Ia pun menjelaskan sebelum terjadi kebakaran beberapa waktu lalu, pihaknya sudah memiliki kelas sebanyak 3 ruangan. Namun pasca kebakaran, para warga binaan tersebut harus belajar dengan ruangan yang tersekat – sekat karena hanya memiliki satu ruangan saja.
“Dan itu pun harus bergantian dengan kegiatan lainnya sehingga saat ini memang masih keterbatasan fasilitas ruangan saja. Namun hal ini tidak mengurangi antusias warga binaan untuk tetap semangat melakukan kegiatan belajar mengajar,” kata Wahyu.
Wahyu pun mengatakan hingga saat ini, warga binaan lapas tersebut yang mengikuti kejar Paket A hingga Paket C sebanyak 70 orang. Hanya saja, Wahyu akui yang sudah tercatat di Dapodik baru sebanyak 36 orang warga binaan saja.
“Baru 36 orang yang tercatat di Dapodik karena sisanya masih terkendala pada pemberkasan seperti Kartu Keluarga, KTP dan Akta Kelahiran sebagai data pendukung yang masih akan menyusul,” kata Wahyu.
Di sisi lain, Suyanto, warga binaan yang sudah menjalani masa tahanan selama 5 tahun dari 15 tahun masa tahanan, mengatakan dirinya mengikuti program paket A dan merasa berterima kasih kepada Ibu Purwigati yang sudah membantunya untuk mendapatkan ijazah tanpa dipungut biaya.
Saat ditanya terkait motivasi dirinya dalam mengikuti program paket tersebut, Suyanto mengatakan ketika dirinya bebas dari masa tahanan ini, ia sudah memilki ijazah sehingga ia dapat mencari pekerjaan tanpa terkendala dengan ijazah lagi.
“Saat keluar nanti, saya mau kerja sebagai buruh pabrik dengan ijazah ini. Terima Kasih kepada Ibu Purwigati yang sudah memberikan kesempatan kepada saya untuk mengikuti sekolah paket ini tanpa meminta biaya,”ucap Suyanto terharu.
1 2
Penulis : Ahmad
Editor : Fidhela Alvita
Sumber Berita : Bandar Lampung
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
Halaman : 1 2















