Proyek Drainase Disperkim Provinsi Lampung Disoal Warga

Senin, 2 Oktober 2023 | 13:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Rudi Alfian

LAMPUNG UTARA – Proyek pembangunan siring pasang (Drainase) di lingkungan Tanjung Alam Permai Kelurahan Kota Alam Kabupaten Lampung Utara dengan nilai pagu hingga setengah miliar lebih disoal warga setempat.

Kegiatan milik Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Lampung yang dimenangkan oleh CV SUNAN MAKMUR BERSAMA melalui proses tender dengan nilai penawaran Rp593.734.089 terkesan dikerjakan asal jadi. Pasalnya, dalam pengerjaannya dilapangan seolah hanya mengejar volume atau panjang Siring tanpa mempertimbangkan kualitas pekerjaan dan azas manfaat dari keberadaan Siring itu sendiri.

Salah satu warga disana, Santoso (52) yang rumahnya dilewati pekerjaan Siring mengeluhkan kondisi drainase lingkungan yang tidak dapat mengaliri pembuangan limbah (air) rumah tangga sehingga air limbah tergenang dan dikhawatirkan dirinya bakal menjadi sarang penyakit.

“Airnya ini enggak ngalir pak, berhenti ditengah. Apalagi kerjaan siringnya ini pak, terinjak kaki saja protol (runtuh) pinggir-pinggirnya. Untuk genangan airnya hampir semata kaki pak. Kekhawatiran saya ditakutkan kalau musim penghujan nanti malah banyak (jentik) nyamuk dan malah jadi sarang penyakit,” keluh warga, saat ditemui dilokasi, Senin, (02/10).

Menurutnya, selama proses pengerjaan proyek sangat minim pengawasan, baik dari pihak dinas terkait maupun konsultan supervisi (pengawasan) hampir tak pernah terlihat ada dilapangan.

“Kalau orang dinasnya ya cuma lewat-lewat saja, kalau konsultan pengawasnya saya kurang tahu, enggak pernah ketemu atau lihat di lokasi,” tuturnya.

Baca Juga:  Israel Perintahkan Militernya buru Pelaku Serangan 7 Oktober

Dirinya berharap pekerjaan drainase dilingkungan tempat tinggalnya dapat diperbaiki kembali dan dikerjakan secara maksimal. Sehingga dengan adanya solusi tempat pembuangan limbah rumah tangganya kini dapat dimanfaatkan dengan baik dan bisa mengalir dengan lancar.

“Ya kita minta, warga sih maunya dikerjakan dengan baik. Airnya bisa mengalir, diperbaiki lagi siringnya. Ini saya sampai-sampai beli pasir dan semen sendiri untuk perbaiki (Siring) supaya airnya bisa mengalir,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya, Marhadi (33) ikut mengeluhkan kondisi drainase yang dibangun di lingkungannya. Mulai dari kualitas (mutu) bangunan siring, sampai pembersihan sisa-sisa material dan sisa galian tanah yang bertaburan tidak ada perapihan kembali. Dirinya saat akan membuat gorong-gorong untuk perlintasan kendaraan milik kerabatnya, dikagetkan dengan rapuhnya bangunan siring yang mudah sekali runtuh dan rusak. Hal itu seolah-olah dalam pengerjaannya mengurangi volume material seperti penggunaan semen dan pasir yang tidak sesuai spesifikasi teknik yang berlaku.

“Drainase ini pembangunannya kurang memadai, kurang baik. Karena pagi ini sewaktu saya mau buat gorong-gorong, (Siring) mudah tabur. Ini sepertinya proyeknya sudah enggak benar. Ini kayaknya kurang semen pak, tidak layak pak,” keluh Marhadi.

Masih kata dia, selama pengerjaan proyek berlangsung dirinya tidak pernah melihat pengawas atau orang dinas yang turun lapangan, konsultan pengawas pun tak pernah muncul dilapangan. Hanya saja ada perwakilan pemborong yang mengaku sebagai mandor lapangan bernama Romli.

Baca Juga:  Trump Bingung soal Iran, Damai atau Lanjut Perang

“Sampai saat ini belum ada yang turun tinjau lapangan mulai dari pihak dinas, maupun pihak pemborong. Hanya saja ada yang mengatasnamakan dia sebagai mandornya saja,” jelas dia.

Dirinya berharap pekerjaan tersebut diperbaiki kembali oleh pihak pemborong agar kualitas Siring (drainase) menjadi lebih baik lagi dan dapat dirasakan manfaatnya oleh warga.

“Harapan saya supaya diperbaiki kembali siringnya, karena ini sangat tidak layak. Hitungan hari mungkin sudah rusak lagi proyek (drainase) ini,” ujarnya.

Pantauan dilokasi, pembangunan drainase yang menghabiskan dana hingga setengah miliar tersebut secara kasat mata terlihat kurang rapih. Mulai dari lantai dasar siring dan kedalaman yang tidak beraturan, pembangunan yang posisi bibir siringnya lebih tinggi dari badan jalan, sehingga genangan air hujan pada permukaan jalan diprediksi tidak akan mengalir jatuh ke siring pasang di kanan-kiri jalan dan akan tergenang serta mempercepat kerusakan pada infrastruktur jalan. Bahkan pada pelaksanaan proyek dilapangan, para pekerja tidak dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) dengan kata lain ada dugaan rekanan tidak mengindahkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tenaga kerja.

Guna keberimbangan pemberitaan, awak media masih berusaha mengkonfirmasi pihak-pihak terkait, baik rekanan (pemborong) proyek, pihak Disperkim Provinsi Lampung, maupun Konsultan Supervisi pada pekerjaan proyek dimaksud. ##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Dua Titik Karhutla di Tulang Bawang dan Lamteng Terkendali
Gubernur Lampung Minta Kapolda Baru Kawal Program Pembangunan
Wakapolres Mesuji  Jumling di Masjid Nurul Hidayah 
Polres Mesuji Gelar Sertijab Kasat Narkoba, Kasat Intelkam, dan Kasi Propam
Serang Istana Aden, Houthi Klaim Tewaskan Perwira Arab Saudi
5 Tewas Akibat Serangan Houthi ke Istana Aden
Kawasan Industri Katibung Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Perangi Narkoba, BNNK Latih Teman Anti Narkotika

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 04:59 WIB

Dua Titik Karhutla di Tulang Bawang dan Lamteng Terkendali

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 04:54 WIB

Gubernur Lampung Minta Kapolda Baru Kawal Program Pembangunan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 04:16 WIB

Wakapolres Mesuji  Jumling di Masjid Nurul Hidayah 

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 04:13 WIB

Polres Mesuji Gelar Sertijab Kasat Narkoba, Kasat Intelkam, dan Kasi Propam

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:05 WIB

Serang Istana Aden, Houthi Klaim Tewaskan Perwira Arab Saudi

Berita Terbaru

Berita Utama

Dua Titik Karhutla di Tulang Bawang dan Lamteng Terkendali

Sabtu, 17 Okt 2026 - 04:59 WIB

Berita Utama

Gubernur Lampung Minta Kapolda Baru Kawal Program Pembangunan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 04:54 WIB

Berita Utama

Wakapolres Mesuji  Jumling di Masjid Nurul Hidayah 

Sabtu, 17 Okt 2026 - 04:16 WIB

Peperangan di Yaman dan Houthi Yaman [XInhua]

Berita Utama

Serang Istana Aden, Houthi Klaim Tewaskan Perwira Arab Saudi

Jumat, 16 Okt 2026 - 22:05 WIB