GUBERNUR Lampung, Rahmat Mirzani Djausal memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) terus diperkuat untuk mencegah munculnya kembali titik api sekaligus melindungi satwa, terutama gajah Sumatera.
“Dalam laporan sudah tidak ada lagi titik api di 120.000 hektare wilayah TNWK,” ucap Gubernur Mirza saat meninjau TNWK, Lampung Timur, Senin (31/8/2026).
Peninjauan dilakukan Gubernur Lampung bersama Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Karo Ops Polda Lampung Kombes Pol Fadly Munzir Ismail, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Kepala Balai TNWK MHD. Zaidi, serta jajaran terkait.
Gubernur Mirza mengatakan operasi gabungan penanganan karhutla masih berjalan meski tidak lagi ditemukan titik api di kawasan TNWK. Personel pemadam kebakaran dan kepolisian tetap disiagakan untuk melakukan pemantauan dan merespons apabila kembali ditemukan potensi kebakaran.
Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan pembangunan tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Kementerian Kehutanan dan Komite Satgas Mitigasi.
Fasilitas yang dibangun antara lain pagar besi, high beam, serta struktur penghalang lainnya untuk mencegah gajah keluar dari kawasan TNWK menuju permukiman warga. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko konflik antara satwa dan masyarakat di sekitar kawasan konservasi.
Mitigasi juga dilakukan dengan mengembangkan tanaman dan kegiatan ekonomi yang tidak disukai gajah, seperti budidaya serai dan lebah. Selain menjadi bagian dari upaya mencegah gajah keluar dari habitatnya, hasil budidaya tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar TNWK.
Pangdam menyebut pembangunan fasilitas mitigasi tersebut telah mencapai sekitar 65 persen dan ditargetkan terus dikebut hingga selesai pada Oktober 2026. Pemerintah juga menyiapkan penguatan kapasitas petugas, termasuk rencana studi banding atau pembelajaran ke Thailand mengenai perawatan dan pengelolaan gajah.
Dari sisi pengamanan, Polda Lampung bersama TNI dan Polres Lampung Timur masih menyiagakan sekitar satu peleton personel di wilayah Lampung Timur. Personel tersebut membantu penanganan karhutla sekaligus mendukung sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
Kepolisian juga menggunakan dukungan teknologi untuk mendeteksi titik panas, termasuk drone yang dapat membantu memantau potensi api yang masih berada di dalam sekam atau material yang belum sepenuhnya padam. Jika titik api baru terdeteksi, penanganan dilakukan dengan dukungan water bombing dan operasi modifikasi cuaca.[]
Penulis : Anis
Editor : Nara J Afkar
Sumber Berita : Lampung







![Ketua JMSI Tulangbawang, Suhirman terima SK Pengurus dan Ketua Pengda JMSI Lampung Ahmad Novriwan di Tulangbawang {SJ]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/Suhirmansyah-225x129.jpg)

![KILATAN Cahaya Senjata Iran saat Serang Pangkalan AS [xin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/Senjata-Iran-saat-Serang-Pangkalan-AS-225x129.jpg)



![Ketua JMSI Tulangbawang, Suhirman terima SK Pengurus dan Ketua Pengda JMSI Lampung Ahmad Novriwan di Tulangbawang {SJ]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/Suhirmansyah-129x85.jpg)



