LAMPUNG UTARA – Pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2025 di Desa Nyapah Banyu, Kecamatan Abung Pekurun, Kabupaten Lampung Utara, menjadi sorotan publik.
Berdasarkan data yang dihimpun, pada tahun 2025 Pemerintah Desa Nyapah Banyu menganggarkan sejumlah kegiatan fisik, di antaranya pembangunan atap teras depan Gedung Poskesdes senilai Rp9,4 juta. Dalam kegiatan tersebut, upah Hari Orang Kerja (HOK) tercatat sebesar Rp1,5 juta.
Selain itu, desa juga mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jalan rabat beton di Dusun I hingga Dusun III dengan nilai masing-masing Rp100 juta dan Rp117,5 juta. Untuk pekerjaan rabat beton, anggaran upah tenaga kerja tercatat sebesar Rp23,4 juta.
Tak hanya itu, pembangunan satu unit sumur bor turut dianggarkan sebesar Rp39,9 juta dengan alokasi upah HOK Rp13,6 juta. Namun, berdasarkan informasi yang berkembang di lapangan, pekerjaan sumur bor tersebut disebut-sebut dikerjakan secara borongan oleh tenaga dari luar desa.
Kepala Desa berinisial RA saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon membenarkan adanya kegiatan padat karya tunai tahun 2025 dan menyatakan seluruh pekerjaan telah selesai dilaksanakan.
“Sudah selesai dikerjakan dan sudah dimonev oleh Inspektorat. Untuk pekerja, kita ambil dari warga desa sendiri,” ujarnya, Senin, 16 Februari 2026.
Namun, RA tidak merinci besaran upah harian yang diberikan kepada para pekerja dalam program tersebut.
Publik mempertanyakan kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan di lapangan, termasuk dugaan perubahan spesifikasi teknis material serta validitas data tenaga kerja yang dicatat sebagai warga setempat. Meski demikian, informasi tersebut masih memerlukan klarifikasi dan verifikasi lebih lanjut dari pihak terkait.
Terpisah, Pendamping Desa Teknik Infrastruktur Kecamatan Abung Pekurun, Heri saat dihubungi melalui pesan WhatsApp mengaku kurang memahami spesifikasi teknis hingga kualitas pekerjaan.
Hal itu disebabkan dirinya mulai ditugaskan disana sejak pertengah Juli 2025 dan pekerjaan sudah selesai.
“(Spesifikasi teknis dan mutu pekerjaan) saya kurang paham. Karena saya masuk (pindah tugas) sudah selesai semua pekerjaan di Desa Nyapah Banyu,” tuturnya.
Penulis : Rudi alfian
Editor : Desty
Sumber Berita : Lampung Utara
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
















