DPR Minta Bantuan Gempa NTT Tak Menumpuk Di Satu Titik

Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Anggota Komisi XII DPR RI Ateng Sutisna, meminta pemerintah memastikan distribusi bantuan korban gempa bumi M 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak menumpuk di satu wilayah.

Kondisi geografis NTT yang berupa kepulauan dinilai menjadi tantangan dalam penyaluran bantuan.

“Pertama-tama tentu kita menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Ini adalah duka bagi seluruh bangsa Indonesia. Dalam situasi seperti ini, negara harus hadir sepenuhnya,” kata Ateng, Selasa (18/8/2026)

Berdasarkan data BNPB per Minggu (16/8), gempa tersebut menyebabkan 53 orang meninggal dunia dan 135 orang luka-luka. Penanganan darurat masih dilakukan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan berbagai unsur terkait.

Legislator dari Fraksi PKS itu pun meminta seluruh penanganan dilakukan secara terpadu, berbasis data, dan menjangkau wilayah yang sulit diakses.

Baca Juga:  DPR Sahkan Komjen Pol Suyudi Ario Seto Sebagai Kapolri Baru

“Ukuran keberhasilannya adalah apakah bantuan sampai kepada warga yang membutuhkan, seberapa cepat korban mendapatkan pertolongan, dan apakah tidak ada wilayah yang terlewat dalam pendataan maupun distribusi logistik,” ujarnya.

Dia mendorong pemerintah menggunakan berbagai moda transportasi, termasuk jalur laut dan udara, bila akses darat terputus atau tidak memungkinkan.

Distribusi bantuan juga perlu dilengkapi sistem pelacakan agar jumlah, jenis, tujuan, hingga penerimaan logistik dapat dipantau.

“Dalam situasi darurat, kecepatan penting, tetapi tekanan juga penting. Jangan sampai bantuan menumpuk di satu titik sementara wilayah lain kekurangan,” tegasnya.

Ateng juga meminta pemerintah mempercepat pemulihan jalan, fasilitas kesehatan, listrik, telekomunikasi, air bersih, dan akses internet.

Baca Juga:  Hilangnya 5 Jurnalis, Komunitas Pers Senayan Optimis Selamat

Selain itu, satu basis data korban dan kerusakan perlu terus diperbarui agar penanganan lebih tepat sasaran.

Menurutnya, pemerintah juga harus mulai menyiapkan rehabilitasi dan rekonstruksi sejak dini. Pembangunan kembali harus memperhitungkan risiko gempa dan kondisi geografis NTT.

“Prinsipnya bukan hanya build back, tapi build back lebih baik. Semua yang dibangun kembali harus memperhitungkan risiko gempa dan kondisi geografis NTT,” katanya.

DPR RI, lanjut Ateng, akan mengawal penanganan gempa NTT, termasuk dukungan anggaran, koordinasi antarlembaga, serta rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Negara harus hadir dari menit pertama pencarian korban, distribusi bantuan, pemulihan infrastruktur, sampai masyarakat membangun kehidupannya,” pungkasnya. (*)


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Desty Efriyani


Sumber Berita : DPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Senator AS Curigai Pentagon Soal Perang Iran
Inflasi, Gubernur; Ini Bukan soal Angka, Tapi Rasa
Tekan Microsleep, PT BTB Gelar Operasi Simpatik di KM 87 B
Batik Indonesia Laris Manis di Chongqing
Komisi III DPR Minta Polisi Ungkap Motif Penyerangan Mahasiswa UI
Mau Tahu Total Investasi Asing di Vietnam? Naik 76,4% Hingga Seftember 2026
Lampung Dorong Keterwakilan Perempuan dalam Politik
Lampung Raih Apresiasi Nasional dari BSSN

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:26 WIB

Senator AS Curigai Pentagon Soal Perang Iran

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Inflasi, Gubernur; Ini Bukan soal Angka, Tapi Rasa

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:18 WIB

Tekan Microsleep, PT BTB Gelar Operasi Simpatik di KM 87 B

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:12 WIB

Batik Indonesia Laris Manis di Chongqing

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Komisi III DPR Minta Polisi Ungkap Motif Penyerangan Mahasiswa UI

Berita Terbaru

Berita Utama

Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing

Kamis, 8 Okt 2026 - 06:47 WIB

Berita Utama

Mesir Kirim 2.600 Ton Bantuan ke Gaza

Kamis, 8 Okt 2026 - 06:37 WIB

Berita Utama

Senator AS Curigai Pentagon Soal Perang Iran

Kamis, 8 Okt 2026 - 06:26 WIB

Berita Utama

Lampung Kawal Percepatan Pengembangan PLTP Rajabasa

Kamis, 8 Okt 2026 - 06:12 WIB