PPN Pembalut Wanita 11%: Untung Istri sudah Menopause

Selasa, 3 November 2026 | 11:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS, Anis Byarwati, meminta pemerintah mengevaluasi pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap produk pembalut perempuan. Menurutnya, kebijakan perpajakan tidak cukup hanya mempertimbangkan aspek administrasi dan penerimaan negara, tetapi juga harus memperhatikan keadilan sosial serta kemampuan daya beli masyarakat.

Anis menilai polemik PPN pembalut perlu menjadi momentum untuk mengukur sensitivitas sosial pemerintah dalam menyusun kebijakan fiskal. Pasalnya, pembalut merupakan kebutuhan dasar perempuan yang berkaitan langsung dengan kesehatan dan kebersihan.

“Pembalut bukan barang mewah. Ini merupakan kebutuhan dasar perempuan yang berkaitan langsung dengan kesehatan dan kebersihan. Menstruasi adalah proses biologis yang tidak bisa dihindari. Karena itu, kebutuhan terhadap produk sanitasi menstruasi bukanlah pilihan, melainkan kebutuhan yang harus dipenuhi,” ujar Anis di Jakarta Selasa (3/11)

Baca Juga:  Mukhlis Basri Sesalkan Kecelakaan Akibat Asap Tebal di Tol Bakter

Ia menjelaskan, pengenaan PPN efektif 11 persen terhadap pembalut merupakan konsekuensi dari ketentuan perpajakan yang berlaku. Namun, keberadaan dasar hukum tersebut tidak menutup ruang bagi pemerintah untuk mengevaluasi dampak kebijakannya. Anis mengingatkan bahwa beban pajak konsumsi pada akhirnya ditanggung oleh konsumen. Dampaknya pun berbeda-beda, bergantung pada kondisi ekonomi masing-masing kelompok masyarakat.

Sebagai anggota Komisi XI DPR RI, Anis Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS, Anis Byarwati, meminta pemerintah mengevaluasi pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap produk pembalut perempuan. Menurutnya, kebijakan perpajakan tidak cukup hanya mempertimbangkan aspek administrasi dan penerimaan negara, tetapi juga harus memperhatikan keadilan sosial serta kemampuan daya beli masyarakat.

Untung Istri Menopause

Pengenaan PPN untuk pembalut ini gak diambil pusing oleh Rajo Nyerupa (62) warga Rajabasa Bandarlampung. Mengingat, dirinya sudah tak memerlukan lagi pembalut. Karena sang istri sudah tak lagi produktif alias menopause. Ditambah, ketiga anaknya semua laki-lagi. Meski PPN pembalut jadi 100% dirinya sudah gak pusing lagi.

Baca Juga:  Taekwondoin Indonesia Raih Emas Kategori Cadet U47 Putri di Qatar

Rajo menyatakan, langkah ‘China Ngamuk’ pemerintah dengan Siangapura dan Malaysia sudah tepat. Biar kekayaan Indonesia ini lebih memberikan manfaat bagi warga negara Indonesia. Jadi, pemerintah gak perlu ngelirik pembalut wanita sampai tukang cukur mau ditarik pajak.  Dengan demikian, negara ini benar-benar ada. Bukan setiap waktu berfikir tentang pajak dan pajak. Semuanya memberatkan rakyat. []


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Nara J.Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Tujuh Negara Berminat jadi Tuan Rumah Olimpiade 2036
Jubir Minta NW Hormati Proses Hukum yang Tengah Diperiksa KPK
Xi Jinping Bertemu Raja Oman; Memulihkan dan Melanggengkan
Setelah Luluh Lantakkan Hebron, Israel Tarik Pasukan
Ekspor Nonmigas Indonesia ke Tiongkok Capai 54,17 Miliar Dolar AS
Gubernur Mirza Dorong Peningkatan Keterampilan dan Daya Saing Tenaga Kerja Muda
Wakil Gubernur Jihan Nurlela Tinjau Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Pasar Kota Krui
Purnama Wulan Sari Mirza Canangkan Desa Tapis, Perkuat Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 11:52 WIB

PPN Pembalut Wanita 11%: Untung Istri sudah Menopause

Selasa, 3 November 2026 - 11:52 WIB

Tujuh Negara Berminat jadi Tuan Rumah Olimpiade 2036

Selasa, 3 November 2026 - 11:40 WIB

Jubir Minta NW Hormati Proses Hukum yang Tengah Diperiksa KPK

Selasa, 3 November 2026 - 11:00 WIB

Xi Jinping Bertemu Raja Oman; Memulihkan dan Melanggengkan

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIB

Setelah Luluh Lantakkan Hebron, Israel Tarik Pasukan

Berita Terbaru

Berita Utama

PPN Pembalut Wanita 11%: Untung Istri sudah Menopause

Selasa, 3 Nov 2026 - 11:52 WIB

Orang-orang menyaksikan cincin Olimpiade di Menara Eiffel di Paris, Prancis, pada 7 Juni 2024. (Xinhua)

Berita Utama

Tujuh Negara Berminat jadi Tuan Rumah Olimpiade 2036

Selasa, 3 Nov 2026 - 11:52 WIB

Berita Utama

Jubir Minta NW Hormati Proses Hukum yang Tengah Diperiksa KPK

Selasa, 3 Nov 2026 - 11:40 WIB

Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Sultan Haitham bin Tarik al-Said dari Oman bersama-sama menyaksikan penandatanganan dokumen kerja sama yang mencakup berbagai bidang, termasuk rantai industri dan rantai pasokan, pembangunan hijau, serta keuangan digital, usai pembicaraan mereka di Beijing, ibu kota Tiongkok, pada 2 November 2026. Xi mengadakan pembicaraan dengan Sultan Haitham bin Tarik al-Said dari Oman, yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok, di Balai Agung Rakyat di Beijing pada Senin (2/11). (Xinhua)

Berita Utama

Xi Jinping Bertemu Raja Oman; Memulihkan dan Melanggengkan

Selasa, 3 Nov 2026 - 11:00 WIB

Asap membubung setelah pasukan Israel meledakkan rumah dua warga Palestina yang dituduh menewaskan dua tentara Israel di Hebron, Tepi Barat bagian selatan, pada 30 Oktober 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Setelah Luluh Lantakkan Hebron, Israel Tarik Pasukan

Selasa, 3 Nov 2026 - 10:47 WIB