Pengawas Proyek Rehabilitasi Daerah Irigasi di Kotabumi Utara Bantah Gunakan Material Bekas, Camat Kaget Tak Ada Koordinasi

Selasa, 25 November 2025 | 09:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG UTARA – Proyek rehabilitasi dan normalisasi daerah irigasi (DI) Way Merah dan Way Tirta Sinta sepanjang lebih dari 4 kilometer di klaim tidak menggunakan material batu belah yang sudah ada sebelumnya di lokasi.

Hal itu dikatakan pengawas lapangan PT Brantas Abipraya, Irfan Hisan saat bertemu Camat Kotabumi Utara, Apri Yanto dan Kepala Desa Wonomarto, Waskito Yusika di lokasi proyek.

Irfan Hisan membantah tudingan menggunakan material bekas, sebab dalam pengerjaan proyek tersebut ada beberapa spot yang memang harus dipasang baru, meski sebagian besarnya merupakan pekerjaan rehab. Dirinya mengaku sudah mendatangkan material batu belah dan sudah ditumpuk diberbagai titik pengerjaan rehabilitasi irigasi.

“Pekerjaan ini di sub-kontrak kan lagi pak. Saya pengawasnya. Tidak boleh menggunakan material batu yang sudah ada di lokasi, karena kita mendatangkan material batu belah yang baru,” jelasnya, Senin, 24 November 2025.

Memang dalam pengiriman material, kata dia, dilakukan secara berkala. Sehingga material batu belah cepat habis, dan akan segera dikirim kembali.

Proyek dengan panjang penanganan rehabilitasi hampir lima kilometer terbagi di Way Merah sepanjang 2 kilometer, sedangkan Way Tirta Sinta hampir mencapai 3 kilometer tersebut diakuinya masih dalam tahap penyelesaian dengan tetap memperhatikan mutu kualitas pekerjaan.

“Proyek ini rehab dan ada juga yang pemasangan baru. Pasang baru kira-kira 1 kilometer, sedangkan sisanya yang rehab,” ujarnya.

Kendati demikian, banyak pihak meragukan kualitas pasangan drainase (irigasi) yang terkesan asal jadi.

Bahkan, konsultan supervisi terkesan tutup mata atas dugaan penggunaan material lama yang disinyalir jadi ajang korupsi pada anggaran Rehabilitasi Daerah Irigasi di lokasi setempat.

Baca Juga:  Pasca Pelantikan Sekda : Mengawal Meritokrasi Birokrasi Lampung Utara

Sebab, dalam proses pengerjaan didapati informasi bahwa pada pasangan batu mortar tipe N semi mekanis dengan volume 1.609 dan plesteran kekuatan mortar tipe S 12,5 Mpa.

Tak hanya itu, pada pengecoran pihak pelaksana diintruksikan untuk menggunakan mutu beton sedang Fc’20 secara semi mekanis.

Pada pekerjaan itu juga, sebelum tahap pengerjaan rehab, pihak rekanan harus melakukan pembersihan lahan/tebas tanaman yang nilainya mencapai puluhan juta rupiah.

Pekerjaan bongkaran pasangan batu (lama) sepanjang 1 kilometer lebih secara manual juga dianggarkan hingga puluhan juta rupiah.

Bahkan, pada pekerjaan rehabilitasi tersebut pihak penyedia jasa harus mengerjakan galian tanah biasa manual sepanjang 3 kilometer yang diasumsikan merupakan galian endapan lumpur pada jaringan irigasi dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah. Meski pada pelaksanaannya diduga tak semua dikerjakan.

Camat Kotabumi Utara, Apri Yanto kepada awak media mengaku baru mendengar ada proyek strategis (Inpres) di wilayah kerjanya yakni proyek rehabilitasi daerah irigasi di Way Merah dan Tirta Sinta setelah adanya pemberitaan mengenai proyek yang diduga asal-asalan.

“Kami mengetahui proyek ini justru dari berita kawan-kawan media. Makanya saya kaget ada proyek ini,” kata Camat.

“Kami tidak mau masuk ke ranah teknis, tapi secara kasat mata kami tahu lah mana pekerjaan yang baik dan mana yang buruk. Tapi bukan ranah kamu untuk masuk kesitu,” sindirnya.

Pihaknya hanya meminta agar proyek tersebut bisa bermanfaat bagi para petani yang kebetulan saat ini tengah beralih komoditas dari singkong (ubi kayu) ke jagung dan padi.

Dirinya menegaskan jangan sampai petani yang tengah menanam padi terdampak tanamannya akibat kekeringan selama proyek berlangsung.

Baca Juga:  Segudang Prestasi SMAN 3 Kotabumi, Dari Pelosok Negeri ke Panggung Internasional

Sebab, selama proyek berlangsung diakuinya pihak pelaksana minim akan sosialisasi kepada para petani.

Padahal, sambung dia, jika koordinasi itu berjalan baik antara pelaksana dengan pihak kecamatan dan desa, petani bisa berikan pemahaman dan diberikan solusi agar tanaman tetap terawat, meski suplai air agak terhambat selama proyek berlangsung.

“Kami berharap sebagai penerima manfaat hasil pembangunan bisa bertahan lama dan dapat dimanfaatkan petani secara maksimal. Jangan sampai baru sebulan dua bulan selesai sudah rusak lagi,” tegasnya.

Hal senada dikatakan Kades Wonomarto, Waskito Yusika, dirinya sempat merasa dibohongi oleh pihak pelaksana saat akan melaksanakan sosialisasi yang dijanjikan akan bertemu tatap muka dengan para warga dan petani desa setempat.

“Sempat kita mau kumpul sosialisasi, kita sudah kumpulkan petani dan warga setempat tapi pihak pelaksana malah enggak datang,” tuturnya.

“Tiba-tiba pas mulai pekerjaan juga enggak ada konfirmasi, tau-tau sudah mulai kerja. Beberapa warga yang punya sawah disekitar sini gelabakan, banyak yang komplain karena tidak ada koordinasi tiba-tiba air irigasi di tutup,” timpalnya lagi.

Dirinya berharap, tanaman padi milik petani setempat tetap bisa bertahan hingga masa panen, karena saat ini tanaman padi masih dalam tahap pertumbuhan dan mengeluarkan biji padi.

“Mudah-mudahan saja tidak berdampak, dan tanamannya bisa selamat sampai panen. Semoga pekerjaannya cepat selesai, dan petani tidak lagi risau,” tandasnya.


Penulis : Romy


Editor : Desty


Sumber Berita : Lampung Utara

Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

Berita Terkait

Perbaikan Ruas Gunung Batin–Daya Murni Dorong Aktivitas Ekonomi Warga
30 Tahun Tak Tersentuh, Gubernur Mirza Pacu Perbaikan Jalan Gedong Aji–Umbul Mesir Tulang Bawang demi Kesejahteraan dan Kemudahan Akses Petani
Menteri Kebudayaan Dampingi Presiden Kunjungi Museum Nasional Indonesia
Polsek Mesuji Timur Bubarkan Aksi Balap Liar di Jalan Penangkis Arah Pangkal Mas
Sat Lantas Polres Mesuji Gelar ‘TASI BERKAH PRESISI’, Bagikan Air Mineral di Simpang Pematang
Kontroversi Impor 1.000 Ton Beras AS, Komisi IV Desak Penjelasan Terbuka
Ruas Gunung Batin–Daya Murni Dorong Aktivitas Ekonomi Warga Terusan Nunyai
Strategi Pemprov Lampung Jaga Pasokan dan Distribusi, Inflasi Tetap Terkendali

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 21:10 WIB

Perbaikan Ruas Gunung Batin–Daya Murni Dorong Aktivitas Ekonomi Warga

Selasa, 3 Maret 2026 - 21:08 WIB

30 Tahun Tak Tersentuh, Gubernur Mirza Pacu Perbaikan Jalan Gedong Aji–Umbul Mesir Tulang Bawang demi Kesejahteraan dan Kemudahan Akses Petani

Selasa, 3 Maret 2026 - 19:33 WIB

Menteri Kebudayaan Dampingi Presiden Kunjungi Museum Nasional Indonesia

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:02 WIB

Polsek Mesuji Timur Bubarkan Aksi Balap Liar di Jalan Penangkis Arah Pangkal Mas

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:00 WIB

Sat Lantas Polres Mesuji Gelar ‘TASI BERKAH PRESISI’, Bagikan Air Mineral di Simpang Pematang

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Perbaikan Ruas Gunung Batin–Daya Murni Dorong Aktivitas Ekonomi Warga

Selasa, 3 Mar 2026 - 21:10 WIB

#indonesiaswasembada

Menteri Kebudayaan Dampingi Presiden Kunjungi Museum Nasional Indonesia

Selasa, 3 Mar 2026 - 19:33 WIB