Tes UM-PTKIN UIN RIL Ramah Difabel

Senin, 8 Juni 2026 | 13:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAR LAMPUNG – Pelaksanaan Sistem Seleksi Elektronik (SSE) Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2026 di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (UIN RIL) tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga memberikan layanan ramah difabel bagi peserta berkebutuhan khusus yang mengikuti ujian di titik lokasi (tilok) UIN RIL.

Pada pelaksanaan UM-PTKIN tahun 2026, terdapat dua peserta berkebutuhan khusus yang mengikuti ujian di kampus hijau UIN RIL, yakni satu peserta tuna daksa dan satu peserta tuna netra. Peserta tuna daksa mengikuti ujian pada hari pertama, Senin (8/6/2026) sesi ketiga. Sedangkan peserta tuna netra dijadwalkan mengikuti ujian pada Selasa (9/6/2026) sesi keempat.

Sebagai bentuk komitmen memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh peserta, UIN RIL menyiapkan pendamping khusus bagi peserta difabel selama pelaksanaan ujian berlangsung.

Wakil Rektor I Prof. Dr. Andi Thahir, M.A., mengatakan penyediaan pendamping merupakan bagian dari upaya kampus untuk memastikan seluruh peserta dapat mengikuti ujian dengan baik dan nyaman.

Baca Juga:  Peringati Hari Anak Nasional, UIN RIL Gaungkan Gerakan BERLIAN

Menurutnya, sesuai arahan Panitia Pusat, peserta difabel yang membutuhkan bantuan diberikan pendamping yang bertugas membacakan soal sekaligus membantu memilihkan jawaban berdasarkan instruksi peserta.

“Pendamping hanya membantu secara teknis, membacakan soal dan memilihkan jawaban sesuai arahan peserta, tetapi tidak mengarahkan jawaban,” ujarnya.

Layanan tersebut diberikan karena sistem SSE UM-PTKIN saat ini belum sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan peserta tunanetra maupun tunarungu.

Prof. Andi menegaskan bahwa UIN RIL berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh peserta tanpa terkecuali, termasuk peserta penyandang disabilitas.

Pelaksanaan UM-PTKIN yang ramah difabel di UIN RIL sejalan dengan komitmen Panitia Nasional PMB PTKIN dalam menghadirkan akses pendidikan tinggi yang inklusif dan terbuka bagi semua kalangan.

Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN, Prof. Dr. Abd. Aziz, M.Pd.I., menyampaikan bahwa UM-PTKIN 2026 diikuti oleh 43 peserta difabel dari berbagai daerah di Indonesia. Jumlah tersebut terdiri atas 11 peserta tuna netra, 8 tuna rungu, 7 tuna daksa, dan 17 tuna grahita.

Baca Juga:  Ombudsman Minta SPPG Penyebab Keracunan MBG Di Sumut Di Tutup Permanen

“Tahun ini, UM-PTKIN diikuti oleh 43 peserta difabel dengan rincian 11 siswa tuna netra, 8 tuna rungu, 7 tuna daksa, dan 17 tuna grahita. Kami memastikan seluruh titik lokasi ujian memberikan fasilitas terbaik dan akses yang ramah bagi mereka,” paparnya.

Lebih lanjut, Prof. Abd. Aziz menyebut karakter inklusif PTKIN semakin terlihat dari terbukanya akses pendidikan bagi berbagai kelompok masyarakat. Menurutnya, program studi di lingkungan PTKIN kini semakin diminati oleh beragam kalangan, termasuk masyarakat non-Muslim dan komunitas internasional.

Hal tersebut menunjukkan bahwa PTKIN merupakan ruang belajar yang terbuka dan ramah bagi siapa saja, termasuk kelompok difabel. Komitmen itu juga tercermin dalam pelaksanaan UM-PTKIN di UIN Raden Intan Lampung yang menyediakan layanan pendampingan bagi peserta berkebutuhan khusus agar dapat mengikuti seleksi dengan kesempatan yang setara.()


Penulis : Desty


Editor : Nara


Sumber Berita : UIN RIL

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

China dan Indonesia Perlu Majukan Global South
KKN UIN Kel 87-88 Gugah Anak Gemar Menabung
Menlu China Serukan Penguatan Kerja Sama dengan Indonesia
Cegah Child Grooming, KKN UIN Edukasi SMPN 13 Bandar Lampung
Gubernur-Pangdam Ikuti Gerak Jalan Sehat HUT ke-1 Kodam XXI/Radin Inten
Gunung Bromo Dibuka Kembali setelah Karhutla 13 Hari
Johan Rosihan Minta Pemerintah Susun Mitigasi Karhutla Yang Lebih Jelas Dan Terukur
Ombudsman Minta SPPG Penyebab Keracunan MBG Di Sumut Di Tutup Permanen
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 02:57 WIB

China dan Indonesia Perlu Majukan Global South

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 02:10 WIB

KKN UIN Kel 87-88 Gugah Anak Gemar Menabung

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:52 WIB

Menlu China Serukan Penguatan Kerja Sama dengan Indonesia

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:36 WIB

Cegah Child Grooming, KKN UIN Edukasi SMPN 13 Bandar Lampung

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:22 WIB

Gubernur-Pangdam Ikuti Gerak Jalan Sehat HUT ke-1 Kodam XXI/Radin Inten

Berita Terbaru

Menteri Luar Negeri China Wang Yi, yang juga merupakan anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis China, bersama-sama memimpin Konferensi Pertama Mekanisme Dialog Strategis Komprehensif China-Indonesia dengan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono di Jakarta pada 21 Agustus 2026. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

China dan Indonesia Perlu Majukan Global South

Sabtu, 22 Agu 2026 - 02:57 WIB

Kel 87 dan 88 KKN UIN RIL saat memberikan sosialisasi gemar menabung sekaligus literasi keuangan sejak dini. [eko]

#indonesiaswasembada

KKN UIN Kel 87-88 Gugah Anak Gemar Menabung

Sabtu, 22 Agu 2026 - 02:10 WIB

Menteri Luar Negeri China Wang Yi, yang juga merupakan anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis China, bersama-sama memimpin Konferensi Pertama Mekanisme Dialog Strategis Komprehensif China-Indonesia dengan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono di Jakarta pada 21 Agustus 2026. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Menlu China Serukan Penguatan Kerja Sama dengan Indonesia

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:52 WIB

Mahasiswa KKN UIN Raden Intan bersama siswa SMP 13 Bandarlampung [Eko]

#indonesiaswasembada

Cegah Child Grooming, KKN UIN Edukasi SMPN 13 Bandar Lampung

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:36 WIB

Gubernur Lampung Mirza saat melepas peserta jalan sehat didampingi Pangdam XXI Mayjen Kristomei [Ist]

#indonesiaswasembada

Gubernur-Pangdam Ikuti Gerak Jalan Sehat HUT ke-1 Kodam XXI/Radin Inten

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:22 WIB