Semangat KIB Jadikan Pemilu 2024 sebagai Pesta Rakyat Sesuai Harapan Publik

Jumat, 2 Desember 2022 | 18:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA – Direktur Eksekutif Algoritma Aditya Perdana mengatakan, keinginan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) untuk menjadikan demokrasi pemilihan umum mendatang sebagai pesta rakyat adalah juga keinginan rakyat. Namun dia mengingatkan, komitmen tersebut jangan sekedar ucapan.

“Namun demikian, pesan yang dimaksud pun harus dimaknai secara serius, bukan sekedar gimmick partai untuk meraih simpati publik dan kemudian malah mendapat cibiran publik,” kata Aditya, Jumat (2/12). Caranya tentu saja dengan politik yang sehat dan tidak transaksional.

“Hal yang dibutuhkan oleh pemilih menurut saya sederhana saja: partai dan politisinya tidak memulai memikat pemilih dengan uang dan tawarkan program yang konkrit dan nyata di dapil buat perubahan di masyarakat,“ kata Aditya yang juga Dosen Universitas Indonesia ini.

KIB sendiri sejak awal hadir dengan Program Akselerasi Transformasi Ekonomi Nasional (PATEN). Bahkan KIB sudah memiliki program atau gagasan tersebut sebelum mendeklarasikan Calon Presiden mereka.

“(Gagasan) Itu saja yang patut dilakukan parpol atau siapapun yang berkoalisi untuk membuat pemilih bahagia,” tandas Aditya.

Baca Juga:  Gas Air Mata Pukul Mundur Massa Demonstran Di Jl.Imam Bonjol

Sebelumnya Plt. Ketua Umum PPP Mardiono, saat bertemu dengan Ketum Golkar Airlangga Hartarto dan Ketum PAN Zulkifli Hasan mengatakan, “kita nikmati pesta demokrasi dengan menghasilkan sebuah kualitas yang tinggi. Agar kelak nanti pemimpin yang akan memimpin bangsa ini mendapatkan amanah kepercayaan dari rakyat, yang sesungguhnya,” kata Mardiono.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto mengatakan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) sepakat ingin menjadikan demokrasi sebagai pesta rakyat. Menurutnya, KIB saat ini tengah membangun sebuah pondasi yang kuat untuk membangun Indonesia.

“Fondasinya harus kuat, dindingnya kokoh, sirkulasi udaranya bagus, dan kita juga berharap bangunan ini akan diperkuat,” tegas Airlangga.

Koalisi Besar

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai tidak ada masalah dengan upaya KIB untuk membangun koalisi besar. Sebaliknya, Dedi menganggap ada problem pada aturan pemilu terkait ambang batas pencalonan atau presidential threshold.

Baca Juga:  Indonesia-Tiongkok Perkuat Kerjasama Pertanian

“Koalisi besar sah saja, yang perlu dikritik bukan upaya membangun koalisinya, tetapi sistem pemilu utamanya terkait ambang batas. Ini yang membuat ada upaya memonopoli peserta pemilu,” terangnya.

Menurut Dedi, koalisi besar yang tengah dibangun KIB mempunyai sisi baik dan sisi buruk. Manfaat koalisi besar terletak pada kemampuan untuk menurunkan besarnya kontestasi publik.

“Satu sisi ada baiknya mengurangi kontestasi publik, tetapi tidak benar jika tafsirnya soal keberagaman peserta pemilu, karena konsolidasi publik menjadi tanggung jawab partai juga,” ungkapnya.

Di sisi lain, koalisi besar akan berakibat pada minimnya pilihan publik yang pada gilirannya bisa memunculkan potensi seteru yang lebar besar

“Imbas politik koalisi besar tentu minimnya pilihan publik, juga semakin sedikit pilihan, maka semakin besar kelompok yang bertarung, justru akan beresiko menimbulkan seteru yang juga lebih besar,” pungkasnya. ##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

RSM Indonesia dan RSM China Bentuk China Desk
Panda Eratkan Hubungan Tiongkok-Indonesia
Delegasi Pemuda Indonesia Rasakan Warisan Takbenda di Shanxi
Kukuhkan 3 Pengurus Korpri Daerah, Sekdaprov Marindo Tegaskan Kesiapan Lampung Jadi Tuan Rumah Pornas 2027
Pemimpin Demokrat di Senat AS akan Akhiri Perang dengan Iran
UU SDI Harus Hentikan Tumpang Tindih Data
Sungai Berbusa dan Bau, Warga Bernung Keluhkan Limbah Ayam
Pasar Digital Indonesia Paling Aktif
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:05 WIB

RSM Indonesia dan RSM China Bentuk China Desk

Kamis, 5 November 2026 - 22:01 WIB

Panda Eratkan Hubungan Tiongkok-Indonesia

Kamis, 5 November 2026 - 20:50 WIB

Delegasi Pemuda Indonesia Rasakan Warisan Takbenda di Shanxi

Kamis, 5 November 2026 - 19:20 WIB

Kukuhkan 3 Pengurus Korpri Daerah, Sekdaprov Marindo Tegaskan Kesiapan Lampung Jadi Tuan Rumah Pornas 2027

Kamis, 5 November 2026 - 18:46 WIB

Pemimpin Demokrat di Senat AS akan Akhiri Perang dengan Iran

Berita Terbaru

Managing Partner International Business RSM China (kiri) dan Chief Strategy Officer sekaligus Senior Partner RSM Indonesia Angela Indirawati Simatupang (kanan) menandatangani nota kesepahaman pembentukan China Desk di RSM Indonesia di Xi'an, Tiongkok, pada 3 November 2026. (RSM Indonesia/Xinhua)

Berita Utama

RSM Indonesia dan RSM China Bentuk China Desk

Kamis, 5 Nov 2026 - 22:05 WIB

Jansen Manansang (ketiga dari kiri), pendiri Taman Safari Indonesia Group, menjadi pembicara dalam subforum Konferensi Mitra Panda Global (Global Panda Partners Conference) pada 3 November 2026.

Berita Utama

Panda Eratkan Hubungan Tiongkok-Indonesia

Kamis, 5 Nov 2026 - 22:01 WIB

Delegasi pemuda Indonesia menjajal pembuatan tembikar di Desa Liujiaobao, Provinsi Shanxi, Tiongkok utara, pada 29 Oktober 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Delegasi Pemuda Indonesia Rasakan Warisan Takbenda di Shanxi

Kamis, 5 Nov 2026 - 20:50 WIB

Sejumlah pemilih bersiap memberikan suara dalam Hari Pemilihan Umum (Pemilu) untuk pemilu sela di sebuah tempat pemungutan suara di Los Angeles, California, Amerika Serikat, pada 3 November 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Pemimpin Demokrat di Senat AS akan Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 5 Nov 2026 - 18:46 WIB