Pemerintah Siap Antisipasi Mudik Lebaran 1445H, Puncak Arus Mudik H-3

Rabu, 13 Maret 2024 | 10:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan: Heri Suroyo
JAKARTA – Pemerintah akan memberlakukan kebijakan yang efektif untuk mengantisipasi lonjakan pemudik pada Hari Raya Idul Fitri 2024/1445 Hijriah.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan akan melakukan pengaturan waktu mudik, diskon tarif transportasi massal untuk mudik lebih dini, mudik gratis, rekayasa lalu lintas, diskon tarif jalan tol, hingga pengaturan lalu lintas di daerah yang berisiko terjadi kepadatan luar biasa.

“Kebijakan efektif penting mengingat peningkatan pergerakan akan berpotensi mengakibatkan kepadatan di simpul dan di ruas jalan melalui pola perjalanan, pola transportasi, dan pola lalu lintas,” ujar Budi Karya dalam siaran persnya, Selasa (12/3).

Baca Juga:  Jaga Stabilitas Ekonomi, Pemprov Lampung Perkuat Pengendalian Inflasi dan Layanan Pertanahan

Ia menjelaskan meningkatnya pergerakan arus mudik tahun ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain tidak adanya Covid-19, ekonomi keluarga, cuti bersama, liburan anak sekolah, peningkatan kualitas dan kuantitas sarana prasarana transportasi, serta kondisi cuaca.Kemenhub memperkiraan puncak mudik berdasarkan pilihan masyarakat adalah H-2 atau Senin, 8 April 2024, saat dimulainya cuti bersama.

Baca Juga:  KKN UIN Kel 87-88 Gugah Anak Gemar Menabung

Diperkirakan potensi pergerakan 26,6 juta orang (13,7 persen).

“Sedangkan perkiraan puncak hari balik adalah H+3 yakni Minggu 14 April 2024 dengan potensi pergerakan 41 juta orang (21,2 persen),” ujar Budi.Berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi Kemenhub bersama sejumlah lembaga, diperkirakan akan ada 71,7 persen penduduk Indonesia mudik Lebaran tahun ini atau sebanyak 193,6 juta orang.(*)

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Rombongan 5 Jurnalis Hilang Kontak Hendak Meliput Aktivitas GAK
Sisa Abu Anak Krakatau Masih Selimuti Sekolah, KBM Daring Lampung Selatan Diperpanjang hingga 10 September
Antisipasi Dampak Abu Vulkanik, Polres Mesuji Bersama Forkopimda Bagikan Masker Serentak di 16 Titik
DPRD dan Pemprov Lampung Sepakati Penarikan Raperda Perubahan Bentuk Hukum BPD
Peduli Dampak Kemarau Panjang, Polres Way Kanan Bantu Air Bersih kepada Warga
Pemprov Lampung Ajukan Perubahan APBD 2026, Anggaran Didorong Lebih Berdampak ke Masyarakat
Dampak Erupsi Menurun, Sekolah Kembali Dibuka dan Penerbangan Mulai Normal
Anggota DPR Eva Stevany Mengaku Masuk Kelompok Desil 4 Harta LHKPN 2025 Rp 3,5 Milyar 

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 20:19 WIB

Rombongan 5 Jurnalis Hilang Kontak Hendak Meliput Aktivitas GAK

Selasa, 8 September 2026 - 20:13 WIB

Sisa Abu Anak Krakatau Masih Selimuti Sekolah, KBM Daring Lampung Selatan Diperpanjang hingga 10 September

Selasa, 8 September 2026 - 20:00 WIB

Antisipasi Dampak Abu Vulkanik, Polres Mesuji Bersama Forkopimda Bagikan Masker Serentak di 16 Titik

Selasa, 8 September 2026 - 16:35 WIB

DPRD dan Pemprov Lampung Sepakati Penarikan Raperda Perubahan Bentuk Hukum BPD

Selasa, 8 September 2026 - 16:18 WIB

Peduli Dampak Kemarau Panjang, Polres Way Kanan Bantu Air Bersih kepada Warga

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Rombongan 5 Jurnalis Hilang Kontak Hendak Meliput Aktivitas GAK

Selasa, 8 Sep 2026 - 20:19 WIB