TEHERAN-Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah menunjuk enam komandan militer baru untuk angkatan bersenjata negara tersebut, menurut beberapa pernyataan yang dipublikasikan di laman situsnya pada Senin (10/8).
Dalam dekret terpisah, Mojtaba menunjuk Ali Abdollahi sebagai kepala staf angkatan bersenjata Iran, Ahmad Vahidi sebagai komandan utama Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC), Ali Azmaei sebagai komandan Angkatan Laut IRGC, dan Hossein Taeb sebagai komandan pasukan sukarelawan Basij IRGC, menurut pernyataan tersebut.
Pemimpin tertinggi itu juga menunjuk Kioumars Heydari sebagai wakil kepala staf angkatan bersenjata Iran, dan Mostafa Izadi sebagai wakil komandan IRGC, menurut pernyataan tersebut.
Pada 28 Februari, Israel dan Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan kota-kota lainnya di Iran, menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, para komandan militer senior, dan warga sipil. Iran merespons dengan serangkaian serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan serta aset Israel dan AS di kawasan tersebut.
Gencatan senjata tercapai antara pihak-pihak yang bertikai pada 8 April. Iran dan AS pada Juni menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding) tentang pengakhiran perang di semua front, termasuk Lebanon. Kedua pihak dijadwalkan menggelar negosiasi dalam jangka waktu 60 hari guna mencapai kesepakatan final, namun eskalasi baru-baru ini di kawasan tersebut telah membuat nasib perundingan itu menjadi tidak pasti.
Mojtaba Khamenei, putra Ali Khamenei yang terpilih sebagai pemimpin tertinggi baru Iran pada Maret, belum muncul di hadapan publik sejak terpilih. Namun, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan sebelumnya pada Senin bahwa Mojtaba dalam keadaan sehat.[]
Penulis : Heri S
Editor : Nara J Afkar
Sumber Berita : Jakarta

















