Temui Wakil Menteri LH Cina, Eddy Soeparno Siapkan Solusi Hadapi Polusi Udara di Indonesia

Selasa, 15 April 2025 | 18:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pimpinan MPR RI dari Fraksi PAN Eddy Soeparno memenuhi undangan Pemerintah Cina untuk membahas pengembangan energi terbarukan. Selama di Cina, Eddy menghadiri rangkaian acara bersama para pengambil kebijakan.

Selain menemui Direktur Pengelola Beijing Municipal Center, yang merupakan kota pengembangan baru yang ramah lingkungan, Eddy juga menemui Wakil Menteri (Wamen) Lingkungan Hidup dan Ekologi China, Guo Fang.

Eddy menjelaskan, pertemuan dengan Wamen Ekologi Cina adalah upaya menggali pengalaman Cina dalam mengubah secara cepat dan signfikan kualitas udara.

“Jadi tadi kita berbicara, membahas pengalaman China dalam melakukan penurunan emisi dan perbaikan kualitas udara secara sangat signifikan, termasuk juga transisi energi yang mereka lakukan,” kata Eddy

Doktor Ilmu Politk UI ini menyampaikan, keberhasilan Cina dalam akselerasi penurunan emisi dan memperbaiki kualitas udara menjadi pelajaran penting untuk Indonesia.

“Dalam 10 tahun Cina berhasil menambah hari dengan kualitas udara “baik” dari 13 hari menjadi 300 hari. Ini capaian yang langkah-langkahnya perlu diikuti Indonesia,” lanjutnya.

Baca Juga:  Perkuat Satgas Karhutla, Indonesia dan Singapura Tingkatkan Kerja Sama

Menurut Waketum PAN China turut menerapkan berbagai kebijakan demi meningkatkan kualitas udaranya. Salah satunya, China mengembangkan sumber-sumber energi terbarukan untuk menggantikan pembangkit energi pembangkit listrik batubara di kawasan padat penduduk.

“Di pertemuan ini, kami juga bertukar pandangan bagaimana pembangkit listrik batubara di China sudah semakin menurun dalam satu dekade ini,” lanjutnya.

“Dari awalnya sebanyak 67 persen, kini penggunaan pembangkit listrik batu bara turun menjadi 53 persen,” lanjutnya.

Selanjutnya, Eddy menyebut pemanfaatan energi fosil dengan energi terbarukan di China saat ini sudah seimbang.

“Kedepannya, mereka akan lebih mengembangkan lagi pengembangan energi terbarukan, khususnya di bidang solar, angin, dan hidro,” tambahnya.

Waketum PAN ini mengatakan Indonesia dan China juga telah berkoordinasi untuk menindaklanjuti pembahasan terkait kolaborasi untuk penanganan polusi udara.

“Juga ada _Belt and Road Green Cooperation_ yang metupakan kerjasama hijau yang diinisiasi oleh pemerintah China yang juga akan bermanfaat kalau kita turut aktif dalam berbagai diskusi, dialog, dan pembicaraan di forum ini,” ujar Eddy.

Baca Juga:  Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme

“Dan menjadi pembelajaran bagi kita untuk bisa memetik pengalaman dan keberhasilan China dalam melakukan transformasi, baik itu transisi energinya maupun dari aspek pengelolaan lingkungan hidupnya,” tegasnya.

Menurut Eddy, Indonesia dapat meniru China dalam hal tersebut. Selanjutnya, Eddy menyebut kedua negara dapat saling bertukar pikiran.

Seperti misalnya dalam hal carbon trading, Indonesia saat ini sedang mencoba untuk meningkatkan kapasitasnya.

“Jadi kita bersama-sama bisa saling bertukar pikiran, bertukar pengalaman agar Indonesia bisa menyempurnakan berbagai aturan dan kebijakan di industri karbon yang menyimpan potensi ekonomi besar untuk bisa kita kembangkan ke depan,” tutup Anggota DPR RI Dapil Kota Bogor dan Cianjur ini.(*)


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Rudi


Sumber Berita : China, MPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Unjuk Rasa di Prancis, Menara Eiffel Ditutup
Kamar Dagang Hangzhou Resmi Dibentuk di Indonesia
H-4 Lamsel Fest 2026: Seluruh Lini Dipastikan Siap
Sambut Lamsel Fest 2026, Gema HELAU Beraksi!
DPR AS Kemungkinan Makzulkan Menteri Perang Pete Hegseth
Masuki Musim Penghujan, DLH Lampura Mitigasi Pohon Tumbang
Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan
RSM Indonesia dan RSM China Bentuk China Desk

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 22:18 WIB

Unjuk Rasa di Prancis, Menara Eiffel Ditutup

Jumat, 6 November 2026 - 21:14 WIB

Kamar Dagang Hangzhou Resmi Dibentuk di Indonesia

Jumat, 6 November 2026 - 21:05 WIB

H-4 Lamsel Fest 2026: Seluruh Lini Dipastikan Siap

Jumat, 6 November 2026 - 21:00 WIB

Sambut Lamsel Fest 2026, Gema HELAU Beraksi!

Jumat, 6 November 2026 - 20:11 WIB

DPR AS Kemungkinan Makzulkan Menteri Perang Pete Hegseth

Berita Terbaru

Foto yang diabadikan pada 25 Februari 2026 ini menunjukkan tepian Sungai Seine yang tergenang banjir dengan Menara Eiffel di belakangnya di Paris, Prancis. (Xinhua)

Berita Utama

Unjuk Rasa di Prancis, Menara Eiffel Ditutup

Jumat, 6 Nov 2026 - 22:18 WIB


Pengukuhan dan penyerahan plakat yang dilaksanakan di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, pada 5 November 2026 resmi menandai pembentukan Kamar Dagang Hangzhou di Indonesia. (Xinhua)

Berita Utama

Kamar Dagang Hangzhou Resmi Dibentuk di Indonesia

Jumat, 6 Nov 2026 - 21:14 WIB

Berita Utama

H-4 Lamsel Fest 2026: Seluruh Lini Dipastikan Siap

Jumat, 6 Nov 2026 - 21:05 WIB

Berita Utama

Sambut Lamsel Fest 2026, Gema HELAU Beraksi!

Jumat, 6 Nov 2026 - 21:00 WIB

Menteri Perang Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth berbicara dalam konferensi pers di Gedung Putih di Washington DC, AS, pada 6 April 2026. (Xinhua)

Berita Utama

DPR AS Kemungkinan Makzulkan Menteri Perang Pete Hegseth

Jumat, 6 Nov 2026 - 20:11 WIB