Teuku Rezasyah Dilantik Jadi Ketua Grup Studi Juche Indonesia

Rabu, 17 April 2024 | 07:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari kiri ke kanan Ketua PPIK Teguh Santosa, Wakil Dirjen IIJI Matteo Carbonelli, Ketua GSJI Teuku Rezasyah, dan Sekretaris APRCFSKP Javed Ansari

Dari kiri ke kanan Ketua PPIK Teguh Santosa, Wakil Dirjen IIJI Matteo Carbonelli, Ketua GSJI Teuku Rezasyah, dan Sekretaris APRCFSKP Javed Ansari

Laporan: Melly

PYONGYANG – DR Teuku Rezasyah secara resmi dilantik sebagai Ketua Grup Studi Juche Indonesia (GSJI). Pelantikan dilakukan di pelataran monumen Kim Il Sung dan Kim Jong Il di Bukit Moran, Pyongyang, Senin (15/4). Pelantikan bertepatan dengan hari kelahiran Kim Il Sung, pendiri Republik Rakyat Demokratik Korea atau Korea Utara.

Dalam prosesi pelantikan, Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea Utara (PPIK), Teguh Santosa, menyematkan pin Juche Korea di dada kiri Teuku Rezasyah.

Pelantikan disaksikan Wakil Dirjen Institut Internasional Ide Juche (IIJI) Matteo Carbonelli dari Italia dan Sekretaris Komite Asia Pasifik untuk Persahabatan dan Solidaritas dengan Rakyat Korea (APRCFSKP) Javed Ansari dari Pakistan.

GSJI didirikan almh. Rachmawati Soekarnoputri tahun 2021 untuk mempelajari ajaran Kim Il Sung tentang kemandirian dan keteguhan dalam perjuangan. Juche memiliki kemiripan dengan ajaran Trisakti Bung Karno yang yang intinya adalah kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan kepribadian bangsa.

Baca Juga:  Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi

Dalam Juche, manusia dipandang sebagai faktor utama penentu pertumbuhan dan perkembangan suatu bangsa. Karena itu Juche mengajarkan bahwa manusia adalah tuan bagi dirinya, masa depan, dan nasibnya sendiri.

Tadinya, posisi Ketua GSJI secara ex officio dijabat Ketua PPIK. Setelah menduduki posisi Ketua PPIK tahun 2022, Teguh memutuskan untuk memisahkan kedua jabatan itu agar lebih fokus dan efektif.

“Alhamdulillah, kami sudah mendapatkan figur yang tepat untuk mengisi posisi ini. Latar belakang Pak Reza sebagai akademisi yang memiliki minat tinggi pada isu Asia Timur, termasuk Korea Utara, kami kira modal yang memadai untuk membuat organisasi ini lebih aktif,” ujar Teguh dalam keterangan yang diterima redaksi.

Teuku Rezasyah adalah dosen hubungan internasional di Universitas Padjadjaran (Unpad) dan President University.

Dalam keterangan itu Teuku Rezasyah mengatakan, GSJI akan menjadi pintu masuk untuk mendalami dinamika kawasan Asia Timur, di mana Korea Utara merupakan salah satu aktor yang memiliki keunggulan yang khas.

Baca Juga:  Beri Kemudahan Masyarakat Mesuji, Elfianah Gagas Integrasi Setiap Layanan Publik

“Korea Utara dengan Juche mampu bertahan dan terus membangun di tengah krisis global. Nilai-nilai Juche sudah melembaga dan tersosialisasi dengan sangat baik di tingkat pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

“Mengingat DPRK adalah negara unggulan di Asia Timur, maka pengamatan atas negara ini harus dilakukan secara spesifik. Juche dapat digunakan sebagai pintu masuk untuk mempelajari kawasan Asia Timur,” katanya lagi.

Dia juga menambahkan, keteguhan Korea Utara memegang ideologi Juche sangat menginspirasi.

“Dalam hal ini, saya yakin dengan Pancasila kita juga dapat menjadi bangsa dan negara yang unggul dan terpandang dalam pergaulan dunia. Seperti cita-cita kemerdekaan yang digariskan founding fathers kita,” demikian Teuku Rezasyah.##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Serang Istana Aden, Houthi Klaim Tewaskan Perwira Arab Saudi
5 Tewas Akibat Serangan Houthi ke Istana Aden
Kawasan Industri Katibung Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Perangi Narkoba, BNNK Latih Teman Anti Narkotika
Lima Rudal Sasar Istana Kepresidenan di Aden, Yaman
Presiden Lebanon Desak AS tekan Israel Hentikan Serangan
Ledakan Guncang Pasar Cimanggis di Ciputat, 2 Tewas
Universitas Peking Bahas Indonesia di Masa Transisi

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:05 WIB

Serang Istana Aden, Houthi Klaim Tewaskan Perwira Arab Saudi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:00 WIB

5 Tewas Akibat Serangan Houthi ke Istana Aden

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Kawasan Industri Katibung Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Perangi Narkoba, BNNK Latih Teman Anti Narkotika

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Lima Rudal Sasar Istana Kepresidenan di Aden, Yaman

Berita Terbaru

Peperangan di Yaman dan Houthi Yaman [XInhua]

Berita Utama

Serang Istana Aden, Houthi Klaim Tewaskan Perwira Arab Saudi

Jumat, 16 Okt 2026 - 22:05 WIB

Pasukan Houthi di Yaman [xinhua]

Berita Utama

5 Tewas Akibat Serangan Houthi ke Istana Aden

Jumat, 16 Okt 2026 - 21:00 WIB

Pemerintah Bahas Kawasan Industri Katibung [LL]

Berita Utama

Kawasan Industri Katibung Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Jumat, 16 Okt 2026 - 20:25 WIB

Berita Utama

Perangi Narkoba, BNNK Latih Teman Anti Narkotika

Jumat, 16 Okt 2026 - 20:17 WIB

Para pendukung Houthi berpartisipasi dalam pawai bersenjata menentang keterlibatan Turkiye dan Pakistan bersama Arab Saudi dalam konflik Yaman, di Sanaa, Yaman, pada 7 Oktober 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Lima Rudal Sasar Istana Kepresidenan di Aden, Yaman

Jumat, 16 Okt 2026 - 20:15 WIB