran Siap Nego Damai, Kalau AS Gak Dustai MOU

Minggu, 9 Agu 2026 - 09:41 WIB

Waspada Flu Burung Naik Lagi, Jangan Lengah

#indonesiaswasembada

Bahaya, Wabah Flu Burung Naik Lagi

Minggu, 9 Agu 2026 - 09:38 WIB

#indonesiaswasembada

Rial Kalbadi Pimpin Langit Biru Indonesia ASRI Way Kanan 

Sabtu, 8 Agu 2026 - 23:59 WIB