Peningkatan Literasi Keuangan Hindari Masyarakat dari Jerat Produk dan Jasa Keuangan Nakal

Senin, 14 Agustus 2023 | 23:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA – Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati mengingatkan urgensi peningkatan kualitas Literasi Keuangan, khususnya terkait dengan pengelolaan keuangan, tabungan, dan investasi yang langsung berkaitan dengan masyarakat. Hal ini disampaikannya saat menghadiri kegiatan Penyuluhan Jasa Keuangan yang dihadiri oleh 120 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah se Jakarta Timur.

“Minimnya literasi inilah yang banyak mengakibatkan masyarakat terjerat kasus pinjaman online (pinjol). Maka penyuluhan dengan menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya menjadi penting, agar dapat memberikan penjelasan secara gamblang dan masyarakat bisa memahami dengan lebih baik,” ujar Anis dalam keterangan tertulis.

Baca Juga:  RUU Adminduk Tempatkan NIK sebagai identitas Tunggal

Dalam acara yang mengusung tema Urgensi Literasi dan Inklusi Keuangan itu, Anis menekankan bahwa dengan adanya upaya-upaya seperti penyuluhan di bidang literasi keuangan maka berpotensi meningkatkan jumlah pengguna produk dan jasa keuangan bagi lembaga-lembaga legal.

“Hal tersebut (penguatan literasi keuangan) akan meningkatkan jumlah pengguna produk dan layanan jasa keuangan yang benar melalui lembaga legal, sehingga masyarakat terhindar dari akses keuangan illegal,” sebagaimana disampaikan Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Negara (BAKN) DPR RI itu.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu tak lupa menyisipkan data-data dalam sambutannya. Anis menyampaikan bahwa merujuk hasil Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLIK) 2022, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia berada pada angka 49,68 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibanding indeks tahun 2019 yang hanya 38,03 persen.

Baca Juga:  Syaiful Huda Desak Payung Hukum Permanen Usai Komisi Ojol Dipatok Maksimal 8 Persen

Masih dari sumber yang sama, indeks inklusi keuangan tahun berhasil mencapai 85,10 persen dan meningkat dibanding periode SNLIK sebelumnya di tahun 2019 yaitu 76,19 persen. Menurut Anis tersebut menunjukkan semakin menurunnya celah antara tingkat literasi dan tingkat inklusi yaitu dari 38,16 persen di tahun 2019 menjadi 35,42 persen di tahun 2022. (*)

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Zulhas: 2027 Stop Impor Garam
401 Siswa Sekolah Rakyat Siap Tempuh Tahun Ajaran Baru
ITB dan Shanghai Microport MedBot Jalin Kerja Sama Robotika
Polres Mesuji Sosialisasi Aplikasi Siger Lampung Presisi 
BMW Umumkan Laba H1 2026 Anjlok Hampir 40 Persen
KWP DPR Resmi Laporkan Deddy Sitorus ke MKD Terkait Pernyataan “Gerombolan Sirkus”
Wulan: Tugas PMI Utamanya Pengabdian
Indonesia dan Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis untuk Aksi Iklim dan Pembangunan Hijau

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:17 WIB

Zulhas: 2027 Stop Impor Garam

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:47 WIB

401 Siswa Sekolah Rakyat Siap Tempuh Tahun Ajaran Baru

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:40 WIB

ITB dan Shanghai Microport MedBot Jalin Kerja Sama Robotika

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:36 WIB

Polres Mesuji Sosialisasi Aplikasi Siger Lampung Presisi 

Jumat, 31 Juli 2026 - 18:28 WIB

BMW Umumkan Laba H1 2026 Anjlok Hampir 40 Persen

Berita Terbaru

Petani Garam [Xin]

#indonesiaswasembada

Zulhas: 2027 Stop Impor Garam

Jumat, 31 Jul 2026 - 22:17 WIB

Open House Sekolah Rakyat Lampung

#indonesiaswasembada

401 Siswa Sekolah Rakyat Siap Tempuh Tahun Ajaran Baru

Jumat, 31 Jul 2026 - 21:47 WIB

ITB-China Kerjasama Robotika [Xin]

#indonesiaswasembada

ITB dan Shanghai Microport MedBot Jalin Kerja Sama Robotika

Jumat, 31 Jul 2026 - 21:40 WIB

Polres Mesuji

#indonesiaswasembada

Polres Mesuji Sosialisasi Aplikasi Siger Lampung Presisi 

Jumat, 31 Jul 2026 - 21:36 WIB

Orang-orang mengunjungi stan luar ruangan BMW di ajang International Motor Show Germany (IAA Mobility) di Munich, Jerman, pada 8 September 2021. (Xin)

#indonesiaswasembada

BMW Umumkan Laba H1 2026 Anjlok Hampir 40 Persen

Jumat, 31 Jul 2026 - 18:28 WIB