Pemprov Lampung Perkuat Dukungan untuk Petani, dari Teknologi hingga Pengendalian Hama

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MESUJI—- Pemerintah Provinsi Lampung terus berkomitmen mengoptimalkan sektor agraris dan meningkatkan kesejahteraan petani daerah melalui akselerasi program modernisasi dan hilirisasi sektor pertanian.

Komitmen ini ditegaskan secara langsung oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal usai melakukan peninjauan lapangan dan simulasi pemanfaatan teknologi modern drone penyemprot Pupuk Organik Cair (POC) di kawasan persawahan Desa Pangkal Mas, Kecamatan Mesuji Timur, Rabu (24/6/26).

Dalam dialog tatap muka bersama para kelompok tani setempat, Gubernur mengapresiasi keberhasilan implementasi POC hayati cair yang secara nyata mampu mendongkrak hasil panen warga. Tercatat, dari basis luasan lahan sawah sekitar 1.000 hektar di wilayah tersebut, total produksi gabah melonjak tinggi dari semula sebesar 5.000 ton menjadi 7.000 ton.

“Jadi kalau 1.000 hektar dipakai semua, tadinya produksinya 5.000 ton sekarang jadi 7.000 ton. Ada tambahan 1,4 miliar buat dibagikan ke petani di seluruh desa,” jelas Gubernur di hadapan para petani.

Melihat capaian impresif tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung menginstruksikan jajaran dinas terkait bersama pemerintah kabupaten untuk mendorong peningkatan indeks pertanaman dari dua kali panen menjadi tiga kali panen (IP300) dalam setahun. Gubernur meminta sinergi yang kompak dari aparatur desa serta dinas teknis agar target-target percepatan tanam tahun ini berjalan dengan optimal.

Baca Juga:  JMSI Lampung Terima Anugerah Unila Be Strong 2026

Terkait keluhan para petani mengenai kendala serangan hama tikus yang kerap menggagalkan peningkatan masa tanam, Pemerintah Provinsi Lampung bergerak cepat memberikan solusi taktis jangka pendek dan jangka panjang.

Melalui dinas pertanian, pemerintah mendistribusikan bantuan logistik berupa seperempat ton belerang untuk penanganan darurat serta merencanakan pembangunan Rumah Burung Hantu (Rubuha) sebagai langkah mitigasi jangka panjang.

“Tahun ini kita usahakan tiga kali. Oke. Kasih burung hantu… Rubuha. Sama belerang. Kompak ya Pak. POC-nya dipakai,” tegas Gubernur.

Sementara itu, perwakilan masyarakat tani Desa Pangkal Mas mengutarakan rasa terima kasih atas dukungan nyata pemerintah daerah dalam menekan pengeluaran budidaya padi sawah. Berkat dukungan program teknologi pupuk hayati cair ini, beban operasional produksi petani dapat dipangkas secara drastis dari ratusan ribu rupiah menjadi puluhan ribu rupiah per hektarnya.

Baca Juga:  GAK, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruang

Petani juga menaruh harapan besar agar pemerintah daerah bersedia memfasilitasi uji laboratorium berkala bagi beras lokal yang diproduksi murni tanpa menggunakan bahan pestisida kimia sejak tahun 2014 guna mendongkrak nilai tambah ekonomi dari aspek harga jual pasar.

“Minta tolong Pak Gubernur untuk memfasilitasi agar apa yang kami angan-angankan di beras kami, karena di usaha organik itu ada nilai plusnya dari segi harga. Terima kasih atas teknologinya pupuk hayati cair yang sangat bermanfaat dan mengurangi biaya produksi pangan kami. Semoga Lampung dipimpin Bapak Rahmat Mirzani Djausal jadi lumbung pangan nasional,” pungkas perwakilan petani.

Di samping pembenahan sektor pertanian organik dan pengendalian hama terpadu, Gubernur turut menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung senantiasa mendengar aspirasi masyarakat Mesuji mengenai kelancaran aksesibilitas ekonomi daerah, termasuk komitmen percepatan pembenahan dan peningkatan infrastruktur jalan poros utama di wilayah setempat.


Penulis : Desty Efriyani


Editor : Nara


Sumber Berita : Pemprov Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Menlu Arab Saudi Berharap Hormus Kembali Pulih
Pelajar Indonesia Nikmati Festival Musim Gugur di Tiongkok
GUSDURIAN: Film Ageman, Selaras dengan Pemikiran Gus Dur
Dany Amrul Ichdan: Lampung Lari Kencang, Saatnya Nilai Tambah Tumbuh di Daerah
Nasarudin: Ageman Menghapus Fanatisme Buta Masa Lalu
Ketua FGI Lepas Tri Wahyuni Perkuat Indonesia di Asian Games 2026
Pemprov Lampung Dorong Ekonomi Berbasis Teknologi dan Komunitas
Gubernur Mirza Tekankan Penghormatan terhadap Teman Tuli

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 11:34 WIB

Menlu Arab Saudi Berharap Hormus Kembali Pulih

Minggu, 27 September 2026 - 11:31 WIB

Pelajar Indonesia Nikmati Festival Musim Gugur di Tiongkok

Minggu, 27 September 2026 - 11:09 WIB

GUSDURIAN: Film Ageman, Selaras dengan Pemikiran Gus Dur

Minggu, 27 September 2026 - 08:50 WIB

Dany Amrul Ichdan: Lampung Lari Kencang, Saatnya Nilai Tambah Tumbuh di Daerah

Sabtu, 26 September 2026 - 22:55 WIB

Nasarudin: Ageman Menghapus Fanatisme Buta Masa Lalu

Berita Terbaru


Debat Umum sesi ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) diselenggarakan di markas besar PBB di New York City pada 22 September 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Menlu Arab Saudi Berharap Hormus Kembali Pulih

Minggu, 27 Sep 2026 - 11:34 WIB

Beatrice Faustina Jesslyn, pelajar Indonesia berusia 19 tahun, tampil dalam acara malam Festival Pertengahan Musim Gugur yang diselenggarakan di Universitas Tianjin, Tiongkok utara, pada 24 September 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Pelajar Indonesia Nikmati Festival Musim Gugur di Tiongkok

Minggu, 27 Sep 2026 - 11:31 WIB

Yogi Ketua Jaringan Gusdurian

Berita Utama

GUSDURIAN: Film Ageman, Selaras dengan Pemikiran Gus Dur

Minggu, 27 Sep 2026 - 11:09 WIB

#indonesiaswasembada

Dany Amrul Ichdan: Lampung Lari Kencang, Saatnya Nilai Tambah Tumbuh di Daerah

Minggu, 27 Sep 2026 - 08:50 WIB

Nasarudin Eks Napiter

Berita Utama

Nasarudin: Ageman Menghapus Fanatisme Buta Masa Lalu

Sabtu, 26 Sep 2026 - 22:55 WIB