Polda Lampung mengecek instalasi pembuangan air limbah (IPAL) milik PT Juang Jaya Abdi Alam

Selasa, 20 Agustus 2024 | 12:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Selatan – Polda Lampung mengecek instalasi pembuangan air limbah (IPAL) milik PT Juang Jaya Abdi Alam, pada Kamis (15/8).

Diduga kehadiran mereka ke perusahaan penggemukan sapi milik Australia ini karena banyak keluhan masyarakat ihwal bau busuk kotoran sapi, dugaan pencemaran air sungai di sekitar perusahaan dan banyak lalat di rumah warga.

“Kami apresiasi atas kunjungan Polda, pada Kamis lalu. Kami berharap ini kasus terakhir, bisa langsung melihat (IPAL) Juang Jaya,” kata Humas PT Juang Jaya Abdi Alam, Thamaroni Usman usai mendampingi tim Dinas Lingkungan Hingga Provinsi Lampung (DLH) dan DLH Lampung Selatan mengecek IPAL perusahaan dan mengambil sampel air di sekitar perusahaan, Senin (19/8).

Dia mengaku, PT Juang Jaya berkomitmen menciptakan perusahaan yang ramah lingkungan dengan menerapkan standar perusahaan sehat ihwal IPAL dan lingkungan. Pun sebisa mungkin meminimalisir lalat yang menjadi pemandangan sehari-hari warga di sekitar perusahaan.

“Kami sangat serius tangani lalat. Karena banyak virus yang jadi pemicu dari lalat,” ucapnya.

Ia juga mengaku memberdayakan aparatur setempat untuk menanggulangi lalat dengan cara melakukan penyemprotan setiap bulan di sekitar rumah warga dengan melibatkan kepala dusun.
“Kami berdayakan kadus tiap bulan dikasih obat dan biaya operasional, tiap hari disemprot di dalam (perusahaan),” ujar dia.

Baca Juga:  Kepsek SLB Negeri Sukamaju Klarifikasi; Ijazah Proses Pencetakan

Thamaroni menuturkan, pihaknya sudah membangun pembuangan limbah dengan layak. Kemudian soal lalat, saat ini seluruh Indonesia peternakan sapi memiliki beban atau masalah yang dihadapi seperti virus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang berasal dari tanah, udara dan debu.

“Ada aturan ketat perusahaan. Belum lagi penyakit bentol sapi. Kami sangat serius tangani (lalat) ini. Kami berupaya menyemprot, kasih obat serangga, termasuk mobil dicuci saat masuk lokasi perusahaan. Kita akan rugi jika lalat banyak, kita banyak upaya dengan maksimal,” ucap dia.

Kemudian untuk tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR) perusahaan yang dalam aturan memiliki suatu tanggung jawab terhadap lingkungan, banyak dikeluhkan warga di sekitar perusahaan, Thamaroni mengaku sudah mengikuti aturan dengan rutin memberikan CSR.

“Keluhan masyarakat CSR kami banyak kontribusi melalui aparat desa. Mungkin dipilih (warga tidak kebagian), setiap bulan dikasih CSR, berupa sembako, beras, minyak, indomie, kami juga berikan tunjangan guru ngaji, TPA kami juga ikut program pengentasan stunting dengan memberikan makanan bergizi,” paparnya.

Ia mengaku, penyaluran CSR di warga sekitar ada yang langsung diberikan pada warga, ada juga yang melalui kades karena permintaan kades

Baca Juga:  Gubernur Mirza Pastikan Keluarga Miskin dapat Perlindungan Sosial

“Untuk berikan seluruh warga kami tidak mampu, nanti kami komunikasi lagi,” ucapnya.

Warga setempat, M mengaku selama ia tinggal di sebelah peternakan sapi belum pernah mendapatkan bantuan atau perhatian dari pihak perusahaan, justru sebaliknya hanya limbah yang diberikan perusahaan.
“Malah waktu banjir air masuk rumah, airnya item bau,” ucapnya.

Warga lain, N bertutur, perusahaan itu sudah berdiri sekitar 22 tahun, tidak pernah dirinya dan warga mendapat kompensasi atas polusi udara yang timbul dugaan kuat penyebab aktivitas peternakan sapi.

“Yang saya tau enggak pernah ada. Dari ratusan KK di sini, cuma 3 orang yang dapat bantuan seperti beras 5 kg, gula, mie. Itupun digilir dikasihnya, enggak rutin. Pas lebaran enggak ada juga bantuan. Lebaran haji juga kayaknya perusahaan cuma kasih qurban kambing,” paparnya.

Ditengarai keberadaan perusahaan memberikan dampak buruk bagi lingkungan terutama air sungai.

“Air sungai sudah tidak bisa digunakan lagi. Semenjak keberadaan Juang Jaya,” kata Kadus Desa Kota Dalam, Sidomulyo Toni, saat mendampingi tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Lampung beserta DLH Lampung Selatan dan perwakilan PT Juang Jaya Abdi Alam, Senin (19/8). (Ndi)


Sumber Berita : Lampung Selatan

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Bhayangkari Polda Lampung Kunker ke  Mesuji
Hibah 2026 Lampung Selatan, Pemkab: Penganggaran Mengacu Ketentuan
Elfianah Benahi Infrastruktur Jalan, Petani Padi di Mesuji Sumringah
Kepsek SLB Negeri Sukamaju Klarifikasi; Ijazah Proses Pencetakan
Polutan Akibat Karhutla Bahaya, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruang
Gunung Sinabung Siaga, Warga Diimbau Menjauh
Kejari WK Gelar Rakor PAKEM 
Gubernur Mirza Pastikan Keluarga Miskin dapat Perlindungan Sosial

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 22:03 WIB

Bhayangkari Polda Lampung Kunker ke  Mesuji

Jumat, 4 September 2026 - 20:26 WIB

Hibah 2026 Lampung Selatan, Pemkab: Penganggaran Mengacu Ketentuan

Jumat, 4 September 2026 - 05:46 WIB

Elfianah Benahi Infrastruktur Jalan, Petani Padi di Mesuji Sumringah

Kamis, 3 September 2026 - 17:29 WIB

Kepsek SLB Negeri Sukamaju Klarifikasi; Ijazah Proses Pencetakan

Rabu, 2 September 2026 - 22:32 WIB

Polutan Akibat Karhutla Bahaya, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruang

Berita Terbaru

Sejumlah warga melintasi dasar waduk yang telah mengering akibat kemarau panjang di Waduk Tandon Krisak di Desa Singodutan, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah, pada 25 September 2026. (Xinhua)

Lainnya

Kemarau, Waduk Tandon Krisak Kering Kerontang

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:27 WIB

Wakil Gubernur  Jihan saat memberikan motivasi dalam kegiatan Gerakan Ekonomi Kebersamaan Komunitas Megapro Affiliate PT Garuda Mas Anugerah (GMA) di Auditorium Politeknik Kesehatan Bandar Lampung, Sabtu (26/9).

Berita Utama

Pemprov Lampung Dorong Ekonomi Berbasis Teknologi dan Komunitas

Sabtu, 26 Sep 2026 - 20:54 WIB

 Seminar Pekan Tuli Internasional Tahun 2026 yang mengusung tema

Berita Utama

Gubernur Mirza Tekankan Penghormatan terhadap Teman Tuli

Sabtu, 26 Sep 2026 - 20:47 WIB


PUTRA Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman bin Abdulaziz al-Saud (tengah), Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan (kiri), dan Perdana Menteri Pakistan Muhammad Shehbaz Sharif berfoto bersama setelah penandatanganan Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah di Makkah, Arab Saudi, pada 7 Agustus 2026. (Saudi Press Agency/Xinhua)

Berita Utama

Arab Saudi, Pakistan, dan Turkiye Bahas Pertahanan Bersama

Sabtu, 26 Sep 2026 - 17:54 WIB