Ribuan Atlet Siap Meriahkan Jakarta Marathon 2022

Jumat, 14 Oktober 2022 | 16:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Sony Ericko

JAKARTA – Setelah lebih dari dua tahun vakum dan tidak ada kegiatan sama sekali, akhirnya ajang marathon paling ditunggu oleh atlet terbaik nasional dan dari manca negara akan terselenggara juga.

Hal tersebut ditegaskan oleh Chairman Co Founder Jakarta Marathon 2022 Prof.DR. Sapta Nirwandar dalam acara Press Conference Jakarta Marathon 2022 di Jakarta (Jumat, 14 Oktober 2022) di Plaza Barat Gelora Bung Karno.

Sapta Nirwandar mengatakan penyelenggaraan ajang lari marathon kali ini akan diikuti oleh sekitar 15.300 peserta, baik lokal maupun dari manca negara.

Baca Juga:  Purnama Wulan Sari Mirza Canangkan Desa Tapis, Perkuat Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga

“Kita tahu semua, tahun 2019 dunia diguncang oleh Pandemi Covid 19, yang menyerang semua sektor termasuk olahraga dan pariwisata. Dengan segala upaya yang dilakukan oleh semua pihak akhirnya Pandemi Covid 19 berhasil kita lalui. Dan, ajang lomba lari marathon pertama di Indonesia ini dapat terwujud,” ujar Tokoh Pariwisata Indonesia ini.

Wamen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada era Presiden SBY ini juga menuturkan Race Jakarta Marathon 2022 diharapkan selain menciptakan rekor dunia juga dapat menjadi obat rindu para atlet lari, baik atlet nasional maupun atlet berlabel internasional.

Baca Juga:  Armada Logistik Alfamart di Lampung Utara Diduga Gunakan BBM Jenis Solar Bersubsidi

“Ini merupakan obat rindu dan lelah serta telah lama dinantikan oleh atlet berkaliber nasional dan dunia. Kita harapkan Race Jakarta 2022 yang akan digelar pada hari Minggu (16 Oktober 2022) dapat sukses dan melahirkan atlet yang memecahkan rekor dunia. Para atlet yang telah teregistrasi di panitia dan siap tampil sudah mencapai 15.300 peserta. Semoga harapan kita dapat terwujud di ajang penuh gengsi ini,” pungkas.##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Menlu Irak: Bentuk Komite ‘Akurkan’ Iran-AS
30 Tewas dan 8 Terluka, Pemerintah Yaman dan Houthi Saling Tuding
Kamp Tinju di Bawah Jembatan Layang, Positif Broo
Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok
Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?
782 Anak Terpapar Radikalisme: DPRD Lampung Ingatkan Bahaya Doktrinasi Muda
Mantan PM Malaysia Najib Razak Kembali ke Penjara
Trump Tunjuk Stephen Miller jadi Kepala Staf Gedung Putih

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 08:29 WIB

Menlu Irak: Bentuk Komite ‘Akurkan’ Iran-AS

Minggu, 8 November 2026 - 07:43 WIB

30 Tewas dan 8 Terluka, Pemerintah Yaman dan Houthi Saling Tuding

Minggu, 8 November 2026 - 07:23 WIB

Kamp Tinju di Bawah Jembatan Layang, Positif Broo

Sabtu, 7 November 2026 - 22:55 WIB

Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok

Sabtu, 7 November 2026 - 22:03 WIB

Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?

Berita Terbaru

Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein berbicara dalam sebuah konferensi pers bersama di Baghdad, Irak, pada 30 Juni 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Menlu Irak: Bentuk Komite ‘Akurkan’ Iran-AS

Minggu, 8 Nov 2026 - 08:29 WIB


Seorang remaja mengikuti pelatihan tinju saat pembukaan Kampung Melayu Flyover Boxing Camp di Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, pada 6 November 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Kamp Tinju di Bawah Jembatan Layang, Positif Broo

Minggu, 8 Nov 2026 - 07:23 WIB

Yustian Rovi Alfiansah menghadiri Forum Kerja Sama Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Internasional (International Science and Technology Innovation Cooperation Forum/ISTICF) dan Konferensi Inovasi Teknologi Laut Dalam (Deep-Sea Technology Innovation Conference/DSTIC) Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan 2026, yang merupakan edisi keempat, di Sanya, Provinsi Hainan, Tiongkok selatan, pada 4 November 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok

Sabtu, 7 Nov 2026 - 22:55 WIB

Infografis ini menampilkan ketersediaan psikiater dan psikolog klinis di Indonesia. Data nasional per 1 September 2026 bersumber dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI), sedangkan sebaran per provinsi bersumber dari kajian Info Singkat DPR RI (Oktober 2023). (Xinhua)

Berita Utama

Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?

Sabtu, 7 Nov 2026 - 22:03 WIB