TNI AU Bersama Basarnas Terus Lakukan Pencarian Pesawat ATR 42-500

Selasa, 20 Januari 2026 | 06:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASAR – TNI Angkatan Udara dalam hal ini Lanud Sultan Hasanuddin mengerahkan Helikopter H225M  Caracal H-2213 untuk membantu pencarian pesawat ATR-42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1). Pesawat tersebut terbang dari Yogyakarta menuju Makassar dengan membawa 7 kru dan 3 penumpang.

Berdasarkan informasi awal, pesawat ATR-42-500 hilang komunikasi di kawasan pegunungan Leang-Leang Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Titik koordinat terakhir yang diterima berada pada posisi 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Helikopter H225M Caracal dengan Captain Pilot Kapten Pnb Rahmanto lepas landas dari Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, menuju sektor pencarian di wilayah Kabupaten Maros.

Selain unsur udara, TNI AU juga mengerahkan puluhan personel dari Yon Parako 473 Korpasgat, Divisi Arhanud Korpasgat, Lanud Sultan Hasanuddin untuk memperkuat tim gabungan yang terdiri atas Polres Maros, Kodim 1422/Maros, serta Basarnas.

Seluruh unsur saat ini telah merapat ke Posko Lapangan di daerah Bantimurung untuk melakukan koordinasi intensif dan mempercepat proses pencarian.

Lanud Sultan Hasanuddin Kembali Kerahkan Helikopter Caracal Dan Boeing Intai Strategis, Lokasi Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Berhasil Diidentifikasi

Helikopter H225M Caracal H-2213 dan Boeing 737-200 Skadron Udara 5 yang dikerahkan Lanud Sultan Hasanuddin dalam pencarian pesawat ATR-42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) berhasil identifikasi titik lokasi jatuhnya pesawat di kawasan Gunung Bulusaraung, Minggu (18/1).

Baca Juga:  Wakapolres Mesuji  Jumling di Masjid Nurul Hidayah 

Menindaklanjuti temuan tersebut, segera diturunkan lima prajurit Korpasgat dan satu personel Basarnas menggunakan Helikopter H225M Caracal ke titik lokasi jatuhnya pesawat untuk menyiapkan langkah awal proses evakuasi.

Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto, M.Han., menyampaikan bahwa pengerahan unsur TNI AU ini merupakan bentuk komitmen dan respon cepat dalam membantu operasi kemanusiaan.

“TNI Angkatan Udara, khususnya Lanud Sultan Hasanuddin, siap mendukung penuh upaya pencarian dan evakuasi pesawat yang hilang kontak ini. Seluruh kemampuan yang kami miliki akan kami kerahkan secara maksimal, baik melalui unsur udara maupun personel di lapangan, dengan tetap mengutamakan keselamatan dan sinergi bersama seluruh instansi terkait,” tegas Danlanud.

 Operasi pencarian dan evakuasi akan terus dilaksanakan secara terpadu dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, medan, serta perkembangan informasi terbaru dari posko gabungan.

Memasuki hari ketiga pencarian pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. TNI Angkatan Udara melalui Lanud Sultan Hasanuddin kembali mengerahkan helikopter H-225M Caracal untuk melanjutkan operasi pencarian dan evakuasi, Senin (19/1).

Sebelumnya, TNI Angkatan Udara telah mengerahkan pesawat Boeing 737 Intai Strategis dari Skadron Udara 5 untuk melaksanakan misi air surveillance di kawasan jatuhnya pesawat.

Kegiatan pengintaian udara tersebut bertujuan memperkuat pemetaan area, memantau kondisi medan, serta mendukung penentuan titik-titik prioritas pencarian di wilayah pegunungan yang memiliki tingkat kesulitan tinggi.

Baca Juga:  Universitas Peking Bahas Indonesia di Masa Transisi

Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto, M.Han., memimpin langsung briefing penerbangan sebelum pelaksanaan misi. Dalam arahannya, Danlanud menekankan pentingnya keselamatan terbang dan keselamatan personel di lapangan sebagai prioritas utama dalam setiap tahapan operasi SAR.

“Keselamatan personel dan awak pesawat adalah yang utama. Laksanakan tugas sesuai prosedur, jaga komunikasi, serta perhatikan kondisi cuaca dan medan. Keberhasilan misi harus sejalan dengan penerapan safety yang ketat,” tegas Marsma Arifaini.

Usai briefing, Danlanud Sultan Hasanuddin melaksanakan pengecekan kesiapan pesawat dan crew helikopter H-225M Caracal juga kesiapan personel tim SAR dari Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) dan Basarnas berikut peralatan pendukung misi SAR yang disiapkan untuk diterjunkan ke lokasi pencarian.

Helikopter H-225M Caracal dioptimalkan untuk melaksanakan pengamatan udara, mobilisasi personel dan logistik, serta mendukung proses evakuasi. Namun demikian, upaya penerjunan tim SAR ke titik jatuhnya pesawat masih sangat bergantung pada perkembangan kondisi cuaca di sekitar Pegunungan Bulusaraung yang berubah cepat dan mempengaruhi visibilitas serta keselamatan penerbangan.

TNI Angkatan Udara menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan maksimal dalam operasi pencarian dan evakuasi hingga seluruh tahapan penanganan dapat diselesaikan, melalui sinergi terpadu bersama Basarnas dan unsur terkait lainnya.[]


Penulis : Anis


Editor : Anis


Sumber Berita : TNI AU

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Menlu Irak: Bentuk Komite ‘Akurkan’ Iran-AS
30 Tewas dan 8 Terluka, Pemerintah Yaman dan Houthi Saling Tuding
Kamp Tinju di Bawah Jembatan Layang, Positif Broo
Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok
Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?
782 Anak Terpapar Radikalisme: DPRD Lampung Ingatkan Bahaya Doktrinasi Muda
Mantan PM Malaysia Najib Razak Kembali ke Penjara
Trump Tunjuk Stephen Miller jadi Kepala Staf Gedung Putih

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 08:29 WIB

Menlu Irak: Bentuk Komite ‘Akurkan’ Iran-AS

Minggu, 8 November 2026 - 07:43 WIB

30 Tewas dan 8 Terluka, Pemerintah Yaman dan Houthi Saling Tuding

Minggu, 8 November 2026 - 07:23 WIB

Kamp Tinju di Bawah Jembatan Layang, Positif Broo

Sabtu, 7 November 2026 - 22:55 WIB

Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok

Sabtu, 7 November 2026 - 22:03 WIB

Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?

Berita Terbaru

Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein berbicara dalam sebuah konferensi pers bersama di Baghdad, Irak, pada 30 Juni 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Menlu Irak: Bentuk Komite ‘Akurkan’ Iran-AS

Minggu, 8 Nov 2026 - 08:29 WIB


Seorang remaja mengikuti pelatihan tinju saat pembukaan Kampung Melayu Flyover Boxing Camp di Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, pada 6 November 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Kamp Tinju di Bawah Jembatan Layang, Positif Broo

Minggu, 8 Nov 2026 - 07:23 WIB

Yustian Rovi Alfiansah menghadiri Forum Kerja Sama Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Internasional (International Science and Technology Innovation Cooperation Forum/ISTICF) dan Konferensi Inovasi Teknologi Laut Dalam (Deep-Sea Technology Innovation Conference/DSTIC) Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan 2026, yang merupakan edisi keempat, di Sanya, Provinsi Hainan, Tiongkok selatan, pada 4 November 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok

Sabtu, 7 Nov 2026 - 22:55 WIB

Infografis ini menampilkan ketersediaan psikiater dan psikolog klinis di Indonesia. Data nasional per 1 September 2026 bersumber dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI), sedangkan sebaran per provinsi bersumber dari kajian Info Singkat DPR RI (Oktober 2023). (Xinhua)

Berita Utama

Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?

Sabtu, 7 Nov 2026 - 22:03 WIB