Hilirisasi Jadi Kunci, Gubernur Dorong UMKM Ekraf Naik Kelas

Minggu, 15 Februari 2026 | 16:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDARLAMPUNG—- Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mempercepat hilirisasi sektor ekonomi kreatif (Ekraf). Hal tersebut disampaikan Gubernur saat mendampingi Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, dalam diskusi bersama 25 pelaku ekraf Lampung di El’s Coffee Roastery, Minggu (15/2/2026).

Gubernur Mirza mengungkapkan bahwa kekuatan ekonomi Lampung saat ini didorong oleh sektor primer dengan PDRB mencapai Rp520 triliun pada tahun 2025. Namun, ia menyayangkan masih besarnya komoditas mentah yang keluar dari Lampung tanpa proses pengolahan lebih lanjut.

“Komoditas primer kami itu 150 triliun. Baru sekitar 40 triliun hingga 50 triliun yang terhilirisasi. 100 triliun itu belum terhilirisasi. Kalau kita mampu melakukan hilirisasi, satu gelas kopi misalnya, nilainya bisa naik 10 kali lipat,” ujar Gubernur Mirza.

Gubernur kemudian menyoroti pentingnya inovasi dan kreativitas sebagai kunci peningkatan nilai tambah yang tidak dapat diduplikasi. Ia menilai UMKM ekraf memiliki multiplier effect yang tinggi bagi perekonomian daerah. Apalagi, daya beli masyarakat Lampung saat ini tengah meningkat signifikan berkat kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menaikkan harga gabah dan jagung di tingkat petani.

Namun, Gubernur juga memberikan catatan kritis terkait manajemen UMKM di Lampung. Saat ini tercatat ada 480 ribu UMKM, namun banyak di antaranya yang terjebak pada persaingan internal karena memproduksi produk sejenis dalam skala masif.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Lantik Tiga Pejabat, Sekdaprov Tekankan Penguatan Pembangunan Manusia

“Saya cek ada 3.000 merek keripik singkong di Lampung. Akhirnya persaingannya sangat kencang di bawah. Kita butuh kolaborasi dengan Kementerian Ekraf untuk melakukan akurasi dan kurasi. UMKM yang sudah go global harus kita tarik untuk membangun supply chain bagi pelaku di bawahnya agar mereka bisa bangkit bersama, bukan justru saling mematikan,” tegasnya.

Sektor pariwisata juga menjadi primadona baru. Gubernur menyebut kunjungan wisatawan nusantara ke Lampung melonjak drastis mencapai 24 juta orang pada tahun 2025, dengan estimasi perputaran uang mencapai Rp40 triliun. Angka ini diprediksi akan kembali tumbuh sebesar 50 persen pada tahun 2026.

Gubernur Mirza selanjutnya mengajak seluruh jajaran dinas terkait dan pelaku ekonomi kreatif untuk terus berinovasi dan memperbaiki kualitas produk. Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk mendampingi pelaku ekraf agar mampu menembus pasar global melalui manajemen rantai pasok yang lebih tertata.

Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya mengatakan bahwa tren industri kreatif dunia selalu lahir dari negara dengan budaya yang mengakar, seperti halnya Amerika, Jepang, India, dan Korea Selatan. Menekraf meyakini Lampung memiliki modal serupa untuk bersaing di kancah global.

Baca Juga:  HUT ke-81 PMI, Purnama Wulan Sari Mirza Perkuat Gerakan Kemanusiaan di Lampung

“Yang belum kebagian tiketnya itu adalah Indonesia, Nusantara, termasuk Lampung yang akar budayanya juga begitu kuat. Kami perkirakan 5-10 tahun ke depan, tren industri kreatif dunia akan diwarnai oleh produk Indonesia,” imbuhnya.

Guna mendukung target tersebut, Menekraf mengungkapkan berbagai langkah strategis yang tengah dilakukan kementeriannya. Salah satu terobosan penting adalah kerja sama dengan Kementerian Keuangan dalam penyediaan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus sektor kreatif hingga Rp500 juta per pelaku usaha.

Di tingkat birokrasi, Menekraf mendorong Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk memperkuat kelembagaan dengan membentuk Dinas Ekonomi Kreatif. Ia mengapresiasi langkah Gubernur Lampung dan para kepala daerah yang mulai menyisipkan nomenklatur Ekraf dalam struktur organisasi perangkat daerahnya.

Kementerian Ekonomi Kreatif kedepan akan memfokuskan 80 persen energinya sebagai akselerator bagi pelaku usaha yang sudah berdaya agar mampu menembus pasar internasional.

“Tugas kementerian ini adalah mencari Local Hero untuk kita dorong ke pasar nasional, dan mencari National Champion untuk kita bawa Go Global,” pungkas Menekraf.


Penulis : Desty


Editor : Nara


Sumber Berita : Pemprov Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Mentrans RI Jajaki Kerja Sama di Chongqing, Tiongkok
Presiden Mesir Dukung Keamanan Arab Saudi
Permata Gelar Istighosah Di Kasui
Pemukim Israel Serang Diplomat Eropa di Tepi Barat
IRGC Iran: Supertanker Kedua Meledak Usai Hantam Ranjau Laut
Jakarta Game On 2026 Dorong Eekosistem Game dan Ekonomi Kreatif
Kapolres Mesuji Gelar Subuh Keliling Serap Aspirasi Masyarakat
APINDO Diharap Perkuat Ekosistem Usaha dan Pemberdayaan UMKM

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:38 WIB

Mentrans RI Jajaki Kerja Sama di Chongqing, Tiongkok

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Presiden Mesir Dukung Keamanan Arab Saudi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Permata Gelar Istighosah Di Kasui

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Pemukim Israel Serang Diplomat Eropa di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:22 WIB

IRGC Iran: Supertanker Kedua Meledak Usai Hantam Ranjau Laut

Berita Terbaru

Foto yang diabadikan pada 14 Oktober 2026 ini menunjukkan Menteri Transmigrasi Republik Indonesia Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mempelajari pertanian cerdas dalam kunjungannya di Chongqing, Tiongkok barat daya. (Xinhua)

Berita Utama

Mentrans RI Jajaki Kerja Sama di Chongqing, Tiongkok

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:38 WIB

Foto yang bersumber dari Pusat Media Houthi ini memperlihatkan peluncuran rudal yang diduga mengarah ke Mocha di Yaman, pada 9 Agustus 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Presiden Mesir Dukung Keamanan Arab Saudi

Minggu, 18 Okt 2026 - 14:32 WIB

Berita Utama

Permata Gelar Istighosah Di Kasui

Minggu, 18 Okt 2026 - 14:04 WIB

Para petani Palestina terlihat di sebuah pos pemeriksaan militer Israel setelah pasukan tersebut mencegah mereka memanen zaitun di lahan mereka, di Desa Salem, sebelah timur Nablus, di Tepi Barat, pada 17 Oktober 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Pemukim Israel Serang Diplomat Eropa di Tepi Barat

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:28 WIB

Foto yang diabadikan menggunakan ponsel ini memperlihatkan kapal-kapal niaga yang terdampar di perairan Selat Hormuz di dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara, pada 29 Mei 2026. (Xinhua)

Berita Utama

IRGC Iran: Supertanker Kedua Meledak Usai Hantam Ranjau Laut

Minggu, 18 Okt 2026 - 08:22 WIB