Perkuat Komitmen Keberlanjutan dan Ekoteologi, UIN Raden Intan Lampung Naik Peringkat Global THE Sustainability Impact Ratings 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAR LAMPUNG – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) kembali mencatatkan capaian di tingkat internasional melalui pemeringkatan Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Ratings 2026.

Berdasarkan hasil melalui laman Times Higher Education, yang diakses pada Rabu (24/06), UIN RIL berhasil meningkatkan posisinya pada tahun kedua keikutsertaannya berhasil menempati peringkat dunia 801–1000. Posisi ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada rentang 1001-1500 dunia. Selain itu, UIN RIL berada di peringkat 37 nasional, serta menempati posisi kedua di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) setelah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Rektor Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, peningkatan peringkat ini merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika dalam mengembangkan budaya keberlanjutan di lingkungan kampus.

“Alhamdulillah, capaian ini patut kita syukuri. Ini bukan hanya tentang peringkat, tetapi menjadi pengakuan internasional atas berbagai upaya yang telah dilakukan UIN Raden Intan Lampung dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan tata kelola kampus,” ujar Rektor.

Ia menambahkan, capaian tersebut melengkapi berbagai prestasi yang sebelumnya telah diraih UIN RIL dalam bidang keberlanjutan lingkungan. Pada pemeringkatan UI GreenMetric, kampus hijau UIN RIL tercatat sebagai peringkat pertama PTKIN, masuk 10 besar perguruan tinggi nasional, serta berada di peringkat ke-59 dunia. Sementara pada pemeringkatan UniRank, kampus ini menempati peringkat ke-6 nasional untuk klaster PTKIN.

Baca Juga:  Bandarlampung Segera Perbaiki Infrastruktur Jalan

Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa capaian ini tidak boleh membuat sivitas akademika berpuas diri. Sebaliknya, prestasi tersebut harus menjadi motivasi untuk terus memperkuat program-program keberlanjutan yang telah berjalan.

Menurutnya, komitmen tersebut sejalan dengan salah satu Asta Protas Kementerian Agama, yakni ekoteologi, kampus memiliki tanggung jawab untuk menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan bukan hanya kebutuhan sosial, tetapi juga bagian dari nilai-nilai keagamaan.

“Prestasi ini harus semakin menambah semangat kita untuk terus berupaya mewujudkan kampus yang berkelanjutan. Nilai-nilai ekoteologi yang menjadi salah satu Asta Protas Kementerian Agama perlu terus diimplementasikan dalam kehidupan akademik maupun tata kelola kampus. Kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi budaya bersama dan bagian dari pengamalan ajaran agama,” katanya.

Koordinator UI GreenMetric dan THE pada Pusat Sertifikasi, Akreditasi, dan Layanan Internasional LPM UIN RIL Suci Wulan Pawhestri, M.Si., mengatakan pihaknya turut bangga atas peningkatan peringkat yang diraih UIN Raden Intan Lampung pada tahun ini.

Baca Juga:  Mahasiswa UIN Raden Intan Lampung Mulai PKL di JMSI Lampung

Ia mengatakan, dalam pengajuan THE Sustainability Impact Ratings 2026, UIN RIL mengajukan lima tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) dari total 17 SDGs..Kelima SDGs tersebut meliputi SDG 4 (Quality Education), SDG 5 (Gender Equality), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), serta SDG 17 (Partnership for the Goals).

“Alhamdulillah, tahun ini peringkat global UIN Raden Intan Lampung mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa berbagai program, kebijakan, dan aktivitas yang mendukung SDGs terus berjalan dan mendapatkan pengakuan pada tingkat internasional,” ujarnya.

Sebagai informasi, Times Higher Education Sustainability Impact Ratings merupakan satu-satunya pemeringkatan kinerja global yang menilai kontribusi perguruan tinggi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Penilaian dilakukan melalui indikator yang mencakup empat pilar utama, yaitu research (penelitian), stewardship (tata kelola dan pengelolaan sumber daya), outreach (kontribusi dan keterlibatan dengan masyarakat), serta teaching (pendidikan dan pembelajaran). ()


Penulis : Desty


Editor : Nara


Sumber Berita : UIN RIL

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Seminar Pola Asuh Anak di Era Digital di Way Lunik
Galon Bekas untuk Akuaponik,Budidaya Lele dan Kangkung
KKN UIN Ajak Pelestarian Lingkungan Lewat Tanam Pohon Berbuah
Kebakaran, Sedikitnya 14 Bayi Tewas di Pakistan
SpaceX Rencananya Bangun Peluncuran Satelit Baru Senilai 100 Miliar Dolar AS
Anak-Anak Gaza Berenang, Temukan Kebahagiaan Akibat Perang
Pemuda Indonesia Rasakan Pesona Budaya Tiongkok di Ningxia
Klaim Trump Hormuz Bebas Ranjau, JMIC: Masih Ada
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:46 WIB

Seminar Pola Asuh Anak di Era Digital di Way Lunik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:33 WIB

Galon Bekas untuk Akuaponik,Budidaya Lele dan Kangkung

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:24 WIB

KKN UIN Ajak Pelestarian Lingkungan Lewat Tanam Pohon Berbuah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Kebakaran, Sedikitnya 14 Bayi Tewas di Pakistan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:07 WIB

SpaceX Rencananya Bangun Peluncuran Satelit Baru Senilai 100 Miliar Dolar AS

Berita Terbaru

Pola ASuh Anak di Era Digital UIN RIL [DE]

#indonesiaswasembada

Seminar Pola Asuh Anak di Era Digital di Way Lunik

Rabu, 26 Agu 2026 - 23:46 WIB

Akuaponik Galon Bekas untuk budidaya Lele dan Kangkung [DE]

#indonesiaswasembada

Galon Bekas untuk Akuaponik,Budidaya Lele dan Kangkung

Rabu, 26 Agu 2026 - 23:33 WIB

Perbaikan Lingkungan Dengan Cara Tanam Tanaman Berbuah [DE]

#indonesiaswasembada

KKN UIN Ajak Pelestarian Lingkungan Lewat Tanam Pohon Berbuah

Rabu, 26 Agu 2026 - 23:24 WIB

Ilustrasi kebakaran Pakistan [AI]

#indonesiaswasembada

Kebakaran, Sedikitnya 14 Bayi Tewas di Pakistan

Rabu, 26 Agu 2026 - 23:19 WIB