SUMBER resmi Dinkes: mencatat 333 warga positif HIV berdasarkan data tahun 2025. Hal ini disampaikan Kadinkes Muhtadi Temenggung Jumat 20 Februari 2026.
333 kasus ini merupakan kasus pada tahun 2025 yang diumumkan pada 2026.
Data yang lebih baru lagi, periode Januari – Oktober 2025, ditemukan 465 kasus baru HIV dari 33.895 orang yang diperiksa.
Rinciannya 360 kasus dari populasi berisiko (SPM) dan 105 non-SPM, paling banyak LSL 242 kasus. Artinya 333 itu data awal, lalu naik jadi 465 sampai Oktober 2025 karena skriningnya diperluas. Dan mengejutkan, sek antara lelaki dengan lelaki tinggi (LSL).
Adapun trend penyakit ini untuk diketahui, pada 2024 ditemukan kasus pada puncaknya berjumlah 565 kasus. Data ini tertinggi dalam 10 tahun terakhir Adapun total 10 tahun terakhir (2015-2024): 3.835 kasus HIV di Bandar Lampung.
Sementara di Provinsi Lampung secara keseluruhan: 518 kasus (2021), 927 kasus (2023), 1.259 kasus (2024) – jadi tren provinsi naik

Kenapa 2024-2025 naik tinggi?
Bukan karena tiba-tiba meledak, tapi karena Dinkes gencar tracing. Sampai Oktober 2025 sudah 98% dari target pemeriksaan tercapai (33.895 orang dites).
Makin banyak dicari, makin banyak ketemu. Jadi urutannya, 2024: 565 kasus (puncak). Tahun 2025, awal ada 333 kasus, update Okt 2025 jadi 465 kasus.
Jadi angka 333 pada Tahun 2026, merupakan angka awal 2025 yang kemudian direvisi naik karena skrining makin masif.[]
Penulis : Anis
Editor : Anis
Sumber Berita : Bandarlampung









![Pasukan Evakuasi Gempa Korban Kolombia [xin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/Gempa-Korban-Kolombia-225x129.jpg)







