Penanganan Narkoba Harus Cegah Di Hulu tak Cukup Tangkap Pelaku

Sabtu, 22 Februari 2025 | 22:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Peredaran narkoba di Riau menjadi perhatian serius bagi Anggota Komisi III DPR RI, Hinca Panjaitan. Karena itu, ia mengapresiasi kinerja Kapolda Riau dan jajarannya dalam menangani kasus narkotika, termasuk baru-baru ini aksi dramatis kejar-kejaran yang berhasil menggagalkan penyelundupan barang haram tersebut.

“Saya melihat sendiri video kejar-kejaran seperti film James Bond itu, dan saya memberikan respek yang tinggi kepada Kapolda Riau beserta seluruh jajarannya, terutama Ditresnarkoba,” ujar Anggota Komisi III DPR RI Hinca Panjaitan dalam Kunjungan Kerja Spesifik Tim Komisi III ke Pekanbaru, Riau, Sabtu (22/02/2025).

Meski demikian, Hinca menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dengan menangkap pelaku di lapangan. Ia menekankan pentingnya pencegahan di hulu agar barang haram tersebut tidak masuk ke wilayah Indonesia, terutama melalui jalur perbatasan laut.

Baca Juga:  Hetifah : Keamanan, Kesehatan, dan Masa Depan Anak Harus Jadi Prioritas

“Saya tadi bertanya kepada Pak Kapolda, bagaimana alur masuknya? Ternyata dari zona perbatasan laut kita, barangnya diseberangkan, dan orang yang melakukannya bisa mendapat 100 juta. Jumlah ini sangat menggiurkan, sehingga banyak yang tergoda,” ungkapnya.

Untuk itu, Legislator Fraksi Demokrat ini meminta aparat kepolisian bekerja sama lebih erat dengan Bea Cukai dan instansi terkait agar pengawasan di perbatasan semakin diperketat. Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara berbagai lembaga menjadi kunci dalam mencegah masuknya narkoba ke Indonesia.

“Harus ada kerja sama yang solid dengan Bea Cukai dan instansi lainnya. Ini harus dijaga dengan ketat. Jangan hanya fokus di hilir dengan menangkap pengedar, tetapi cegah dari hulunya agar narkoba tidak masuk,” tegasnya.

Baca Juga:  TNI Kerahkan Pesawat Udara Semai Lebih dari 10 Ton Bahan Untuk OMC Atasi Karhutla di Kalimantan

Ia juga menyoroti posisi strategis Riau, Kepulauan Riau (Kepri), dan Sumatera Utara yang menjadi gerbang utama masuknya narkoba melalui Selat Malaka. Ia menekankan bahwa wilayah-wilayah ini harus mendapatkan perhatian lebih dalam upaya pemberantasan peredaran narkotika.

“Hanya ada dua atau tiga wilayah utama yang jadi pintu gerbang narkoba, yaitu Riau, Kepri, dan Sumatera Utara. Selat Malaka ini bukan hanya jalur perdagangan biasa, tapi juga jadi jalur kejahatan narkoba,” tandasnya.

Dengan kondisi tersebut, Komisi III DPR RI berkomitmen untuk terus mengawasi dan mendorong upaya pemberantasan narkoba di wilayah Riau serta mendukung aparat penegak hukum dalam menjalankan tugas mereka. (*)


Penulis : Hery


Editor : Romy


Sumber Berita : DPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Menlu Irak: Bentuk Komite ‘Akurkan’ Iran-AS
30 Tewas dan 8 Terluka, Pemerintah Yaman dan Houthi Saling Tuding
Kamp Tinju di Bawah Jembatan Layang, Positif Broo
Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok
Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?
782 Anak Terpapar Radikalisme: DPRD Lampung Ingatkan Bahaya Doktrinasi Muda
Mantan PM Malaysia Najib Razak Kembali ke Penjara
Trump Tunjuk Stephen Miller jadi Kepala Staf Gedung Putih
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 08:29 WIB

Menlu Irak: Bentuk Komite ‘Akurkan’ Iran-AS

Minggu, 8 November 2026 - 07:43 WIB

30 Tewas dan 8 Terluka, Pemerintah Yaman dan Houthi Saling Tuding

Minggu, 8 November 2026 - 07:23 WIB

Kamp Tinju di Bawah Jembatan Layang, Positif Broo

Sabtu, 7 November 2026 - 22:55 WIB

Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok

Sabtu, 7 November 2026 - 22:03 WIB

Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?

Berita Terbaru

Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein berbicara dalam sebuah konferensi pers bersama di Baghdad, Irak, pada 30 Juni 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Menlu Irak: Bentuk Komite ‘Akurkan’ Iran-AS

Minggu, 8 Nov 2026 - 08:29 WIB


Seorang remaja mengikuti pelatihan tinju saat pembukaan Kampung Melayu Flyover Boxing Camp di Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, pada 6 November 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Kamp Tinju di Bawah Jembatan Layang, Positif Broo

Minggu, 8 Nov 2026 - 07:23 WIB

Yustian Rovi Alfiansah menghadiri Forum Kerja Sama Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Internasional (International Science and Technology Innovation Cooperation Forum/ISTICF) dan Konferensi Inovasi Teknologi Laut Dalam (Deep-Sea Technology Innovation Conference/DSTIC) Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan 2026, yang merupakan edisi keempat, di Sanya, Provinsi Hainan, Tiongkok selatan, pada 4 November 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok

Sabtu, 7 Nov 2026 - 22:55 WIB

Infografis ini menampilkan ketersediaan psikiater dan psikolog klinis di Indonesia. Data nasional per 1 September 2026 bersumber dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI), sedangkan sebaran per provinsi bersumber dari kajian Info Singkat DPR RI (Oktober 2023). (Xinhua)

Berita Utama

Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?

Sabtu, 7 Nov 2026 - 22:03 WIB