Pendapatan Sewa Alat Berat Lampung Utara Masih Jauh dari Target, Banyak Unit Rusak

Selasa, 21 Oktober 2025 | 11:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG UTARA – Pendapatan dari sektor penyewaan alat berat milik Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Lampung Utara hingga akhir Oktober 2025 jauh dari target yang telah ditetapkan.

Dari target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp105 juta, realisasi hingga saat ini baru mencapai Rp4 juta. Kondisi ini bukan kali pertama terjadi. Pada tahun 2024 lalu, target PAD dari sektor yang sama juga meleset jauh, dari target Rp105 juta hanya terealisasi sekitar Rp10 juta.

Kepala Dinas SDABMBK Lampung Utara, Kadarsyah, melalui Kepala UPTD Alat Berat dan Perbekalan, Dwi Anthon Oktiarno, mengakui kecilnya capaian PAD tersebut. Menurutnya, salah satu penyebab utama adalah banyaknya alat berat yang tidak dapat beroperasi karena mengalami kerusakan.

Baca Juga:  Meski Kalahkan Amerika 3-2, Turki Pulang Kampung

“Baru Rp4 juta pendapatan sewa kita. Targetnya Rp105 juta. Banyak alat yang rusak, makanya kita mau menghadap ke dewan untuk melaporkan soal target PAD ini,” ujar Dwi Anthon, Selasa, 21 Oktober 2025.

Selain kerusakan unit, rendahnya minat masyarakat dan kontraktor lokal untuk menyewa alat berat milik pemerintah juga memperparah kondisi tersebut. Banyak pihak swasta menawarkan fasilitas lebih fleksibel, seperti pembayaran sewa di akhir proyek, sementara SDABMBK masih menerapkan sistem pembayaran tunai di awal.

“Sebenarnya harga sewa di SDABMBK itu lebih murah. Tapi banyak kontraktor memilih swasta karena alatnya siap dan pembayarannya bisa ditunda,” ungkap salah satu direktur perusahaan konstruksi di Lampung Utara.

Baca Juga:  APH Diminta Periksa Proyek Revitalisasi SMKN 2 Kotabumi

Untuk mengatasi hal ini, UPTD Alat Berat dan Perbekalan telah berkoordinasi dengan Bidang Bina Marga agar kontraktor dapat diarahkan memanfaatkan alat berat milik pemerintah. Meski begitu, Dwi Anthon menyadari pencapaian target PAD tahun ini sulit dipenuhi.

“Tahun depan kita optimis. Ada bantuan dana pusat sebesar Rp3 miliar untuk pengadaan alat berat dan perlengkapan lainnya. Ini akan mendukung operasional dan meningkatkan daya saing sewa alat berat pemerintah,” pungkasnya.

Dengan tambahan armada baru pada tahun anggaran 2026, Diharapkan PAD Pemkab Lampung Utara dapat didongkrak dari sektor penyewaan alat berat dan berdampak pada pendapatan yang lebih stabil.


Penulis : Rudi Alfian


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Lampung Utara

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Gubernur Lampung: Koperasi Merah Putih Penggerak Ekonomi Desa
Danbrigif 4 Mar/BS Tekankan Soliditas dan Karakter Prajurit “JAWARA“ pada Apel Gabungan di Lampung
Pemkab Way kanan Gelar Rapat Persiapan Sambut HUT RI Ke-81 
Ekonomi Syariah Jadi Pengungkit Pertumbuhan Inklusif
Dandim Way kanan Serahkan Mobil dan Motor Dinas Pendukung Operasional Satuan
PEFINDO Pertahankan Peringkat HKA, Cermin Fondasi Keuangan dan Bisnis yang Solid
Lampung Masuk 5 Besar Nasional ADLGA 2026, Kepemimpinan Digital Sekdaprov Marindo Dinilai ASKOMPSI
Badan Khusus Pengelola Aset Rampasan Butuh Dewan Pengawas Independen 

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:09 WIB

Gubernur Lampung: Koperasi Merah Putih Penggerak Ekonomi Desa

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:06 WIB

Danbrigif 4 Mar/BS Tekankan Soliditas dan Karakter Prajurit “JAWARA“ pada Apel Gabungan di Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:44 WIB

Pemkab Way kanan Gelar Rapat Persiapan Sambut HUT RI Ke-81 

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:38 WIB

Ekonomi Syariah Jadi Pengungkit Pertumbuhan Inklusif

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:20 WIB

Dandim Way kanan Serahkan Mobil dan Motor Dinas Pendukung Operasional Satuan

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Gubernur Lampung: Koperasi Merah Putih Penggerak Ekonomi Desa

Selasa, 21 Jul 2026 - 20:09 WIB

#indonesiaswasembada

Pemkab Way kanan Gelar Rapat Persiapan Sambut HUT RI Ke-81 

Selasa, 21 Jul 2026 - 18:44 WIB

#indonesiaswasembada

Ekonomi Syariah Jadi Pengungkit Pertumbuhan Inklusif

Selasa, 21 Jul 2026 - 14:38 WIB