Pengamat Sarankan PDIP Pastikan Puan Capres 2024

Kamis, 4 Agustus 2022 | 15:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA — Dukungan relawan kepada Puan Maharani sebagai Capres 2024 terus menguat di berbagai daerah. Pengamat politik Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menyarankan PDIP segera mengambil sikap agar suara kader partai tidak terpecah.

Dedi mengatakan, munculnya deklarasi dukungan terhadap Puan Maharani menjadi presiden penerus Joko Widodo adalah sinyal jika orang nomor satu di Senayan itu disukai masyarakat dan diakui ketokohannya.

“Puan Maharani semakin menunjukkan posisi ketokohannya di PDIP sebagai figur utama, ia tidak saja menjadi wajah baru Megawati, tetapi lebih kuat dari itu yakni sebagai Capres potensial PDIP,” ujarnya Kamis, (4/8).

Menurut Dedi, cucu Presiden RI pertama Soekarno itu menjadi magnet pemersatu di internal PDIP. Ketokohan Puan makin teruji seiring dengan munculnya dukungan pemilih di akar rumput.

Baca Juga:  Ke Bandung, Wagub Jihan dan Kwarda Belajar Pengelolaan Badan Usaha Pramuka

“Keputusan partai terkait capres juga akan sangat berpengaruh pada soliditas PDIP, dan Puan layak diprioritaskan, mengingat ia merupakan trah Megawati, dan posisinya saat ini pun strategis sebagai pimpinan partai,” tegasnya.

PDIP menurutnya membutuhkan figur yang tetap dapat merekatkan keutuhan partai berlogo kepala banteng itu di masa yang akan datang pasca Pilpres 2024. Puan adalah sosok perekat tersebut, karena mewarisi trah biologis dan ideologis dari Soekarno.

“Puan menjadi simbol persatuan PDIP di masa mendatang, elit di PDIP harus menyadari itu dan menurunkan ego untuk memunculkan nama lain, karena Puan sudah memiliki kepastian politik untuk terusung,” katanya.

Baca Juga:  Lampung Bangun Ekosistem Pembayaran Digital untuk Pelayanan Publik

Untuk diketahui, sejumlah kelompok masyarakat di berbagai daerah mendeklarasikan diri sebagai relawan Pejuang Puan Maharani. Mereka berkomitmen bergerak serentak menyosialisasikan Puan kepada masyarakat sebagai Capres 2024. Dukungan itu terus menguat seiring citra sosok Puan yang semakin baik di mata publik.

“Ibu Puan ini sosok seorang profesional dan pekerja keras, bukan tipe yang suka pencitraan, tapi lebih menekankan pada hasil kinerja dari tugas yang diembannya. Makanya, kami perlu menyampaikan berbagai hal kepada masyarakat di akar rumput siapa Ibu Puan ini, dan kenapa layak menjadi presiden,” ujar Syahrul Latif, Koordinator Relawan Pejuang Maharani Jawa Barat, Rabu 3 Agustus 2022. ##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

BPBL Lampung Turun, dari 10.800 jadi 9.800 Yang Dialokasikan
Kelistrikan Lampung Andal, Tapi, 50% Pasokannya dari Daerah Lain
KDMP Jangan Berorientasi Kuantitas, Tapi Akhirnya Mangkrak
Lampung Torehkan Prestasi Nasional, Gubernur Mirza Raih Penghargaan Pemimpin Daerah Inspiratif Sektor Pertanian
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Apresiasi Kontribusi Masyarakat Minang dalam Pembangunan Lampung
Masyarakat Adat Harus Diberi Ruang yang Luas, Bukan Pelengkap Seremonial
Gubernur Mirza Ajak Perantau Minang Berkolaborasi Bangun Lampung
Ketua Perhimpunan Persahabatan Sambut Baik Kehadiran Dubes Korut yang Baru

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:20 WIB

BPBL Lampung Turun, dari 10.800 jadi 9.800 Yang Dialokasikan

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:13 WIB

Kelistrikan Lampung Andal, Tapi, 50% Pasokannya dari Daerah Lain

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:10 WIB

KDMP Jangan Berorientasi Kuantitas, Tapi Akhirnya Mangkrak

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:52 WIB

Lampung Torehkan Prestasi Nasional, Gubernur Mirza Raih Penghargaan Pemimpin Daerah Inspiratif Sektor Pertanian

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:50 WIB

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Apresiasi Kontribusi Masyarakat Minang dalam Pembangunan Lampung

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

BPBL Lampung Turun, dari 10.800 jadi 9.800 Yang Dialokasikan

Jumat, 12 Jun 2026 - 12:20 WIB

#indonesiaswasembada

Kelistrikan Lampung Andal, Tapi, 50% Pasokannya dari Daerah Lain

Jumat, 12 Jun 2026 - 10:13 WIB

#indonesiaswasembada

KDMP Jangan Berorientasi Kuantitas, Tapi Akhirnya Mangkrak

Jumat, 12 Jun 2026 - 09:10 WIB