Laporan : Heri Suroyo
JAWA TIMUR – Ratusan orang di enam kabupaten/kota di Jawa Timur mendeklarasikan diri sebagai relawan Puan Maharani.
Mereka mendukung cucu Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia itu sebagai calon presiden pada Pemilu 2024.
Koordinator Relawan Puan Maharani Jawa Timur Chusnul Wafiq mengatakan, deklarasi relawan Puan Maharani ini ajang konsolidasi di daerah, utamanya saat ini menyasar wilayah tapal kuda. “Saat ini sudah terbentuk relawan di Probolinggo, Pasuruan, Situbondo, Banyuwangi, Lumajang dan Jember. Hingga Agustus ke depan, kami akan deklarasi dan konsolidasi lengkap di 10 dapil seluruh Jatim,” ujarnya.
Chusnul mengatakan, para relawan ini bergerak untuk menyosialisasikan Puan Maharani kepada masyarakat sebagai Capres 2024. Sebab, menurutnya, masyarakat di Jatim banyak yang belum tahu, jika Puan Maharani itu tokoh yang layak, baik dari sisi prestasi maupun trah revolusioner Soekarno.
“Banyak juga informasi keliru soal Puan Maharani, beliau ini korban politik jender, padahal jika ditelusuri, banyak kebaikan yang dirasakan masyarakat hasil kerja Puan, sebut saja bantuan sosial, kartu indonesia pintar, kartu indonesia sehat, semua itu dari tangan dan pikiran Puan,” katanya.
Menanggapi maraknya deklarasi relawan Puan Maharani, pengamat politik Catur Nugroho mengatakan, deklarasi yang dilakukan relawan non kader Parpol punya pengaruh berbeda, terlebih jika melibatkan masyarakat secara langsung. “Dimungkinkan itu simpatisan organik, memang sejak awal dilakukan karena faktor kesukaan pada Puan Maharani,” katanya.
Catur menilai, Puan Maharani berhasil mempromosikan dirinya di tengah masyarakat, sehingga maraknya deklarasi menjadi bukti jika Puan mulai masuk dalam pembicaraan publik. “Ini bukti keberhasilan Puan setelah terjun langsung ke masyarakat,” pungkasnya. ##






![Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PBMA) Dr. K.H. Jazuli Juwaini, M.A., M.M., melepas keberangkatan 448 mahasiswa Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten, yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun Akademik 2025/2026.[Hs]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.51.48-225x129.jpeg)

![Seorang peserta dalang remaja berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 21 Juli 2026.[]Seorang dalang remaja, Latif Listyo Wicoro (22 tahun) berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet, Yogyakarta, Selasa (21/7). Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 diikuti oleh 20 peserta yang diselenggarakan hingga 24 Juli mendatang. Festival ini menampilkan pertujukan wayang kulit purwa dan wayang golek menak yang merupakan wadah bagi para dalang muda penerus sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian seni pedalangan di kalangan generasi muda.](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.29.28-225x129.jpeg)
![Alih-alih memegang kamera, Veldesen Yaputra, mahasiswa arsitektur sekaligus kreator konten asal Indonesia, berdiri tenang di depan sebuah bangunan kuno China. Dengan buku sketsa di tangannya, dia secara cermat menggambar kerumitan struktur kayu dan lekukan atap bangunan megah tersebut.[]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.10.57-225x129.jpeg)


![Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PBMA) Dr. K.H. Jazuli Juwaini, M.A., M.M., melepas keberangkatan 448 mahasiswa Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten, yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun Akademik 2025/2026.[Hs]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.51.48-129x85.jpeg)

![Seorang peserta dalang remaja berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 21 Juli 2026.[]Seorang dalang remaja, Latif Listyo Wicoro (22 tahun) berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet, Yogyakarta, Selasa (21/7). Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 diikuti oleh 20 peserta yang diselenggarakan hingga 24 Juli mendatang. Festival ini menampilkan pertujukan wayang kulit purwa dan wayang golek menak yang merupakan wadah bagi para dalang muda penerus sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian seni pedalangan di kalangan generasi muda.](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.29.28-129x85.jpeg)


