Pedagang Keluhkan Tepung Terigu Dipenuhi Ulat Kutu, Hasil Sidak Ditemukan Puluhan Ton di Gudang PT IAP Berulat!

Minggu, 21 Juli 2024 | 15:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hal senada dikatakan pedagang Pasar Simpang Propau lainnya. Pemilik toko inisial C, mengeluhkan banyak pelanggannya yang komplain hingga retur tepung yang sudah dibeli karena kutuan.

“Gudangnya ini bermasalah. Datang (tepung) pasti kutuan waktu itu, sudah sempat terjual ke warung-warung, dipulangkan lagi ke saya karena katanya kutuan. Nah disitu awalnya saya tahu tepung ini kutuan. Kecewa kami ini, barang-barang returnya (harus) bertahap, enggak sekaligus retur ke gudang,” ujar pedagang.

Tim Disperindag sidak gudang tepung berulat

Sementara itu, saat Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lampung Utara melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dua gudang terpisah milik perusahaan dimaksud mendapatkan fakta yang mencengangkan. Gudang penyimpanan tepung terigu yang berada di Kecamatan Kotabumi kedapatan menyimpan puluhan ton tepung terigu dalam kemasan karung merk Payung yang dikerumuni kutu di setiap tumpukan.

Baca Juga:  Upacara Kemerdekaan di Tengah Konflik Agraria: Petani Anak Tuha Ingatkan Negara, Kemerdekaan Belum Selesai

Bahkan, menurut penuturan tim Disperindag Kabupaten Lampung Utara, gudang milik PT IAP diduga tidak mengantongi izin Tanda Daftar Gudang (TDG) dari Pemkab setempat.

“Hari ini kita lakukan inspeksi mendadak untuk mengecek langsung kebenarannya. Karena masyarakat khususnya pedagang mengeluh tepung terigu yang didistribusikan oleh PT IAP ini banyak kutu. Hasil di lapangan memang benar adanya, di gudang penyimpanan kita temukan puluhan ton tepung terigu tak layak konsumsi dipenuhi kutu atau ulat,” kata Kadis Perdagangan, Hendri, seusai kegiatan sidak, Jumat, 19 Juli 2024 kemarin.

Baca Juga:  Najwa Nur Awalia yang Terpesona Budaya China
Kadisdag serahkan berita acara hasil pemeriksaan

Pihaknya dalam waktu dekat akan memanggil pihak perusahaan untuk mengklarifikasi dugaan penjualan bahan pokok tidak layak konsumsi.

“Setelah kita cek lapangan, kita akan panggil pihak perusahaan untuk dimintai keterangan. Ada proses sebelum penyegelan gudang, kalau sudah 2 kali teguran tidak diindahkan, maka akan kita lakukan penyegelan. Karena gudang ini juga diduga tidak memiliki izin operasional berupa TDG dan tidak mematuhi SOP yang berlaku,” tegas Hendri.


Penulis : Rudi Alfian


Editor : Nara


Sumber Berita : Lampung Utara

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

The Death of Expertise
Pemda Diminta Ciptakan Mesin Pertumbuhan Baru
Entry Meeting BPK Dimulai, Marindo Tegaskan Pemeriksaan untuk Pastikan APBD Tepat Sasaran
Polres Mesuji Gerak Cepat Bagikan Masker Kepada Masyarakat Pasca Erupsi GAK
Indonesia dan Tujuh Negara lain Kecam Israel
Komite II DPD RI ke Lampung, Inventarisasi soal Perlindungan Nelayan
BERITA FOTO: Gubernur Lampung Siaga Bencana
Mendagri : Pemda Terdampak Erupsi Tingkatkan Kewaspadaan

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:04 WIB

The Death of Expertise

Senin, 7 September 2026 - 14:32 WIB

Pemda Diminta Ciptakan Mesin Pertumbuhan Baru

Senin, 7 September 2026 - 13:23 WIB

Entry Meeting BPK Dimulai, Marindo Tegaskan Pemeriksaan untuk Pastikan APBD Tepat Sasaran

Senin, 7 September 2026 - 13:20 WIB

Polres Mesuji Gerak Cepat Bagikan Masker Kepada Masyarakat Pasca Erupsi GAK

Senin, 7 September 2026 - 12:50 WIB

Indonesia dan Tujuh Negara lain Kecam Israel

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

The Death of Expertise

Senin, 7 Sep 2026 - 15:04 WIB

#indonesiaswasembada

Pemda Diminta Ciptakan Mesin Pertumbuhan Baru

Senin, 7 Sep 2026 - 14:32 WIB

#indonesiaswasembada

Polres Mesuji Gerak Cepat Bagikan Masker Kepada Masyarakat Pasca Erupsi GAK

Senin, 7 Sep 2026 - 13:20 WIB


Seorang anak pengungsi Palestina terlihat di sebuah sekolah yang dialihfungsikan menjadi tempat penampungan di pusat Gaza City pada 5 April 2026. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Indonesia dan Tujuh Negara lain Kecam Israel

Senin, 7 Sep 2026 - 12:50 WIB