BANDAR LAMPUNG- Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung melalui International Office (IO) menggelar Workshop Persiapan Program Fulbright Master’s Degree di Ruang Meeting lantai 1 Gedung Academic & Research Center UIN, Rabu (26/11/2025).
Workshop ini menghadirkan narasumber dari AMINEF dan para penerima beasiswa Fulbright secara daring, serta diikuti mahasiswa yang memiliki minat melanjutkan studi ke Amerika Serikat.
Ketua IO UIN RIL, Bambang Budiwiranto, Ph.D., menjelaskan bahwa kerja sama UIN RIL dengan AMINEF selama ini berjalan sangat baik.
Tahun lalu, UIN RIL terpilih sebagai salah satu dari 10 proyek yang didanai AMINEF USA setelah melalui proses seleksi yang ketat. Hadirnya Prof. Bryan Hall, Ph.D., dan Assoc. Prof. Erica Ferg dari Regis University, Amerika Serikat, juga menjadi bukti komitmen bersama dalam meningkatkan standar pendidikan global, khususnya melalui pengembangan kurikulum Outcome-Based Education (OBE) di UIN Raden Intan Lampung.
Ia berharap mahasiswa yang mengikuti workshop ini memiliki passion dan tekad kuat untuk melanjutkan studi ke Amerika Serikat. Menurutnya, program ini merupakan bagian dari upaya internasionalisasi kampus dan mendukung visi UIN RIL 2035 sebagai rujukan internasional dalam pengembangan ilmu keislaman integratif-multidisipliner dan berwawasan lingkungan.
“Mengingat waktu sepuluh tahun itu singkat, kita perlu mempersiapkan SDM, memperbanyak program internasional, guest lecture, dan membuka jalan bagi mahasiswa kita masuk ke program prestisius seperti Fulbright,” katanya.
Ia menyinggung masih sedikitnya mahasiswa UIN RIL yang berhasil masuk degree program luar negeri. Salah satu contoh yang sudah berhasil adalah Titaniva Harton Kasrath, mahasiswa UIN RIL yang lolos program Beasiswa MoRA Overseas Student Mobility Awards (MOSMA) 2023 dan berkesempatan kuliah di Amerika.
“Ini adalah program prestisius. Saya sangat berharap mahasiswa kita bisa mengikuti jejaknya,” lanjut Bambang.
Ia juga berbagi kisah pribadi saat dulu bermimpi melanjutkan S2 ke Amerika, namun akhirnya belajar di Australia. Dari pengalaman itu, ia mengajak mahasiswa untuk menanamkan mimpi, menyiapkan kemampuan bahasa Inggris, dan keberanian untuk bersaing di tingkat global.
“Dengan belajar di luar negeri, kalian akan bertemu orang, budaya, dan sistem pendidikan berbeda. Itu bisa menjadi culture baru yang dibawa pulang dan diinternalisasikan di kampus,” ucapnya.
Menurutnya, lulusan dengan pengalaman internasional akan menjadi human resources yang kuat dalam mendukung internasionalisasi kampus. Ia berharap lulusan ke depan tidak hanya berasal dari Australia atau Inggris, tetapi juga dari berbagai negara lain, termasuk Amerika Serikat.
“Pasang niat, bangun mimpi, usaha, dan doa. Semoga di antara kalian ada yang lolos program Fulbright ini,” pesannya kepada peserta workshop.
Dalam sesi workshop, narasumber pertama, Miftahul Mardiyah dari AMINEF, memaparkan informasi detail tentang beasiswa Fulbright Master’s Degree.
Narasumber lainnya, yaitu penerima Fulbright diantaranya Lolita Rachmadian, Rio Trimono, dan Tri Indah Oktavianti, berbagi pengalaman dan tips sukses mengikuti program tersebut.
Para peserta mendapatkan materi seputar Fulbright Master’s Degree, termasuk cara menulis writing sample, menentukan dream campus, menulis study objective, dan menyusun personal statement. Mereka juga mendapat insight langsung dari pengalaman para awardee dalam proses seleksi hingga kehidupan akademik di Amerika Serikat.
Penulis : Desty
Editor : Nara
Sumber Berita : UIN RIL





![Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PBMA) Dr. K.H. Jazuli Juwaini, M.A., M.M., melepas keberangkatan 448 mahasiswa Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten, yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun Akademik 2025/2026.[Hs]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.51.48-225x129.jpeg)

![Seorang peserta dalang remaja berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 21 Juli 2026.[]Seorang dalang remaja, Latif Listyo Wicoro (22 tahun) berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet, Yogyakarta, Selasa (21/7). Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 diikuti oleh 20 peserta yang diselenggarakan hingga 24 Juli mendatang. Festival ini menampilkan pertujukan wayang kulit purwa dan wayang golek menak yang merupakan wadah bagi para dalang muda penerus sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian seni pedalangan di kalangan generasi muda.](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.29.28-225x129.jpeg)
![Alih-alih memegang kamera, Veldesen Yaputra, mahasiswa arsitektur sekaligus kreator konten asal Indonesia, berdiri tenang di depan sebuah bangunan kuno China. Dengan buku sketsa di tangannya, dia secara cermat menggambar kerumitan struktur kayu dan lekukan atap bangunan megah tersebut.[]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.10.57-225x129.jpeg)
![Produsen alat berat asal China, LiuGong, memulai pembangunan fasilitas produksi lokal di Karawang, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu (22/7) dengan kapasitas 5.000 unit per tahun. Pembangunan ini memperoleh dukungan dari pemerintah di tengah ketimpangan antara kebutuhan dan kapasitas produksi lokal alat berat di dalam negeri yang masih mencolok.[]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.13.11-225x129.jpeg)

![Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PBMA) Dr. K.H. Jazuli Juwaini, M.A., M.M., melepas keberangkatan 448 mahasiswa Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten, yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun Akademik 2025/2026.[Hs]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.51.48-129x85.jpeg)

![Seorang peserta dalang remaja berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 21 Juli 2026.[]Seorang dalang remaja, Latif Listyo Wicoro (22 tahun) berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet, Yogyakarta, Selasa (21/7). Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 diikuti oleh 20 peserta yang diselenggarakan hingga 24 Juli mendatang. Festival ini menampilkan pertujukan wayang kulit purwa dan wayang golek menak yang merupakan wadah bagi para dalang muda penerus sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian seni pedalangan di kalangan generasi muda.](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.29.28-129x85.jpeg)
![Alih-alih memegang kamera, Veldesen Yaputra, mahasiswa arsitektur sekaligus kreator konten asal Indonesia, berdiri tenang di depan sebuah bangunan kuno China. Dengan buku sketsa di tangannya, dia secara cermat menggambar kerumitan struktur kayu dan lekukan atap bangunan megah tersebut.[]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.10.57-129x85.jpeg)


