Tak Hanya Beras, Lampung Perkuat Ketahanan Pangan dari Jagung dan Singkong

Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GUBERNUR Lampung Komitmen Optimalkan Modernisasi dan Hilirisasi Pertanian [Nr]

GUBERNUR Lampung Komitmen Optimalkan Modernisasi dan Hilirisasi Pertanian [Nr]

BANDARLAMPUNG — Bagi Triono, petani Desa Sindang Sari, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan, pilihan menanam tidak hanya ditentukan oleh musim, tetapi juga kepastian harga dan pasar. Setelah bertahun-tahun menanam singkong, ia mulai beralih ke jagung. Triono mengaku menggarap dua hektare lahan dan mempertimbangkan perluasan usaha tani dengan dukungan pembiayaan. Pengalaman itu menggambarkan perubahan yang tengah berlangsung di Lampung: ketahanan pangan dibangun melalui pilihan komoditas, penguatan produksi, dan kepastian penyerapan hasil panen.

Lampung tidak hanya menjadi pemasok beras. Provinsi ini juga menghubungkan jagung sebagai bahan pangan dan pakan, serta singkong sebagai bahan baku industri tapioka, tepung mocaf, dan berbagai produk turunan. Rantai nilai tersebut penting agar peningkatan produksi di lahan pertanian ikut membuka ruang pendapatan bagi petani dan aktivitas usaha pengolahan di daerah.
Berdasarkan angka tetap Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung yang dirilis 5 Februari 2026, produksi padi 2025 mencapai sekitar 3,25 juta ton gabah kering giling (GKG), meningkat 16,53 persen dibandingkan 2024. Luas panen naik 12,09 persen menjadi 596,02 ribu hektare, sedangkan produksi beras untuk konsumsi pangan penduduk mencapai sekitar 1,87 juta ton. Angka tersebut menjadi landasan penting bagi penguatan pasokan pangan pokok dari Lampung.

Di luar padi, data angka tetap BPS menunjukkan produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada 2025 mencapai sekitar 1,26 juta ton, meningkat 13,70 persen atau 151,74 ribu ton dari 2024. Luas panen jagung pipilan bertambah 14,39 persen menjadi 194,49 ribu hektare. Angka ini menggunakan satuan jagung pipilan kering berkadar air 14 persen sehingga tidak dapat disamakan dengan laporan sementara 2,25 juta ton jagung tongkol kering panen yang disampaikan dinas pada Januari 2026.

Perbaikan mutu pascapanen juga menjadi perhatian. Pemerintah Provinsi Lampung menyalurkan dukungan pengering jagung, sementara hasil peninjauan Komisi II DPRD Lampung pada Agustus 2026 menunjukkan bahwa penggunaan mesin pengering di lokasi yang dikunjungi membantu menurunkan kadar air jagung hingga sekitar 14 persen. Pengeringan bukan hanya persoalan teknis: mutu yang lebih konsisten membuka akses bahan baku bagi industri pakan dan berpotensi meningkatkan harga jual yang diterima petani.

Baca Juga:  Lampung Jajaki Kerja Sama Perdagangan dengan Tiongkok

Singkong tetap menjadi salah satu kekuatan ekonomi pertanian Lampung. Portal Satu Data Lampung yang diperbarui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura pada 2 April 2026 mencatat produksi ubi kayu 2025 sebesar 7.523.295 ton, dibandingkan 7.906.179 ton pada 2024. Dengan demikian, volumenya turun sekitar 4,84 persen. Lampung Tengah dan Lampung Timur menjadi dua penyumbang utama, masing-masing sekitar 2,89 juta ton dan 1,94 juta ton pada 2025. Kondisi ini menunjukkan pentingnya produktivitas, kepastian harga, dan perluasan pasar industri di tengah perubahan pilihan tanam petani.

Sejumlah langkah hilirisasi sudah berjalan. Pada 5 Mei 2026, Pemerintah Provinsi Lampung melepas ekspor perdana 3.300 ton tepung tapioka ke Tiongkok dengan nilai sekitar Rp26 miliar melalui Pelabuhan Panjang. Di Pringsewu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal telah meninjau sentra industri kecil dan menengah pengolahan singkong menjadi modified cassava flour (mocaf), yang dapat digunakan sebagai bahan baku beragam produk pangan. Pemprov juga melaporkan penyaluran empat mesin penepung mocaf kepada kelompok penerima di empat kabupaten sebagai dukungan pengolahan hasil panen.

“Kalau ingin memakmurkan petani, industrinya juga harus didorong. Kita ingin berjalan bersama, bukan saling melemahkan,” kata Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dalam keterangan resmi Pemprov Lampung mengenai ekspor tapioka pada Mei 2026.
Penguatan keterhubungan petani dan industri dilanjutkan Kementerian Perindustrian. Pada Juli 2026, Kementerian menyelenggarakan penguatan hilirisasi berbasis agro bagi pelaku industri kecil dan menengah di Lampung, termasuk pendampingan teknis, keamanan pangan, dan akses ke rantai pasok industri yang lebih besar. Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menekankan bahwa peningkatan kapasitas industri perlu berjalan bersama penguatan regulasi dan penggunaan teknologi produksi.

Baca Juga:  PT BTB Rutin Pastikan Rambu dan Marka Tetap Layak

Di sisi perlindungan harga, pemerintah daerah menerapkan kebijakan harga acuan pembelian singkong untuk memperkuat posisi tawar petani. Dalam pertemuan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 2026, petani Lampung Timur juga menyampaikan persoalan pengukuran kadar pati, rafaksi, dan kebutuhan alat pertanian. Aspirasi tersebut menunjukkan bahwa hilirisasi tidak cukup dinilai dari kapasitas pabrik atau volume ekspor, tetapi juga dari keterbukaan tata niaga, kualitas bahan baku, dan bagian pendapatan yang diterima petani.

Untuk agenda berikutnya, Pemprov Lampung menyiapkan pengembangan Cassava Center serta kerja sama penyediaan lahan dan industri bioetanol berbasis singkong. Kedua agenda itu masih berupa pengembangan dan persiapan, bukan produksi industri yang telah terealisasi. Sementara itu, kegiatan pengolahan mocaf, pendampingan industri, dan pengapalan tapioka telah memiliki dokumentasi pelaksanaan pada 2026.
Dukungan teknologi digital melengkapi penguatan sektor hulu hingga hilir. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, melalui siaran pers 6 Oktober 2026, menegaskan, “Teknologi digital jangan hanya dinikmati di perkotaan, tetapi harus masuk ke desa-desa untuk mendukung program swasembada pangan Presiden.” Penggunaan sensor lahan dan teknologi berbasis data yang telah dicontohkan Kemkomdigi di daerah lain menjadi salah satu referensi pengembangan efisiensi pertanian, bukan klaim bahwa teknologi yang sama sudah diterapkan di seluruh sentra Lampung.

Memasuki akhir 2026, tantangan Lampung adalah menjaga kenaikan produksi padi dan jagung, memulihkan kinerja komoditas singkong, memperbaiki tata niaga, dan memastikan industri pengolahan memberikan nilai tambah hingga tingkat petani. Dengan menghubungkan pangan pokok, bahan pakan, industri, dan inovasi, ketahanan pangan Lampung berkembang sebagai ekosistem multi-komoditas yang saling menopang.[]


Penulis : Faisal M


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Iran Bawa Isu Palestina dalam Penyelesaian Hormuz dan Nuklir
Ratusan Siswa Ramaikan SeAn Olympic Challenge Chapter 2 di Bandar Lampung
Menko Muhaimin Serahkan Mandaya dan Innovilleague Awards 2026
AS Siap Serang Iran Setelah Pemilu Paruh Waktu
JMSI Apresiasi Seminar Kebangsaan TP Sriwijaya Lampung
Danantara Ungkap Minat Investor Tiongkok pada PLTS, Tekstil, dan Hilirisasi Mineral
Menkomdigi Bertemu Kapolri Laporkan Maraknya Judol
Komisi III Undang Advokat Dan Mahasiswa Bahas RUU Perampasan Aset

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Iran Bawa Isu Palestina dalam Penyelesaian Hormuz dan Nuklir

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Ratusan Siswa Ramaikan SeAn Olympic Challenge Chapter 2 di Bandar Lampung

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Tak Hanya Beras, Lampung Perkuat Ketahanan Pangan dari Jagung dan Singkong

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:28 WIB

Menko Muhaimin Serahkan Mandaya dan Innovilleague Awards 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:12 WIB

AS Siap Serang Iran Setelah Pemilu Paruh Waktu

Berita Terbaru

Foto yang diabadikan menggunakan ponsel ini memperlihatkan kapal-kapal niaga yang terdampar di perairan Selat Hormuz di dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara, pada 29 Mei 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Iran Bawa Isu Palestina dalam Penyelesaian Hormuz dan Nuklir

Selasa, 27 Okt 2026 - 19:00 WIB

Berita Utama

Menko Muhaimin Serahkan Mandaya dan Innovilleague Awards 2026

Selasa, 27 Okt 2026 - 18:28 WIB

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berjalan menuju South Lawn untuk menaiki Marine One di Gedung Putih di Washington DC, AS, pada 21 Maret 2025. (Xinhua)

Berita Utama

AS Siap Serang Iran Setelah Pemilu Paruh Waktu

Selasa, 27 Okt 2026 - 18:12 WIB