80 Persen Rudal AS Habis Selama Perangi Iran

Kamis, 6 Agustus 2026 | 14:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran

Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran

MILITER Amerika Serikat (AS) telah menghabiskan hampir 80 persen rudal pencegat untuk sistem pertahanan rudal utama selama perang dengan Iran, sementara para komandan militer memperingatkan bahwa persediaan amunisi Pentagon berada pada tingkat yang “sangat rendah dan mengkhawatirkan,” demikian dilaporkan CNN pada Selasa (4/8).

Militer AS telah menggunakan hampir empat perlima dari persediaan rudal THAAD miliknya dibandingkan dengan jumlah sebelum perang dan sekitar separuh dari rudal pencegat Patriot miliknya sejak perang dimulai, menurut CNN yang mengutip dua sumber yang mengetahui laporan persediaan terbaru tersebut.

Baca Juga:  APEC 2026 akan Fokus soal Inovasi dan Kerja Sama

Laporan itu menyebutkan bahwa persoalan persediaan amunisi ini kembali diangkat sebelum keputusan Presiden AS Donald Trump pada akhir pekan lalu untuk membatalkan serangan baru terhadap Iran.

Angkatan Darat AS juga telah menggunakan “hampir seluruh” senjata darat-ke-udara (surface-to-air) jarak jauh yang sangat akurat selama konflik tersebut, papar laporan itu.

Laporan terbaru ini muncul saat Pentagon memperbarui data korban militer dalam sejumlah operasi luar negeri pada Selasa, yang menunjukkan bahwa empat personel militer AS tewas dan 270 lainnya terluka sejak 7 Juli, tanggal dimulainya putaran baru konflik dengan Iran sebagaimana ditetapkan oleh Gedung Putih.

Baca Juga:  Sikap AS Jadi Penentu Iran Keluar-Masuk Perjanjian Nuklir

Data yang dirilis sebelumnya menunjukkan 14 anggota militer AS tewas dan 417 lainnya terluka dalam “Operasi Epic Fury”, kampanye militer gabungan AS dan Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari.

Dengan pembaruan terbaru itu, total personel militer AS yang terluka dalam perang melawan Iran telah mencapai 687 orang.[]


Penulis : Romy Agus


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Xinhua News

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Uang Rp100 Ribu Th 2026 Tandatangan Purbaya Diburu
PBB Kecam Serangan Houthi yang Berlanjut ke Arab Saudi
Perkuat Karakter Pramuka, Dukung Pembangunan Daerah
Paradoks Interaksi Warganet Indonesia di Media Sosial
Mori Hanafi: Kapal Tua Lemah Sistem Keselamatan
Kemdiktisaintek: Pendidikan Gratis Hingga PT Masih di Hitung
Gubernur Mirza: Pelayanan Makin Mudah, Pajak untuk Masyarakat
Aktivitas GAK Menurun dari Siaga ke Waspada

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 16:22 WIB

Uang Rp100 Ribu Th 2026 Tandatangan Purbaya Diburu

Selasa, 22 September 2026 - 16:12 WIB

PBB Kecam Serangan Houthi yang Berlanjut ke Arab Saudi

Selasa, 22 September 2026 - 16:00 WIB

Perkuat Karakter Pramuka, Dukung Pembangunan Daerah

Selasa, 22 September 2026 - 15:51 WIB

Paradoks Interaksi Warganet Indonesia di Media Sosial

Selasa, 22 September 2026 - 13:40 WIB

Mori Hanafi: Kapal Tua Lemah Sistem Keselamatan

Berita Terbaru

Uang Tekenan Purbaya Diburu [LL]

Berita Utama

Uang Rp100 Ribu Th 2026 Tandatangan Purbaya Diburu

Selasa, 22 Sep 2026 - 16:22 WIB

Anak-anak pengungsi berdiri di dekat tenda mereka di sebuah kamp di pinggiran Aden, Yaman. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

PBB Kecam Serangan Houthi yang Berlanjut ke Arab Saudi

Selasa, 22 Sep 2026 - 16:12 WIB

Perkuat Karakter Pramuka Dukung Pembangunan Lampung [Pl]

Berita Utama

Perkuat Karakter Pramuka, Dukung Pembangunan Daerah

Selasa, 22 Sep 2026 - 16:00 WIB

Didit Putra Erlangga [Xin]

#indonesiaswasembada

Paradoks Interaksi Warganet Indonesia di Media Sosial

Selasa, 22 Sep 2026 - 15:51 WIB

DPR RI Diskusikan Kapal Indonesia yang banyak Tua

Berita Utama

Mori Hanafi: Kapal Tua Lemah Sistem Keselamatan

Selasa, 22 Sep 2026 - 13:40 WIB