Reka: SGC dan Kroni Sudah Terlalu Lama Menyiksa Masyarakat Tulangbawang

Sabtu, 19 Juli 2025 | 10:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MANTAN Ketua KPU Tulangbawang Reka Punata menegaskan PT Sugar Group Company (SGC) sudah terlalu lama menyiksa masyarakat Tulangbawang. Dan sudah saatnya mereka (Ny Lee dan Gunawan cs) menerima azabnya.

Demikian disampaikan Reka via telepon terkait kasus tanah HGU yang ribuan hektar di caplok begitu saja. Tanpa mampu berbuat apa-apa, masyarakat hanya bisa menyesali nasib. Pemkab Tulangbawang berkutat pada kewenangan dan lain-lain.

Pihaknya menyambut baik putusan Komisi II DPR RI yang memutus untuk mengukur ulang HGU milik SGC. Selama ini SGC membagi sampah dan asap saja ke masyarakat Tulangbawang. Uang dan kekayaan lainnya di bawa ke Jakarta dan Singapura.

Dikatakan mantan aktivis HMI ini, perjuangan dirinya bersama masyarakat murni untuk kepentingan masyarakat. Berbeda dengan tokoh masyarakat lain. Setelah jadi Gubernur, jadi Bupati dan lain-lain diam di kelek SGC.

“Kasihan sebenarnya saya dengan SGC, juga jadi sapi perahan kroninya saja. Setelah digempur habis-habisan oleh masyarakat, karena sudah tidak pegang jabatan lagi. Para kroni nya pun pilih diam meninggalkan SGC. Ditambah rezim pun berganti,” kata Reka.

Baca Juga:  Empat Warga Palestina Tewas dalam Serangan Israel di Jalur Gaza

Reka meyakini, Prabowo akan berpihak pada kepentingan rakyat ketimbang pengusaha yang zalim.

“SGC ini kan zalim. Mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya dari tanah air Tulangbawang, menyogok penguasa jahat, tepis kebijakan pajak dan rakyat ditinggal merana,” urainya.

Reka berharap, praperadilan Kejagung yang dimotorinya menemukan titik terang. Prapid terkait meminta Dua bos PT Sugar Group Companies yakni Purwanti Lee Cauhoul dan Gunawan Yusuf di tetapkan tersangka selangkah lagi membuahkan hasil.

Kedua bos besar tersebut dilarang berpergian ke luar negeri (LN) alias dicekal oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Pencekelan keduanya keluar sebagaimana surat keputusan Kejagung RI No : KEP-76/D/Dip.4/04/2025 dan surat keputusan Kejagung RI nomor : Kep-77/D/Dip.4/04/2025.

Kuat dugaan dua bos PT SGC ini ikut terseret dalam dugaan kasus yang menimpa Zarof Ricar. Dalam kesaksiannya, Zarof Ricar, mengatakan bahwa ia telah menerima uang kurang lebih Rp70 Milyar dari PT SGC untuk kepengurusan perkara Kasasi dan Peninjauan Kembali antara PT SGC melawan PT Marubeni dalam kurun waktu tahun 2016-2018.

Baca Juga:  Lampung Perkuat Dukungan bagi Santri dan Pesantren

“Sekarang kita tunggu amar putusan hakim PN Jaksel, berani kah menetapkan  Ny Lee dan Gunawan sebagai tersangka? Jika putusan kami diterima,  ini akan  menjadi terobosan hukum, bahwa pengadilan di negeri ini masih berpihak kepada kebenaran. Jika ditolak kami akan menempuh upaya hukum lain,” ungkapnya.

Apapun putusan hakim, sambung  Reka, pihaknya akan melaporkan pemilik dan manajemen PT SGC ke KPK.

“Kami akan class action dan gugat atas perbuatan melawan hukum (PMH). Tujuan akhir kami adalah kembalikan tanah rakyat, pembangunan di kampung yang selama ini termarginalkan oleh SGC pembangunannya bisa berkembang dan maju,” tutupnya.[]


Penulis : Anis


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Tulangbawang

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

SANY Indonesia Finance Bidik Pembiayaan Rp1,5 Triliun
Empat Warga Palestina Tewas dalam Serangan Israel di Jalur Gaza
Pertempuran Sengit, Serangan Udara Hantam Yaman
Kemenpar Ajak Agen Perjalanan Tiongkok Garap Labuan Bajo
Elfianah: KLA Mesuji Kejar Predikat Nindya
Besok, Galang Dilantik jadi Wabup Way Kanan 
Antrean dan Higienitas Jadi Kendala Minor Prasmanan MBG Lampung Utara
Velli Buka Konkerkab II PGRI Way Kanan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:56 WIB

SANY Indonesia Finance Bidik Pembiayaan Rp1,5 Triliun

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Empat Warga Palestina Tewas dalam Serangan Israel di Jalur Gaza

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Pertempuran Sengit, Serangan Udara Hantam Yaman

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:36 WIB

Kemenpar Ajak Agen Perjalanan Tiongkok Garap Labuan Bajo

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Elfianah: KLA Mesuji Kejar Predikat Nindya

Berita Terbaru

CEO PT SANY Indonesia Finance Bryan Kasenda (tengah) berbicara dalam konferensi pers acara Official Inauguration & Commercial Market Launch di Park Hyatt, Jakarta Pusat, pada 29 Oktober 2026. (Istimewa)

Beijing

SANY Indonesia Finance Bidik Pembiayaan Rp1,5 Triliun

Kamis, 29 Okt 2026 - 20:56 WIB

Seorang pria Palestina memeriksa sebuah gedung apartemen yang hancur setelah serangan udara Israel di Gaza City pada 24 April 2025. (Xinhua)

Berita Utama

Empat Warga Palestina Tewas dalam Serangan Israel di Jalur Gaza

Kamis, 29 Okt 2026 - 20:43 WIB


Foto tangkapan layar yang disediakan oleh Pusat Media Houthi ini menunjukkan sejumlah warga sedang mencari penyintas di antara reruntuhan pascaserangan udara Arab Saudi yang menargetkan sebuah stasiun pengisian bahan bakar di Provinsi Al-Jawf, Yaman, pada 28 Oktober 2026. (Pusat Media Houthi/Xinhua)

Berita Utama

Pertempuran Sengit, Serangan Udara Hantam Yaman

Kamis, 29 Okt 2026 - 20:39 WIB

Suasana sesi business matching antara agen perjalanan Tiongkok dan pelaku industri pariwisata Indonesia dalam rangkaian Famtrip di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. (Kementerian Pariwisata Republik Indonesia/Xinhua)

Berita Utama

Kemenpar Ajak Agen Perjalanan Tiongkok Garap Labuan Bajo

Kamis, 29 Okt 2026 - 20:36 WIB

Berita Utama

Elfianah: KLA Mesuji Kejar Predikat Nindya

Kamis, 29 Okt 2026 - 16:02 WIB