Laporan : Sony Ericko
JAKARTA – Setelah lebih dari dua tahun vakum dan tidak ada kegiatan sama sekali, akhirnya ajang marathon paling ditunggu oleh atlet terbaik nasional dan dari manca negara akan terselenggara juga.
Hal tersebut ditegaskan oleh Chairman Co Founder Jakarta Marathon 2022 Prof.DR. Sapta Nirwandar dalam acara Press Conference Jakarta Marathon 2022 di Jakarta (Jumat, 14 Oktober 2022) di Plaza Barat Gelora Bung Karno.
Sapta Nirwandar mengatakan penyelenggaraan ajang lari marathon kali ini akan diikuti oleh sekitar 15.300 peserta, baik lokal maupun dari manca negara.
“Kita tahu semua, tahun 2019 dunia diguncang oleh Pandemi Covid 19, yang menyerang semua sektor termasuk olahraga dan pariwisata. Dengan segala upaya yang dilakukan oleh semua pihak akhirnya Pandemi Covid 19 berhasil kita lalui. Dan, ajang lomba lari marathon pertama di Indonesia ini dapat terwujud,” ujar Tokoh Pariwisata Indonesia ini.
Wamen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada era Presiden SBY ini juga menuturkan Race Jakarta Marathon 2022 diharapkan selain menciptakan rekor dunia juga dapat menjadi obat rindu para atlet lari, baik atlet nasional maupun atlet berlabel internasional.
“Ini merupakan obat rindu dan lelah serta telah lama dinantikan oleh atlet berkaliber nasional dan dunia. Kita harapkan Race Jakarta 2022 yang akan digelar pada hari Minggu (16 Oktober 2022) dapat sukses dan melahirkan atlet yang memecahkan rekor dunia. Para atlet yang telah teregistrasi di panitia dan siap tampil sudah mencapai 15.300 peserta. Semoga harapan kita dapat terwujud di ajang penuh gengsi ini,” pungkas.##






![Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PBMA) Dr. K.H. Jazuli Juwaini, M.A., M.M., melepas keberangkatan 448 mahasiswa Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten, yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun Akademik 2025/2026.[Hs]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.51.48-225x129.jpeg)

![Seorang peserta dalang remaja berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 21 Juli 2026.[]Seorang dalang remaja, Latif Listyo Wicoro (22 tahun) berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet, Yogyakarta, Selasa (21/7). Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 diikuti oleh 20 peserta yang diselenggarakan hingga 24 Juli mendatang. Festival ini menampilkan pertujukan wayang kulit purwa dan wayang golek menak yang merupakan wadah bagi para dalang muda penerus sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian seni pedalangan di kalangan generasi muda.](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.29.28-225x129.jpeg)
![Alih-alih memegang kamera, Veldesen Yaputra, mahasiswa arsitektur sekaligus kreator konten asal Indonesia, berdiri tenang di depan sebuah bangunan kuno China. Dengan buku sketsa di tangannya, dia secara cermat menggambar kerumitan struktur kayu dan lekukan atap bangunan megah tersebut.[]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.10.57-225x129.jpeg)


![Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PBMA) Dr. K.H. Jazuli Juwaini, M.A., M.M., melepas keberangkatan 448 mahasiswa Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten, yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun Akademik 2025/2026.[Hs]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.51.48-129x85.jpeg)

![Seorang peserta dalang remaja berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 21 Juli 2026.[]Seorang dalang remaja, Latif Listyo Wicoro (22 tahun) berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet, Yogyakarta, Selasa (21/7). Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 diikuti oleh 20 peserta yang diselenggarakan hingga 24 Juli mendatang. Festival ini menampilkan pertujukan wayang kulit purwa dan wayang golek menak yang merupakan wadah bagi para dalang muda penerus sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian seni pedalangan di kalangan generasi muda.](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.29.28-129x85.jpeg)


